Kisah perjalanan kami ke Air terjun Suroloyo Bungu Mayong Jepara

Mungkin sudah banyak yang mendengar tentang air terjun Suroloyo. Karena air terjun ini merupakan air terjun yang cukup menarik untuk di kunjungi. Air terjun ini terletak di desa Bungu, Mayong Jepara. suatu desa yang berbatasan dengan wilayah Batealit bagian Timur laut yang merupakan wilayah dataran tinggi dan pegunungan.
air terjun suroloyo bungu Mayong
Perjalanan kami ke air terjun Suroloyo ini tidak kami rencanakan, bermula iseng-iseng mencari informasi di google bahwa di daerah Bungu terdapat sebuah air terjun yang bernama air terjun Suroloyo. melihat namanya yang terdengar asing di telinga, akhirnya kami putuskan untuk mengunjungi air terjun tersebut.




Kami sempat kebingungan mencari lokasi air terjun Suroloyo ini, karena kami belum pernah mengetahui dan kami kesana hanya berdua. tanpa berfikir panjang, akhirnya perjalanan yang diawali dengan keraguan ini kami tetap lanjutkan. Alhamdulillah, dengan bantuan GPS kami bisa sampai ke lokasi tujuan. Namun, karena sinyal internet yang kurang terkoneksi dengan baik, GPS yang rencananya menggunakan sinyal internet, kami ganti dengan GPS yang versi manual, alias Gunakan Penduduk Sekitar. Alhasil, GPS yang kami gunakan sangat bermanfaat bagi kami sehingga kami sampai di tujuan.



Untuk menuju ke air terjun, dari arah perempatan Mayong, lurus terus kearah utara sampai ada pertigaan ke arah desa Bungu. Jika dari arah Pecangaan atau Batealit, di pertigaan tugu utara Balai desa Rguklampitan belok ke arah Pancur atau Mayong, Setelah melewati Jembatan belok kekanan. Ikuti jalan hingga tiba di pertigaan Pancur. kemudian belok kiri dilanjutkan lurus terus sampai ada pertigaan ke arah desa Bungu. ikuti jalan tersebut hingga memasuki desa Bungu. Saran saya, jika sudah memasuki desa Bungu, apabila anda belum pernah kesini sebelumnya. Saran saya gunakanlah GPS anda dengan baik alias Gunakan Penduduk Setempat karena air terjun ini cukup tersembunyi dan jauh dari jangkauan penduduk.


Jembatan Kayu sebelum ke air terjun suroloyo

bukit mini sebelum mencapai air terjun suroloyo
Anda bisa menitipkan kendaraan anda sampai ke lokasi atau langsung membawa kendaran anda sampai ke tujuan. namun, kendarannya tidak bisa dibawa ke air terjun. Karena setelah melewati Jembatan Kayu, ada harus berjalan kurang lebih 300 meter menyusuri sungai. Saran saya, apabila anda menggunakan sepeda motor, demi keamanan alangkah baiknya ada yang menjaga kendaraan tersebut. Tepat sebelum tiba di air terjun, anda akan menemukan gundukan tanah, dan harus mendakinya agar bisa sampai ke lokasi air terjun.

tebing di sekeliling air terjun surolyo
Suasana di air terjun ini masih asri dan sangat sejuk, karena dari berbagai sisi dikelilingi tebing yang tinggi dan masih banyak pepohonan yang tumbuh di atas bukit.
Share:

Pesona keindahan air terjun banyu anjlok Sumosari Batealit Jepara

air terjun banyu anjlok
Rasanya tak bosan bagi saya untuk membahas tentang keindahan alam kota Jepara. Jepara adalah kota di ujung utara pulau jawa yang sangat menggoda keindahan alamnya untuk diperbincangkan. Banyak hal yang sangat menarik untuk dibahas di kota kecil ini. Mulai dari potensi wisatanya, budayanya bahkan seni dan kerajinannya sudah banyak dikenal oleh masyarakat sekitar Jepara bahkan manca negara. Namun kali ini saya akan membahas tentang keindahan wisata di Jepara.



air terjun mini

Wisata di Jepara cukup banyak dan sangat menggoda untuk dikunjungi. mulai dari wisata pantai, pulau, wisata budaya, gunung bahkan sampai wisata air terjun. pada kesempatan ini saya akan membahas tentang keindahan sebuah air terjun yang cukup indah di Jepara, yaitu air terjun Banyu Anjlok.



Kata Banyu Anjlok sendiri berasal dari bahasa jawa yang artinya air yang terjun bebas. Air terjun Banyu Anjlok terletak di desa Sumosari Batealit Jepara. tepatnya di daerah sewengen kedawung . Air terjun banyu anjlok ini masih sangat asri, karena jarang yang mengunjungi air terjun ini. Sebab aksesnya ekstrim dan jauh dari perkampungan.



