Gadis Asal Pecangaan Meraih Undian Toyota Innova Pada Ajang Smartfren WOW

Adalah Siti Saidah, pelanggan Smartfren asal Pecangaan, Jepara, yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk memiliki mobil Kijang Innova setelah menjadi salah satu dari empat orang pemenang program Smartfren WOW tahap kedua. Kabar membahagiakan tersebut diumumkan oleh Smartfren pada Gelaran WOW Fest yang diselenggarakan Smartfren untuk para generasi milenial menghabiskan akhir pekan. Di event yang berlangsung di Ecovention Ancol, Jakarta Utara. pada Minggu (10/11/2019).

Pemenang program undian Smartfren WOW tahap kedua berhasil mewujudkan mimpi pelanggannya untuk memiliki rumah, mobil, dan juga sepeda motor. Miftahul Jannah pelanggan Smartfren asal Singosari, Malang, Jawa Timur berhasil mewujudkan mimpinya untuk memiliki rumah di Sinarmas Land. Miftahul merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun dengan dua orang anak. Saat ini ia masih menumpang tinggal di rumah orang tuanya, suami Miftahul merupakan seorang buruh bangunan lepasan.

Miftahul sendiri sudah menjadi pelanggan Smartfren sejak tahun 2016, dan biasanya berlangganan paket Smartfren 10 GB. ”Saya pake Smartfren udah lama, sinyalnya bagus di sini. Undian ini saya iseng ajaikutan sambil berharap menang, karena dah lama tinggal bareng orang tua. Pengen punya rumah sendiri mimpi saya mah.” TambahMiftahul.

Kebahagiaan itu juga dirasakan oleh dan tiga orang pelanggan Smartfren yang berhasil mewujudkan mimpi mendapatkan Vespa masing-masing Hendri Ferdi asal Yogyakarta, Yuningsih asal Bogor, dan Putri asal Medan.

Selain kelima pemenang diatas, Smartfren juga mengumumkan pemenang ratusan hadiah lainnya, mulai dari iPhone, handphone Samsung, paket liburan ke Bali, speaker Bluetooth, voucher belanja, dan juga voucher pulsa. Ke semua pemenang dapat dilihat di website www.smartfren.com/wow.

“Kami mengucapkan selamat kepada mereka yang berhasil mewujudkan mimpinya, untuk memiliki rumah, mobil, vespa, dan juga yang mendapatkan ratusan hadiah lainnya dari kami. Bagi yang belum dapat, jangan kecewa karena kesempatan masih banyak, cukup pakai Smartfren, aktifkan paket dan raih kesempatan memiliki rumah, mobil, vespa, smartphone, paket liburan, dan ratusan voucher pulsa dan voucher belanja,” ujar Litoco Gunawan, Regional Head Smartfren North Central Java.
Share:

FORMASI CPNS KABUPATEN JEPARA 2019


Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 455 Tahun 2019 tanggal 27 September 2019 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2019, Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk mengikuti Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2019, dengan ketentuan sebagai berikut:

FORMASI JABATAN YANG DIBUTUHKAN: 
Alokasi formasi sejumlah 381 dengan rincian sebagai berikut: 
  1.  Formasi Khusus Disabilitas : a. Tenaga Guru sejumlah = 8 formasi 
  2.  Formasi Umum : 
  • Tenaga Guru sejumlah = 239 formasi 
  • Tenaga Kesehatan sejumlah = 82 formasi 
  • Tenaga Teknis sejumlah = 52 formasi 
Informasi lebih lanjut terkait rincian formasi jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit kerja penempatan bisa didownload dibawah ini

Share:

Langkah Antisipatif, Penghuni Kos di Jepara Kota Dites Virus HIV Oleh Puskesmas Setempat

Lazimnya tes HIV/AIDS dilakukan atas keinginan orang yang hendak dites. Bahkan hasil tes penyakit yang katanya belum jelas obatnya itu bersifat rahasia, hanya untuk orang yang melakukan tes. Namun, di Jepara, Jawa Tengah tes itu menyasar penghuni indekos di daerah tertentu.

Penghuni indekos di Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (8/11/2019), menjadi sasaran deteksi dini atau screening terhadap infeksi virus HIV/AIDS yang merusak sistem kekebalan tubuh. Tes itu diselenggarakan oleh Puskesmas Jepara.

Dalam melakukan screening tersebut, tim medis dari Puskesmas Jepara didampingi Lurah Jobokuto Adi Winarto, Babinsa Koramil 01/Jepara, Bhabinkamtibmas, bidan, serta ketua RT/RW setempat. Menurut tim medis dari Puskesmas Jepara Firoh, pemeriksaan terhadap penghuni indekos di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara Kota merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi warga peduli AIDS (WPA) serta pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) mobile.

Tercatat ada sekitar 50 orang penguni indekos di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara yang mengikuti pemeriksaan massal itu. Dalam melakukan tes HIV, petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah atau urine pasien untuk diteliti di laboratorium serta dilakukan tes antibodi dan tes antigen.

"Tes antibodi ini bertujuan mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi HIV. Meskipun cukup akurat, untuk mengetahui hasilnya butuh waktu tiga hingga 12 pekan agar jumlah antibodi dalam tubuh cukup tinggi untuk terdeteksi saat pemeriksaan," ujarnya.

Sementara itu, tes antigen, kata dia, bertujuan untuk mendeteksi jenis protein yang melekat pada virus HIV (p24). "Tes antigen dapat dilakukan 2-6 pekan setelah pasien terinfeksi," ujarnya.

Babinsa Koramil 01/Jepara Serka Sugiharto mengaku sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, juga untuk mendeteksi dini warga yang terkena HIV agar tidak menyebar luas. Virus tersebut, lanjut Sugiharto, merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga penderitanya sangat rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

"Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan," imbuhnya.

Untuk itu, dia mengingatkan, masyarakat untuk mewaspadainya dan memahami bahwa penyebaran HIV dan virus-virus sejenisnya melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Ia optimistis dengan adanya kegiatan ini sekaligus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama soal penularannya sehingga menjadi lebih paham dan bisa terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan masyarakat agar setia terhadap pasangan dan tidak melakukan hubungan terlarang serta berganti-ganti pasangan karena penularan virus pembangkit HIV juga cukup banyak melalui hubungan intim, selain pula melalui transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, dan lain sebagainya.
Share:

Jepara Darurat HIV/AIDS, Peringkat 1 Se Jawa Tengah

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jepara setiap tahun kian mengkhawatirkan. Bahkan, berdasar estimasi kumulatif tahun 2018, Kota Ukir menempati peringkat pertama kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara M Fakhrudin mengatakan dari tahun ke tahun, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Ukir terus meningkat signifikan.

Tahun 2015, tercatat ada 603 kasus. Tahun 2016, jumlahnya bertambah menjadi 721 kasus. Setahun berikutnya, meningkat menjadi 870 kasus dan tahun 2018 melonjak lagi menjadi 1039 kasus.

Angka kasus baru HIV/AIDS di Jepara tiap tahun juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

Tahun 2016, tercatat ada 118 kasus baru. Tahun 2017, naik menjadi 149 kasus baru. Lalu 2018, melonjak menjadi 169 kasus baru. Dan hingga Agustus 2019, tercatat sudah ada 96 kasus baru HIV/AIDS.

"Makanya Jepara darurat HIV/AIDS," kata M Fakhrudin yang juga Sekretaris KPA Kabupaten Jepara, Kamis (7/11/2019).

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Nur Hidayat mengaku prihatin dengan trend meningkatnya jumlah penderita HIV AIDS di Kota Ukir.

Komisi yang membidangi urusan kesehatan ini mengimbau seluruh stakeholder dan berbagai elemen masyarakat agar bergerak bersama menangani persoalan tersebut.

"Ini merupakan tanggung jawab kita semua. Kejadian darurat HIV ini harus menjadi catatan penting bagi kita untuk segera melakukan pencegahan dan tindakan lain yang konkrit agar penderita HIV/AIDS tidak terus bertambah," tambah Nur Hidayat.

Kasus HIV/AIDS ini, kata Nur Hidayat tak bisa dipandang sepele. Sebab peningkatan angka kasus akan memunculkan berbagai dampak, baik terkait urusan kesehatan maupun sosial.

"Komisi C akan memberikan support secara total dari sisi anggaran dan lainnya. Upaya sosialisasi, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan dengan maksimal dan lintas sektoral," tambahnya.
Share:

Pencuri Motor Spesialis Orkes Dibekuk Petugas

Infoseputarjepara.com - Satreskrim Polres Jepara berhasil menangkap pelaku pencurian motor berinisal AKA (19) di desa Pancur Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.

Rabu (30/10/2019) Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman, SIK., MH saat konferensi pers mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan dari korban yang kehilangan motor miliknya saat di lokasi pertunjukan salah satu orkes di desa Bantrung Batealit Jepara.

Saat itu korban memarkir motornya di depan rumah warga yang berjarak kurang lebih sekitar 15 m dari lokasi pertunjukan orkes berlangsung.

Penangkapan itu dilakukan setelah anggota melaksanakan pemeriksaan terhadap para saksi dan diketemukan adanya barang bukti berupa 1 unit Sepeda Motor merk honda beat. Dan dilakukan pengembangan anggota berhasil menangkap tersangka yakni AKA (19) di desa Pancur Mayong Jepara.

Saat ditanyai tim media tersangka AKA mengatakan bahwa ia pernah mencuri motor sebanyak 3 kali dan biasanya ia mencuri hanya menbutuhkan waktu 1 menit bisa membawa kabur motor korban.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ia melakukan pencurian sepeda motor biasanya dengan temannnya di tempat hiburan orkes dan hasil curiannnya dijual kisaran 1.5 juta hingga 2 juta rupiah.

Sumber : tribratanewsjepara.com
Share:

Pilpet Serentak Di Jepara Kurang 2 Minggu, Menjadi Topik Obrolan Bapak Bapak Di Berbagai Cafe Kucing

Suasana meriah jelang hajatan besar di seluruh desa di Kabupaten Jepara yakni Pemilihan Kepala Desa Serentak tanggal 17 oktober 2019 nanti mulai kian terasa. Sebanyak 136 desa di Jepara akan melaksanakan hajat tersebut. Hal kecil yang paling nampak jelas ialah ketika kita secara teliti mengamati beberapa tempat yang biasanya sering didatangi orang ketika ingin bersantai sembari ngopi seperti kedai-kedai kopi kelas pinggiran yang kalau diperhatikan topik obrolan mereka yang di dominasi oleh para bapak-bapak yang merasa kopi diwarung lebih nikmat ketimbang buatan istri adalah tentang pentas pemilihan kepala desa nanti.

Malam itu, kondisi alam sedang sangat mendukung untuk menikmati secangkir kopi sambil bercengkerama dengan rekan-rekan untuk sekedar menghabiskan malam. Meluncurlah saya saat itu menuju ke warung kopi milik Om Gepeng. Sebuah warung kopi segala golongan yang tak mengharamkan mereka yang hanya beli kopi segelas namun nongkrong sampai lebih dari 4 jam.

Begitu saya sampai, Beberapa bapak-bapak nampak sedang beradu argumen bahkan dengan ekspresi wajah yang lumayan serius. Sampai-sampai ketika saya mencoba menyapa salah satu dari mereka, saya hanya di cuekin saja. Positif thinking lah saya, mungkin saya nyapanya kurang keras dibanding suara bapak lainnya yang kelihatannya adalah lawan debat dari bapak yang saya sapa tadi.

Beberapa menit duduk sambil menunggu kopi pesanan dihidangkan, saya mencoba mendengarkan apa sebenarnya yang menjadi topik perdebatan mereka sehingga sapaan mesra penuh sopan santun saya tadi akhirnya di acuhkan. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk memahami apa yang mereka perdebatkan, perihal Pilkades-lah yang ternyata membuat ke 4 bapak ini begitu serius dalam beradu pendapat sampai lupa kalau istrinya dirumah mungkin juga sudah melakukan pemanasan untuk menyiapkan topik perdebatan baru lagi, atau mungkin lebih tepatnya omelan.

Suara keras, ngotot, nggak mau kalah adalah tipikal bapak-bapak yang duduk persis didepan saya. Sementara yang diseberangnya terkesan menyepelekan setiap argumen yang dilontarkan bapak-bapak ngotot didepan saya tadi. Lalu dua bapak-bapak yang juga nampak ikut menyimak perdebatan namun dengan senyum yang sedikit dipaksakan hanya bertugas meng"iyakan" setiap argumen yang dipertanyakan kepadanya. " Jagoku iki wis mesti menang Neng Wilayah Nganti Njoho, yo rak wo?" begitu biasanya argumen yang dilemparkan, lalu si bapak pasif cuma jawab " Nggih pak" lagi-lagi dengan senyum yang dipaksakan.

Kenikmatan ngopi saya jadi sedikit terganggu dengan semakin tingginya nada bicara di arena perdebatan yang tak kalah panas dengan ILC di TVOne itu. Meski begitu satu hal positif yang bisa saya ambil dari perdebatan itu adalah setelah menghabiskan semua topik obrolan mereka kembali akur lagi, bahkan si bapak yang paling keras suaranya dan yang paling ngotot tadilah yang kemudian mentraktir para peserta debat tidak termasuk saya. Hehehehee

Ini sedikit menggambarkan bahwa masyarakat desa Desa Menganti kini sudah semakin dewasa ditengah maraknya trik dan kelicikan persaingan politik yang semakin terang-terangan dipertontonkan di tingkat yang lebih tinggi. Karena memang siapapun kepala desa yang kita jagokan akan menerima 2 kemungkinan yang sama, kalau tidak menang ya pasti kalah karena namanya kompetisi itu sudah mutlak hukumnya. Yang menang harus dihormati karena bagaimanapun dialah pemimpin sah desa nantinya sementara yang kalah santai saja, saya tidak bilang bukan rejekinya, karena menjadi pemimpin bukan sebuah rejeki namun amanah atau tugas yang tentu saja memiliki konsekuensi yang berat dunia dan akhirat apabila tidak dapat adil bahkan sengaja melakukan kecurangan yang merugikan warganya.
Share:

REGULASI KELAS EXTREME



KELAS EXTREME

1. "Harus menggunakan mesin sepeda motor". Layak jalan dan fungsional.