Untuk mencapai air terjun banyu anjlok, dapat ditempuh dengan berjalan kaki melewati persawahan dan menyusuri sungai. Jika menggunakan sepeda motor atau mobil, harus di titipkan di pemukiman penduduk desa Sumosari. Dari lokasi penitipan kendaran, diperlukan waktu 40 menit menuju lokasi air terjun dengan berjalan kaki. Pengunjung tidak akan merasakan capek berjalan kaki, karena disuguhkan dengan pemandangan persawahan dan pegunungan yang masih asri dan tenang.



Masyarkat banyak yang menganggap air terjun Banyu Anjlok termasuk wilayah Mayong. Namun sebenarnya Air terjun Banyu Anjlok secara administrasi terdapat di Desa Sumosari Batealit Jepara. Hal ini perlu di sosialisasikan agar tidak terjadi salah informasi.

Selain air terjun banyu anjlok, wilayah Kecamatan Batealit juga masih terdapat banyak air terjun, diantaranya Air terjun Sumenep, Air terjun macan Mati, air terjun Statah, air terjun ndayog, air terjun Seberuk, air terjun nongko pace, grojogan wergul dan grenjengan bawu bantenan.
memang cukup menarik membahas tentang potensi wisata , suatu saat akan kami bahas satu persatu air terjun tersebut.
Share:

Wono pinus Setro atau lebih dikenal dengan Tinesan Batealit Jepara

Jepara memang kaya akan wisata baik Pantai, Pulau, Pegunungan, Air Terjun, Hutan dan lain sebagainya, dan salah satunya yang munkin layak untuk menjadi tujuan destinasi kunjungan teman-teman adalah Hutan Pinus yang berada di Desa Batealit Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Jawa Tengah. (sebelah Timur Kota Kecamatan Batealit).
 Untuk menuju ke lokasi kita bisa membawa sepeda motor, mobil ataupun dengan berjalan kaki, tapi akan lebih aman dengan berjalan kaki karena medan yang begitu sulit, licin, menanjak dan berbatu tajam. tapi sesekali kita akan disuguhi dengan pemandangan persawahan serta bukit yang kelihatan jauh yang mampu memanjakan mata kita karena keindahannya.

Jika kita berjalan kaki kita bisa menitipkan kendaraan kita di rumah warga yang berada di bawah sebelum hutan pinus tapi lumayan jauh dari lokasi. di lokasi hutan pinus juga terdapat track buat atlit sepeda gunung Downhill karena memang cocok sekali buat track turun bukit yang begitu menantang dan memicu adrenalin para pengendara sepeda gunung.tempatnya yang lapang bisa kita jadikan untuk aktifitas berkemah, hunting foto atau sekedar berkumpul bersama teman maupun keluarga, 
Di sebelah selatan dari hutan pinus terdapat jurang yang menghadap ke gunung dan hutan yang pemandangannya cukup menakjubkan dan masih sangat asri yang sangat cocok untuk di abadikan dalam sebuah foto bagi penggemar hunting fotografi alam.



Di sekitar kawasan pinus ini terdapat air terjun bertingkat yang sering disebut air terjun sumenep atau grenjengan Setro. Letaknya di lembah Setro sebelah Utara tines. Selain air terjun Sumenep, di desa Batealit Juga terdapat air terjun Setata dan air terjun Seberuk yang juga cukup menarik untuk dikunjungi.

Share:

Waduk Punden Gemulung Pecangaan Jepara

Waduk Punden Gemulung Jepara adalah bendungan yang semula digunakan untuk mengairi sawah di desa Gemulung dan Sekitarnya. di Waduk ini, suasananya cukup sejuk, karena dikelilingi oleh banyak pohon besar dan rindang. Dulu disini disediakan perahu untuk mengarungi waduk ini, namun sekarang sudah tidak terdapat perahu lagi, entah apa alasannya saya kurang tahu. 




Disebut waduk punden karena tempat ini bersumber dari punden desa Gemulung Pecangaan Jepara.
Selain disebut waduk punden, juga dinamakan sendang Kamulyan, karena dengan adanya bendungan ini, petani disekitar waduk ini bisa merasakan kemulyaan dengan adanya irigasi ke sawah mereka melalui waduk ini.
tangga menuju waduk punden

gazebu sendang kamulyan

Untuk mencapai waduk ini, tidak begitu sulit. cukup memasuki ke desa Gemulung dan tanya pada warga sekitar letak waduk punden, anda akan diberitahu tempatnya. 


pompa air sendang kamulyan


Di waduk punden ini terdapat beberapa bangunan gazebo yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan dan ketenangan waduk punden ini. 