2. Terbuka bagi semua motor jenis apapun yang sudah mengalami perubahan/modifikasi frontal yang berbeda dari bentuk asli/umum tetapi "harus berbentuk motor roda dua.

3. Monowheel, onewheeler, jet boomer, i-unit, tidak boleh ikut kelas ini.

4. Motor modifikasi berbentuk ATV, trike, chooper extrim dan quadracycle tidak diperbolehkan.

5. Pemakaian ban/pelek mobil diperbolehkan, dianjurkan sesuai dengan spesifikasi kaki-kaki motor.

6. Kelas khusus untuk seluruh motor yang menampilkan ide kreasi, konsep dan inovasi terbaru dari kaum modilover yang belum pernah ada, terutama dari segi konsep/desain/teknologi dan inovasi/penemuan terbaru. Inovasi yang ditampilkan harus bersistem jelas, tidak asal pasang, dan harus bisa diaplikasikan di jalan (layak jalan).

7. Model/gaya/aliran yang dianut bebas. (naked bike, futuristik, dragster dll)

8. Penilaian mengutamakan : performa komposisi, ide kreasi baru, trend anyar, cat/airbrush, kelistrikan, tingkat kesulitan dan tipstrick menaklukan sebuah masalah modifikasi motor, trouble shooting dan keserasian universal.
Share:

REGULASI KELAS JAPS STYLE



KELAS JAPS STYLE

1. Diperuntukkan bagi modifikasi semua jenis / type motor merk, yang sudah mengalami perombakan dari standarnya dengan konsep klasik/retro style, ataupun yang sudah mengalami restorasi, retroisasi maupun customisasi secara terbatas.

2. Konsep dan desain harus jelas. Bisa mengaplikasi body custom made berbahan fiber glass/plat.

3. Gaya yang dianut aliran klasik bebas, boleh jap’s style, brat style, street tracker, scrambler, vintage retro, cafe racer dll.

4. Diperuntukan bagi motor dengan desain/model dan pengerjaan kaki, body dan chasis sempurna, terutama segi pra-cetakan, lekukan, pengelasan dan finishing. Bentuk stereotif dan komposisi/keserasian model klasik/retro kustomnya diutamakan.

5. Rangka/chasis bisa pakai orisinil bawaan motor atau comotan motor lain namun dalam satu varian, dengan subframe bisa dikonstruksi/tata ulang. Namun, tidak boleh memakai rangka baru bikinan sendiri/custom handmade.

6. Kaki-kaki dan penggerak dianjurkan konvensional. Orbital, gardan, cantilever, single sided arm & fork serta penggerak system baru tidak dianjurkan, penggerak/gardan custom/gardan eks. standar motor besar bisa digunakan.

7. Boleh melakukan proses re-paint : cat bunglon, mutiara, xyralic, hologram, glitter, dub city, ghost flame atau airbrush. Dan bebas melakukan proses poles atau krom.

8. Boleh mengaplikasi pelek handmade selama konstruksinya konvensional, diperbolehkan menggunakan ban eks. mobil selama mendukung konsepnya, diperkenankan menggunakan unit cakram konvensional maksimal 2 lingkar sisi depan dan 2 lingkar sisi belakang dengan satu kaliper di setiap piringan cakramnya (Buell dan BIB diperbolehkan).

9. Khusus penggerak drive belt dan timing belt diperbolehkan. Dan boleh menggunakan part body type lain, termasuk produk build up atau limbah moge (non ATPM lokal).
Share:

REGULASI KELAS SPORT MODIF



KELAS SPORT MODIF

1. Kelas modif untuk motor tipe sport/batangan/laki2.

2. Diutamakan bagi motor modif ber-"stereotif bentuk sebuah motor sport/sport bike.” Aliran bebas (sport bike, fairing, naked, fighter, monster, trail dll).

3. Mesin, komponen pendukung dan komponen lain bisa dimodifikasi atau diganti variasi.

4. Bodi boleh dirombak, namun tidak boleh transsexual (bebek menjadi sport, maupun skutik jadi sport)

5. Bodi fiber atau plat diperbolehkan, kecuali custom 3D.

6. Kaki-kaki “terbatas” dimodifikasi. Penggantian tidak boleh terlalu frontal, maksimal pemakaian tabung sok aksesoris, monosok, piringan cakram besar/Ninja, giga disc.

7. Dobel cakram tiap pelek diperbolehkan. Multikaliper dan multikarbu tidak diperbolehkan.

8. Sistem konstruksi kaki-kaki dan penggerak harus konvensional.

9. Monoarm pabrik, suspensi, dan kaki limbah moge diperbolehkan.

10. Swingarm, fork hand made diperbolehkan asal berkonstruksi konvensional, seperti swingarm extended, banana dobel arm, springer fork atau garpu/up side down custom (kondom/sok dibalik).

11. Penggerak orbital/gardan/TTS/cantilever/transfer sytem baru "tidak" diperbolehkan, kecuali V-belt dan timing belt diperbolehkan.

12. Aplikasi pelek handmade diperbolehkan selama konstruksinya konvensional dan harus menggunakan ban sepeda motor (non mobil)

13. Pemakaian konstruksi sistem pengereman non konvensional dilarang. Contohnya: BIB, dll.

14. Penggunakan IBE tidak diperbolehkan. Multi tacho dan multi gauge diperbolehkan.
Share:

REGULASI KELAS AIRBRUSH



KELAS AIRBRUSH

1. Kelas modif semua motor yang diairbrush/cat dengan motif striping ber-style bebas, baik airbrush realis, grafis, techno, animasi, pop art dll. Aplikasi efek seperti glitter/fostor/tribal/gothic/grafis/technomatrix/streamline graffity diperbolehkan,

2. Teknis pengecatan/airbrush bebas. (mal, stripping, free hand dll)

3. Penilaian terdiri dari desain/motif yang dipilih, detail/kehalusan gambar, komposisi grafis dan realis, pewarnaan dan finishing. Detail/kehalusan terdiri atas garis-garis, lekukan maupun sambungan antar bagian, atau tematik, mimik hingga gradasi.

4. Mengutamakan aplikasi penbrush, spray gun dan teknik grafis, alat tambahan khusus seperti brush/kuas, rapido, spidol, ballpoint, boxy dll masih diperbolehkan.