Waduk punden awalnya digunakan untuk mengairi sawah disekitar aliran sungai desa Gemulung, Krasak, Lebuawu. Karena dikelilingi oleh tumbuhan yang besar-besar dan rindang membuat lokasi waduk ini semakin asri,. Bendungan irigasi ini dibangun sekitar tahun 1955 mulanya hanya sebatas muara kecil, hingga pada tahun 1971 dapat alokasi impres sebesar 2,5 juta baru dibuat permanen dengan pintu air. Waduk permanen Gemulung ini masuk dalam harta benda Pemerintah Desa Gemulung yang pengelolaanya ditangani oleh Karang Taruna. 




Share:

wisata ke air terjun sumenep batealit Jepara

Seperti yang kita ketahui, Jepara merupakan gudangnya air terjun. Banyak air terjun dan grenjengan disini. bahkan ada yang sampai menyebut bahwa Jepara kota air terjun. Air terjun ini tersebar di berbagai kecamatan di Jepara, termasuk kecamatan Batealit. di Kecamatan Batealit ada beberapa air terjun. Salah satunya adalah air terjun Sumenep. Air terjun ini terletak di lembah wono pinus setro atau tines. Dari tines dilanjutkan jalan kaki ke arah atas kira-kira 15 menitan. Selama perjalanan kita akan di suguhi pemandangan ala pegunungan seperti panorama perbukitan beserta tebing dan persawahan di kanan kiri yang akan memanjakan mata serta bisa kita jadikan target hunting fotografi panorama alam.





Sebelum tanjakan yang tinggi ada pertigaan, ambil arah belok kiri, ikuti jalan yang menurun menuju lembah sambil melihat posisi air terjun. Dari kejauhan sudah terlihat 3 air terjun tersusun secara berundak.



Jika sudah melewati sungai kecil, ambil arah kiri dan ikuti jalan setapak hingga turun ke dasar lembah dan melewati persawahan dan menyeberangi sungai. Setelah menyeberangi sungai melewati padang rumput dan sampailah di air terjun Sumenep yang pertama.

air terjun sumenep tingkat 1

Air terjun sumenep juga sering disebut dengan air terjun Setro, karena letaknya di bukit Pinus Setro. Selain itu juga ada yang menyebut air terjun macan mati, karena dulu pernah ada macan mati disana. Di air terjun sumenep yang pertama anda bisa menikmati air terjun atau hanya sekedar mengabadikan foto anda disana. karena tempat ini masih asri, jangan corat coret dan membuang sampah disini.


Setelah puas menikmati keindahan air terjun Sumenep yang pertama, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Air terjun yang kedua. Jalan menuju ke air terjun yang kedua ini tak kalah ekstrim dengan yang pertama. bahkan kami sempat kebingungan mencari jalan menuju ke arah air terjun yang kedua.


view dari atas air terjun sumenep tingkat 1


air terjun sumenep tingkat 2
Akhirnya tibalah kami di air terjun yang kedua, air terjun ini lebih indah jika dibandingkan dengan yang pertama. kami sempatkan untuk menikmati air terjun dan mandi disini. Air terjun ini lebih tinggi dari yang pertama dan air yang lebih deras membuat sebagian dari tim kami untuk menikmati sejuknya guyuran air terjun dan sejenak melepas lelah . Tak cukup menikmati keindahan kedua air terjun ini, kami melanjutkan perjalankan menuju air terjun yang ketiga.




Akses menuju air terjun yang ketiga ini lebih sulit dari dua air terjun lainnya. karena harus berjalan menyusuri tebing yang jalannya tidak rata serta dan dengan kemiringan antara 45 derajat bahkan ada yang hampir 90 derajat. perlu ekstra hati-hati untuk melewati jalan tersebut. Selain jalannya yang lumayan sulit, disini juga banyak pacetnya, jadi kita harus menjaga tubuh kita agar tidak terkena hewan tersebut.




air terjun sumenep tingkat 3
Lelah dan capek kami terbayar Lunas sesampainya kami tiba di Air terjun yang ketiga ini, dengan dinding air terjun yang lebih tinggi dari air terjun yang pertama dan kedua. dan di air terjun yang ketiga ini lebih sejuk karena dikelilingi oleh bukit yang tinggi. Rasa Syukur serta kekaguman kami akan alam ciptaan Tuhan YME akan kami terapkan dengan menjaga keasrian serta melindunginya sehingga dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

air terjun sumenep 2 dari kejauhan

Share:

Comments

Popular

FACEBOOK