5. Unsur pewarnaan yang dinilai adalah keserasian warna, colouring, gradasi warna dan kombinasi.

6. Pemakaian efek-efek brush, inovasi dan media brush (kaca/bulu/kasa/kain/benang/kapas dll) atau media lain sangat dianjurkan. Trend baru seperti water transfer atau digi-print diperbolehkan, tetapi bukan poin penilaian utama.

Share:

REGULASI KELAS CEPER CAKEP / CEPER MODIF



KELAS CEPER CAKEP / CEPER MODIF

1. Motor bebas ( all varian ) Peserta ceper cakep / maskot tidak "tidak" dihitung ketinggian mesinnya/ground clearance ke tanah.

2. Hanya mengutamakan performa luar dari modif tema/gaya ceper.

3. Penilaian diambil dari kreativitas dalam menceperkan motor, tip triks, trend, airbrush/cat, tema/ciri khas mocep dan performa universal.

4. Teknik ceper bebas. (bisa potong sok/tekuk rangka/komstir) atau coak tangki.

5. Kaki-kaki dan body "bebas" dimodifikasi, tetapi masih menggunakan sok atau komponen sokbreker, monosok, sok variasi dll yang sudah dikreatifi model motor ceper.

6. Aplikasi aksesori variasi dalam jumlah banyak dan mahal belum tentu meraih point tinggi.

Share:

REGULASI KELAS PRO CLASSIC STREET RACING



KELAS PRO CLASSIC STREET RACING

1. Kelas motor modif aliran racing harian / racing funky, berbasis sport/bebek klasik (80-90an) dan atau dimodel style klasik racing.

2. Motor di kelas ini, tidak diperkenankan ikut kelas PRO STREET RACING.

3. Tidak dibatasi kapasitas / jenis mesin. Kecepatan dan kekuatan mesin (power output) tidak dihitung, hanya mengutamakan performa luar sebagai item penilaian utama.

4. Nosin dan noka tidak boleh diganti (harus sesuai STNK). Modif rangka, pakai rangka baru (handmade) atau comot merek lain tidak diperbolehkan.

5. Model racing klasik harian, harus dilengkapi body minimal 80% utuh serta wajib dilengkapi lampu depan dan belakang.

6. Part body boleh diganti dengan teknik pengerjaan mix & match body, teknik transfer body tidak diperbolehkan.

7. Aplikasi stoping system dibatasi 1 unit cakram depan dan 1 unit cakram belakang (satu disc dan satu kaliper di tiap cakramnya sebelah kanan).

8. Finishing body maksimal grafis dengan rangka polos non grafis. Diperbolehkan mengaplikasi cutting stiker minimalis, water transfer paper dan masih menonjolkan warna dasar (bukan warna nano-nano), krom rangka diperbolehkan.

9. Coak rangka dan coak body dilarang, kecuali sekedar pelubangan body, namun tidak frontal.

10. Pemakaian komponen racing dan variasi seperti karburator, intake manifold, pengapian, oil cooler, knalpot, footstep, diperbolehkan. Tetapi, penggunaan part dan asesoris mahal dan banyak bukan menentukan poin tinggi. Boleh pakai knalpot kidal.

11. Penggerak konvensional. Harus memakai pelek / ban sepeda motor. Pelek custom eks. mobil tidak diperbolehkan dipakai!

12. Pemakaian pelek jeruji minim wajib 36 buah / lingkar pelek, tidak boleh kurang atau lebih. Jeruji model pelintir diperbolehkan. Jeruji jarang/kurang, custom dari betoneser, atau gabungan jeruji dengan pelek palang tidak diperbolehkan.

13. Aplikasi asesoris lain bebas, jok maksimal diganti kover. Single seater, plat, bordes, akrilik dilarang.

14. Inovasi modifikasi teknologi engine (sistem pengapian, system bahan bakar, cangkok silinder head, system pendingin) diperbolehkan selama tidak mengubah konfigurasi engine, tidak over dan fungsional. Penggunaan perangkat tambahan seperti turbo dan sejenisnya tidak diperbolehkan.

Share:

REGULASI KELAS PRO STREET RACING



KELAS PRO STREET RACING

1. Kelas khusus modif all varian aliran racing harian.

2. Motor di kelas ini, tidak diperkenankan ikut kelas CLASSIC STREET RACING

3. Model racing harian, harus dilengkapi body minimal 80% utuh serta wajib dilengkapi lampu depan dan belakang.

4. Part body boleh diganti dengan teknik pengerjaan mix & match body, teknik transfer body tidak diperbolehkan. Motor ber-mix&match tidak jaminan poin tinggi (tidak dihitung), dianjurkan bodi standar.

5. Aplikasi stoping system dibatasi 1 unit cakram depan dan 1 unit cakram belakang (satu disc dan satu kaliper di tiap cakramnya sebelah kanan untuk sport dan bebek).

6. Finishing maksimal grafis minimalis dan masih menonjolkan warna dasar (bukan warna nano-nano), boleh krom rangka.

7. Coak rangka dan body dilarang, kecuali sekedar pelubangan body, namun tidak frontal.

8. Pemakaian komponen racing dan variasi seperti karburator, intake manifold, pengapian, oil cooler, knalpot, footstep, diperbolehkan. Tetapi, penggunaan part dan asesoris mahal dan banyak bukan menentukan poin tinggi.

9. Penggerak konvensional dan harus pelek / ban sepeda motor tidak boleh pelek custom.

10. Pelek jeruji minim wajib 36 buah / lingkar pelek, tidak boleh kurang atau lebih. Jeruji pelintir diperbolehkan. Tidak boleh jeruji jarang/kurang, custom dari betoneser, atau gabungan jeruji dan pelek palang.

11. Asesoris lain bebas, jok maks ganti kover, dilarang single seater, plat, bordes, dan akrilik.

12. Inovasi modifikasi teknologi engine (sistem pengapian, system bahan bakar, cangkok silinder head, system pendingin) diperbolehkan selama tidak mengubah konfigurasi engine, tidak over dan fungsional. Penggunaan perangkat tambahan seperti turbo dan sejenisnya tidak diperbolehkan.





Share:

REGULASI KELAS HEREX STYLE



KELAS HEREX STYLE

1. Kelas khusus motor modif aliran racing harian /trek liaran/balap liaran , berbasis sport dan bebek.(Sok depan wajib berdimensi tegak/rebound minimal 10cm).

2. Tidak dibatasi kapasitas / jenis mesin. Kecepatan dan kekuatan mesin (power output) tidak dihitung, hanya mengutamakan showbike only dengan performa luar sebagai item penilaian utama.

3. Nosin dan noka tidak boleh diganti (harus sesuai STNK). Modifikasi rangka, pemakaian rangka baru (handmade) atau mencomot merek lain tidak diperbolehkan.

4. Gaya modif bebas, wajib dilengkapi lampu depan dan belakang.1 spion dan 1 plat nomor dibelakang.

5. Untuk body boleh gaya telanjang/protolan, yang memang untuk makin menunjang penampilan.Wajib ada fender depan dan belakang.

6. Aplikasi stoping system dibatasi 1 unit cakram depan saja dan belakang model drum brake.

7. Untuk tampilan bodi dan rangka, finishing boleh motif grafis, WTP, cutting stiker minimalis dan warna boleh nano-nano pada bodi dan rangka, namun tetap harus berkonsep racing (nama bengkel diperbolehkan).Untuk krom rangka diperbolehkan.

8. Coak custom diperbolehkan hanya di bidang footrest, tutup drum brake, braket gir balakang, swing arm, dan untuk bodi diperbolehkan custom coak (sebagai pelubangan/sayatan untuk mempermanis tampilan body).Untuk jok dilarang custom lubang.

9. Pemakaian komponen racing dan variasi seperti karburator, intake manifold, pengapian, oil cooler, knalpot, footstep racing, stabiliser, digital meter diperbolehkan.(Knalpot wajib sebelah kanan).Tetapi, penggunaan part dan asesoris mahal dan banyak bukan menentukan poin tinggi.

10. Penggerak konvensional. Harus memakai pelek / ban sepeda motor. Pelek custom eks. mobil tidak diperbolehkan!

11. Pemakaian pelek jeruji minim wajib 36 buah / lingkar pelek, tidak boleh kurang atau lebih. Jeruji model pelintir tidak diperbolehkan. Jeruji jarang/kurang, custom dari betoneser, atau gabungan jeruji dengan pelek palang tidak diperbolehkan.Untuk gaya velg belang (salah satu pakai velg palang) diperbolehkan, dan ban wajib ukuran minimal 225 atau 60/80 atau setara dengan ring 17 inci.

12. Asesoris lain bebas, jok maksimal diganti kover. Single seater, plat, bordes, minus akrilik dilarang.

13. Layak jalan, fungsional, bukan fashion style, tidak over dan sesuai pakem herex style ( balap harian jalanan 1200m ).



Share:

REGULASI KELAS STICKER/DECAL



KELAS STICKER/DECAL

1. Kelas modif untuk all motor baik bebek, sport & matic yang mempergunakan stiker tanpa melihat sisi modifikasi atau pemakaian asesoris lainnya.

2. Model/style stiker bebas, minimalis, Dub City, Hot wheels, JDM, digital printing, cutting stiker, decal, full block sticker dll.

3. Item penilaian : Desain stiker, desain warna, komposisi, tema/konten stiker, pemasangan stiker, kerapian, estetika, tips trik dan keserasian universal.

4. Stiker yang dipasang "Dilarang dipernis atau ditop-coat!!" bodi motor boleh dicat asal bukan stiker yang dicat atau diairbrush ulang. Baik bodi maupun kaki-kaki boleh distiker, bisa pakai full blok stiker

5. Lampu boleh dismoke dengan bahan stiker asal sinar lampu masih terang.

6. Stiker motif karbon baik model glosy dan doff bisa dipasang, kecuali model dan teknik laminasi paper tidak diperbolehkan.

7. Campuran jenis atau model stiker seperti custom stiker diperbolehkan asal tetap mengutamakan estetika dan keserasian desain.

8. Bodi motor wajib std tanpa diutak-atik,tanpa coakan atau pelubangan bodi.

9. Penilaian tidak terpaut antara harga/bahan stiker yang dipakai, dengan kesulitan pengerjaan, banyak warna dan motif yang dipakai.
Share:

REGULASI KELAS FASHION DAILY



KELAS FASHION DAILY

1. Kelas modif modifikator "rookies category", khusus tipe bebek, sport dan matic yang dimodif minimalis style harian.

2. Kaki-kaki dan mesin boleh dikrom atau poles.

3. Maks bodi utama standart motor dan boleh mengganti atau penambahan sub body dengan teknik mix & match ( bold on ).

4. Spesifikasi modif “safety riding”, wajib pasang spion, boleh aseso / standart motor. Wajib pasang platnom, headlamp, signlamp dan stoplamp.

5. Boleh ganti warna : cat bunglon, mutiara, xyralic, hologram, glitter, dub city, ghost flame sederhana. Tidak airbrush total.

6. Stiker std pabrik bisa dikelupas, boleh ganti cutting stiker/digital printing.

7. Mencoak bodi diperbolehkan, sepanjang tidak frontal, aplikasi fibertrens hanya diperbolehkan untuk pendukung pernik asesoris (bukan pendukung bodi), seperti rumah tacho.

8. Kaki-kaki “terbatas” dimodifikasi, tidak boleh frontal, maksimal ganti tabung sok aksesoris, upside down variasi, piringan cakram besar dan giga disc, asesoris toko dan pelek variasi.

9. Modif kaki harus konvensional, monosok tidak diperbolehkan, kecuali bagi motor yang dari standarnya sudah ber-monosok.

10. Pengereman dibatasi : maks. single cakram depan - belakang (sisi kanan untuk rem belakang). Tidak boleh multikaliper dan piringan cakram Buell.

11. Boleh pakai ban std pabrik / variasi, wajib beralur / tread, bukan polosan / slick. Tidak dibatasi ukuran, harus menggunakan ban sepeda motor.

12. Penggerak/kaki-kaki harus konvensional (rantai / cvt belt ).

13. Jok dan covernya bebas diganti produk variasi. Aklirik, fiber, single seater, plat & bordes “Tidak diperbolehkan”.



Share:

KELAS KELAS BABY MOTHAI



KELAS BABY MOTHAI

Note :

1. Regulasi sama dengan pure thai look, namun dengan style roda-roda profil kecil, yang boleh menggunakan kombinasi pelek dan roda diameter kecil, minimal ring 12 inci. Penggantian pelek harus menggunakan part bolt-on dari variasi atau standar EOM, tidak boleh memakai pelek custom ( monoblok custom/kipas dicustom atau pelek sambung).

2. Selain item penilaian yang tertera di regulasi umum, komposisi universal tema modif motor dengan style roda kecil sangat diutamakan, sehingga penambahan sub-tema modif, misal stance thailook, atau racing, philiphinos, dianjurkan.
Share:

REGULASI KELAS PURE THAI LOOK



KELAS PURE THAI LOOK

1. Kelas motor bebek/sport/skutik yang dimodif harian untuk profesional gaya Thailand Style. Dikhususkan untuk modif daily using, bukan racing.

2. Maksimal “bodi masih orsi motor" berikut aksesoris variasi toko/bolt on dan bukan custom. Transfer body / kawin silang “body part” dengan varian lain tidak diperbolehkan, tetapi mix & match dengan varian asli body pabrikan Thailand diperbolehkan.

3. Lampu dan kedok depan tidak boleh dicustom, tidak boleh diganti kedok merek dan jenis lain atau style trondol dan wajib dipasang lampu. Dilarang mengcustom/bor/coak atau memotong body, dan tidak boleh melepas part/sub body termasuk spatbor/fender depan-belakang

4. Cat ulang diperbolehkan, warna polosan tanpa grafis, boleh beda warna per sub-body. Two/ three tone boleh, asal tidak dalam satu bidang body, Stiker (grafis minimalis, cutting sticker, digital print, logo) diperbolehkan baik asli atau replika, diutamakan konsep Thailand, tetapi non-pernis. Pemakaian subbody dengan bahan serat karbon, laminasi atau sejenisnya bisa, dan hanya sebagai mendukung penampilan.

5. Kaki-kaki "terbatas" dimodifikasi. Penggantian kaki-kaki harus variasi toko / plug and play dan tidak boleh dicustom/handmade. Khusus matic harus menggunakan CVT tertutup (tanpa lubang).

6. Aplikasi footrest&underbone hanya untuk bebek ayago dan sport/batangan.

7. Aplikasi pengereman maksimal single disc dpn dan single disc belakang sebelah kanan. Khusus matic, dianjurkan tidak berkaki molor/low rider.

8. Harus menggunakan pelek dan ban sepeda motor. Pemakaian pelek custom dari bahan pelek non motor seperti eks mobil tidak diperbolehkan. Perubahan diameter roda (12,16,17 inchi dst) diperbolehkan dengan profil/ukuran bebas. Namun harus memakai ban baik standar pabrik/variasi, bukan slick. Tanpa ruji pelintir dan tanpa pelek belang.

9. Aplikasi asesoris/variasi diutamakan produk aftermarket non custom. Jumlah item, part mahal/premium, banyak, bukan point tinggi. Trend asesoris terbaru dari Thailand menambah penilaian. Variasi seperti FPR dll bisa dipasang, maks. 2 FPR, 3 stabilizer dan 1 cooler.
Share:

REGULASI KELAS NOVICE STREET RACING



KELAS NOVICE STREET RACING


1. Kelas khusus motor modif aliran racing harian / racing funky, baik berbasis bebek, sport atau matic model racing minimalis/pemula.

2. Model racing harian, harus dilengkapi body minimal 80% utuh serta wajib dilengkapi lampu depan-belakang dan seins. Khusus sport fairing, dilarang melepas fairing orsi, maksimal mengaplikasi teknik cutting fairing.

3. Part body tidak boleh diganti dengan teknik pengerjaan mix & match body, teknik transfer body tidak diperbolehkan (orsi bawaan motor). Khusus mika lampu, dilarang dilepas, dilubangi dan dilaminasi karbon, maks : dicustom sipit dan atau dismoke tipis. Dilarang melepas bagasi dan atau tangki di bawah jok dan digantikan pilar jok custom.

4. Aplikasi stoping system dibatasi 1 unit cakram depan dan 1 unit cakram belakang (satu disc dan satu kaliper di tiap cakramnya, khusus cakram belakang wajib di sebelah kanan untuk sport-bebek-matic). Dilarang pakai hidrolis sebagai penarik paha rem belakang.

5. Finishing wajib mengutamakan base coat/warna dasar satu warna untuk body dan atau rangka dengan bahan dasar solid, metalic atau xiralic, kecuali “glitter” dilarang. Maksimal bergrafis minimalis atau cutting stiker / digital printing minimalis. Tidak boleh pakai grafis berteknik water transfer paper.

6. Coak rangka, coak custom CVT matic dilarang dan coak body dilarang, kecuali sekedar ”pelubangan” body berbentuk bulat dan tidak frontal. Aplikasi CVT produk variasi lubang-lubang "diperbolehkan", tetapi dianjurkan part CVT model tertutup.

7. Pemakaian komponen racing dan variasi seperti karburator, intake manifold, pengapian, oil cooler, knalpot, footstep, velocity diperbolehkan. Dilarang knalpot kidal, foot rest underbone khusus matic, dan pemotongan leher setang (maks : tekuk setang).


Penggerak konvensional. Maksimal menggunakan tromol variasi, maksimal custom becak style. Dilarang menggunakan tromol custom, sambung dan lubang jeruji model tusuk.

9. Pelek jeruji wajib 36 buah / lingkar pelek, tidak boleh kurang atau lebih. Tidak boleh memakai jeruji jarang/kurang, custom dari betoneser, atau gabungan jeruji dengan pelek palang dilarang. Jeruji model pelintir diperbolehkan, namun diutamakan ruji model biasa/lurus.

10. Dilarang mengaplikasi teknik detailing gravir, etching dan krom plastik. Aplikasi asesoris dibatasi, harus konvensional dan non custom/handmade, kecuali custom bubut bottom dan tromol konvensional diperbolehkan. Dilarang mengaplikasi head/stop lamp Proyektor atau LED yang ditanam di reflektor, jok maksimal diganti kover dan tanpa lobang, single seater, plat, bordes, tanpa-akrilik.

11. Layak jalan dan fungsional dengan memasang spion (minimal 1), nopol depan-belakang, seins dan aplikasi ban non slick / gundul.


Share:

REGULASI KELAS NOVICE FASHION DAILY USE



KELAS NOVICE FASHION DAILY USE

1. Untuk motor modifikasi hasil kreasi modifikator "rookies category", khusus tipe bebek/sport dan matic yang dimodif “murni minimalis” style harian.

2. Tidak boleh menginstall stabiliser, FPR dan oil cooler aftermarket.

3. Boleh melakukan finishing krom atau poles untuk part metal.

4. Harus mempertahankan bodi utama standart/orisinil motor dengan pemasangan aksesoris variasi toko/pabrik (aftermarket) dan dilarang melakukan penggantian dan atau kawin silang body part varian lain baik dengan teknik mix & match atau transfer body.

5. Spesifikasi modif “safety riding”, wajib pasang 2 spion, boleh aseso / standart motor (non jalu). Wajib pasang 2 platnom konvensional (non Thailook style dan non custom). Dilarang ber-knalpot racing dan free flow.

6. Wajib ber-head lamp, sign lamp dan stop lamp (non Pro J, maksimal LED).

7. Cat ulang diperbolehkan dengan “warna polos” tanpa grafis. Boleh beda warna per sub-body, maksimal two tone (dua warna beda) dan “tidak dalam satu bidang body”. Batasan cat : solid, metalik, bunglon, mutiara, xyralic sederhana, non airbrush.

8. Boleh melubangi bodi, tidak frontal, hanya pendukung instalasi asesoris.

9. Kaki-kaki “terbatas” dimodifikasi. Penggantian kaki-kaki tidak boleh frontal, harus mengapliasi variasi toko / plug and play, dan tidak boleh dicustom/handmade. Khusus matic harus mengunakan CVT tertutup (tanpa lubang). Maksimal ganti sok dan fork aftermarket (non branded pure Thailook style). Dilarang mengadopsi swing arm produk aftermarket, maks : kawin silang swing arm merk lain.

10. Velg konvensional (non velg mobil dan custom), maksimal spoky (ruji) style non custom dan velg almu palang balok (non monoblok, non kipas & non Buell style).

11. Hella Flush style dilarang! Perubahan monosok tidak diperbolehkan, kecuali bagi motor yang dari standarnya sudah ber-monosok. Boleh melakukan penggantian diameter roda.

12. Pengereman dibatasi : maksimal single cakram depan - belakang (non Buell dan sisi kanan untuk rem belakang) dengan 1 kaliper di setiap discnya. Master aftermarket dan tabung tidak diperbolehkan.

13. Boleh memakai ban standar pabrik / variasi, beralur / tread non polosan / slick. Tidak dibatasi ukuran, harus pakai ban motor.

14. Jok dan covernya bebas diganti produk variasi dan dimodifikasi desain kovernya. Dilarang mengaplikasi jok desain 3 Dimensi. aklirik, fiber, single seater, plat & bordes.

Share:

REGULASI KELAS NOVICE PURE THAI LOOK ( ALL VARIAN )



KELAS NOVICE PURE THAI LOOK ( ALL VARIAN )

1. Kategori modif untuk motor matik, bebek & sport, yang dimodif minim harian, bergaya modif Thailand Style. Model/style bebas, termasuk daily use style atau daily street racing.

2. "Bodi masih orsi motor" berikut aksesoris variasi toko/bolt on. Transfer body / kawin silang “body part” dengan varian lain tidak diperbolehkan.

3. Lampu dan kedok depan tidak boleh dicustom, diganti kedok merek dan jenis lain atau style trondol dan wajib dipasang lampu. Dilarang mengcustom/bor/coak atau memotong body, dan tidak boleh melepas part/sub body termasuk spatbor/fender depan-belakang.

4. Cat ulang diperbolehkan, warna polosan tanpa grafis, boleh beda warna per sub-body. Stiker (grafis minimalis, cutting sticker, digital print, logo) diperbolehkan, diutamakan konsep Thailand. Penggunaan aksen karbon/laminasi bukan hal mutlak, hanya dalam skala kecil/terbatas, tidak over dan sebagai pendukung tampilan.

5. Kaki-kaki "terbatas" dimodifikasi, suspensi depan diutamakan stock. Penggantian kaki-kaki harus variasi toko / plug and play dan tidak boleh dicustom/handmade. Untuk matic, CVT harus tertutup (tanpa lubang)

6. Aplikasi pengereman maksimal single disc dpn dan single disc belakang sebelah kanan. Khusus matic, dianjurkan tidak berkaki molor/low rider. Harus menggunakan pelek dan ban sepeda motor. Pemakaian pelek custom dari bahan pelek non motor seperti eks mobil tidak diperbolehkan. Perubahan diameter roda diperbolehkan, namun harus memakai ban non slick, baik standar pabrik/variasi. Tanpa ruji pelintir.

7. Aplikasi dan trend asesoris khas style Thailand akan menambah poin penilaian. Tidak boleh menginstall stabiliser, FPR dan oil cooler aftermarket.

8. Monel dan emblem tidak boleh, kecuali emboss Thailand.

9. Knalpot harus menggunakan non type racing untuk varian matic.

10. Jok maksimal dimodif tipis dan diganti lapisan pelindungnya dengan kain kanvas atau produk sintetis dan tidak boleh dicustom/dikreatifi lubang.



Share:

REGULASI KONTES OTOTREND AL HIKMAH OTOCONTEST- JEPARA 2019

KETENTUAN UMUM EVENT

1. Terbuka bagi umum, perseorangan atau klub.

2. Penilaian lomba diutamakan pada penampilan/performa luar, murni showbike.

3. Nomor mesin dan nomor rangka tidak boleh diubah/ganti (sesuai STNK/BPKB). Khusus kelas ekstrim bisa memakai rangka baru atau buatan sendiri (handmade), dan boleh mengambil rangka merek lain atau dicustom ulang.

4. Panitia tidak menyediakan peralatan bengkel. Panitia tidak menanggung kerusakan motor / kehilangan komponen / variasi dalam situasi apapun selama kontes. Peserta wajib ikut menjaga keamanan motornya.

5. Pada saat lomba, semua motor yang terdaftar sebagai peserta lomba tidak diperbolehkan diutak-atik, dibawa keluar area penjurian atau dibawa pulang, kecuali terjadi force majeure.

6. Peserta "dilarang keras menyalakan/menghidupkan mesin" motor selama lomba. Kecuali untuk test jalan/scrutineering, keperluan test ceper fungsi, pemotretan dan oto-challenge.

7. Motor peserta yang dibawa keluar arena lomba dan peserta yang menyalakan mesin akan didiskualifikasikan/tidak akan dinilai.

8. Mengutamakan persaudaraan, persatuan dan kesatuan otomania, dilarang keras membawa senjata tajam, miras, dan barang-barang psikotropika.

9. Dilarang merokok dan wajib menjaga ketertiban serta kebersihan arena kontes.

10. Peserta wajib ikut technical meeting yang ditentukan panitia. Setelah technical meeting, dewan juri tidak lagi menerima protes, pertanyaan, ketidakfahaman dari peserta. Baik yang hadir dan/atau tidak technical meeting dianggap mewakili dan menyetujui ketentuan dewan juri.

12. Hasil lomba diputuskan oleh dewan juri yang berkompeten, dijamin objektif, fair dan bebas KKN. Ketentuan dewan juri tidak bisa diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat atau pertanyaan dalam bentuk apapun. Diskualifikasi adalah hak prerogatif dewan juri dan tidak bisa diganggu gugat.

13. Dewan juri tidak ada hubungannya dengan rangkaian acara, kepanitiaan, hadiah, piala dan nominal untuk peserta selama kontes berlangsung.

KETENTUAN KHUSUS EVENT

1. Regulasi ini adalah regulasi standar milik Ototrend. Dilarang keras mengutip, menyalin, mengcopy ataupun 'memodifikasi' tanpa ijin tabloid Ototrend. Pihak-pihak yang ingin menggunakannya bisa menghubungi redaksi Ototrend dan menjalin bekerja sama dengan Ototrend. Memakai tanpa ijin, adalah pencurian intelektual.

2. Semua motor akan didokumentasikan/diphoto oleh fotografer tabloid Ototrend - Jawa Pos / Indopos Group. Untuk kepentingan publikasi, pemotretan dan liputan, seluruh motor peserta kontes sepenuhnya menjadi hak milik Ototrend Media Group.

3. Panitia / dewan juri berhak memindah motor / peserta yang salah masuk kelas, dengan asumsi menyatukan rambu-rambu modifikasi. Dan bukan berarti yang pindah/ganti kelas dijamin menang / kalah.

4. Seluruh peserta wajib mengisi dan mengembalikan lembar spek modifikasi dari panitia maksimal saat technical meeting, sebagai syarat penjurian oleh dewan juri.

5. Motor yang sudah mendapat predikat King of Alhikmah Otocontest di tahun-tahun sebelumnya tidak diperkenankan ikut.



PELAKSANAAN & PENDAFTARAN

1. Digelar Sabtu- Minggu, 29-30 Juni 2019. Waktu pendaftaran on the spot, hingga Sabtu jam 17.00 waktu setempat.

2. Peserta dari luar kota bisa mendaftar via telpon / fax / transfer bank dengan menyertakan data motor, nomor polisi, nama pemilik dan kelas diikuti. Namun jika terlambat, tetap dikenakan pengurangan point.

3. Panitia tidak menerima penambahan pendaftaran baru pada saat lomba/sudah dinilai juri. Jumlah peserta tidak dibatasi. Setiap peserta hanya diperbolehkan maksimal ikut dua kelas.


BIAYA & SYARAT PENDAFTARAN

1. Biaya pendaftaran Rp.185.000,00 per kls/ motor.

2. Maksimal ikut dua kelas, sesuai regulasi masing-masing kelas. Peserta terlambat/ mundur, pendaftaran hangus/uang tidak dikembalikan.

3. Wajib menyerahkan satu lembar fotocopy kartu identitas yang masih berlaku (KTP/SIM) dan satu lembar fotocopy STNK/BPKB.

4. Untuk kategori novice/rookie, diutamakan untuk peserta yang benar-benar pemula dan bagi motor yang pernah juara 1 di kontes sebelumnya (2019) tidak boleh ikut, atau bisa tetap kontes dengan ikut kelas di kategori yang lebih tinggi.


TECHNICAL MEETING

1. Diadakan hari : Sabtu, 29 Juni 2019 jam 18.00 waktu setempat.
2. Peserta wajib mengikuti technical meeting. Yang hadir/tidak hadir di technical meeting dianggap menyetujui semua ketentuan lomba.
3. Pasca technical meeting, peserta diberi waktu 30 menit untuk pindah kelas/ tambah kelas, tetapi tidak boleh cabut pendaftaran. Setelah itu, panitia tidak menerima lagi “ganti/pindah kelas”.
4. Panitia dan juri tidak wajib memberi hak jawab/penjelasan atas pertanyaan/ketidakfahaman/miskomunikasi dan hal lain, akibat ketidakhadiran peserta dalam technical meeting.


SCRUTINEERING

1. Mesin harus hidup dan bisa dikendarai ( layak jalan/fungsional) melalui scrut/test jalan.

2. Semua komponen: gas dan rem harus berfungsi, termasuk gauge/indikator/lampu-lampu.

3. Sirkuit test jalan : trek lurus 50–100 meter dengan cone ( kondisional )

4. Peserta harus mengitari cone tersebut secara saling silang.


LOADING / UNLOADING

1. Motor display,: Sabtu 29 Juni 2019 mulai jam 10.00 - 17.00 waktu setempat.

2. Motor yang datang lebih dari waktu yang ditentukan dikurangi point. Panitia tidak Peserta yang terlambat lebih dari waktu dispensasi (fakultatif), dikenakan pengurangan 50% dari total poin.

3. Loading (memasukan motor ke arena kontes) dilakukan setelah motor di test jalan dan discrut oleh panitia.

4. Mulai pukul 19.00 waktu setempat, motor sudah tertata rapi dalam arena kontes sesuai kelas yang diikuti. Pemilik motor sudah tidak boleh mengutak-atik motor dan arena kontes disterilkan.

5. Tidak ada dispensasi waktu bagi peserta luar kota, ada pengurangan poin. Peserta yang sudah mendaftar tetapi terlambat daftar ulang dan display hingga batas waktu terakhir tidak dinilai, masih boleh memajang motornya.

6. Hasil lomba diumumkan : Minggu 30 Juni 2019 jam 11.00 waktu setempat.

7. Peserta diperbolehkan check out/mengeluarkan motor dan perlengkapannya setelah acara selesai.


HAK & KEWAJIBAN PESERTA

1. Mendapatkan fasilitas : stiker scrut, stiker Ototrend/sponsor, T-shirt, merchandize sponsor.

2. Boleh membawa peralatan bengkel, kit pembersih, lap, perlengkapan display dan sejenisnya secara terbatas. Disediakan alas karpet dan colokan listrik/level staging ( fakultatif ).

3. Boleh mempersiapkan/mengelap motor sebelum waktu penilaian. Waktu dan tanda ditentukan panitia.

4. Tidak dibenarkan mengutak-atik/perbaikan/mengelap motor selama pameran, kecuali diminta oleh team juri.

5. Peserta diperbolehkan berada di sekitar areal kontes (bukan dalam arena motor) pada saat penjurian dan pameran. Tetapi tidak diperbolehkan menunggui/tidur di arena.

6. Semua peserta memperoleh perlakuan dan hak sama harus menaati seluruh regulasi / tata tertib yang ada.


DEWAN JURI & PENJURIAN

1. Penilaian oleh dewan juri berkompeten Ototrend.

2. Penjurian dilakukan secara terpadu, komprehensip dengan jadual dan waktu yang telah ditentukan selama kontes berlangsung.

4. Seluruh peserta wajib mengisi dan mengembalikan lembar spek modifikasi dari panitia, sebagai syarat penjurian oleh dewan juri.

5. Hasil lomba diputuskan oleh dewan juri yang berkompeten. Keputusan /ketentuan dewan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

HASIL LOMBA

1. Lomba dibagi 16 kelas, masing-masing diambil 6 pemenang.

2. Semua pemenang mendapatkan piala, piagam & uang pembinaan.

3. Disediakan 25 penghargaan best, mendapatkan tropi & piagam.

4. 3 (tiga) King of Otocontest 2019, yakni King of Fashion, King of Racing dan King of Extreme, mendapatkan tropi utama king, & piagam.

KETENTUAN UMUM KELAS MODIF

1. Item penilaian semua kelas : performa semua bagian motor, kreativitas, tema, cat, stripping, aksesoris, kelistrikan, tata letak, trend, inovasi, tipstrick, inovasi, finishing, harmonisasi dan keserasian universal.

2. Aksesori variasi banyak/mahal, cat mahal, belum tentu point tinggi.

3. Spesifikasi modif “safety riding”, wajib pasang 2 spion, boleh aseso / standart motor. Wajib pasang platnom standar kepolisian (bukan buatan sendiri). Semua motor wajib layak jalan & fungsional.

4. Untuk kelas racing / street racing / custom : tidak dibatasi kapasitas cc / jenis mesin. Kecepatan dan kekuatan mesin (power output) tidak dihitung, hanya mengutamakan showbike only, performa luar sebagai penilaian utama.

5. Nosin dan noka tidak boleh diganti (harus sesuai STNK). Modifikasi rangka, pemakaian rangka baru (handmade) atau mencomot merek lain tidak diperbolehkan. Kecuali kelas custom, sub-frame bebas direkonstruksi dan extreme : rangka bebas.


KETENTUAN PER KELAS / KATEGORI

NOVICE PURE THAI LOOK - MATIC

NOVICE PURE THAI LOOK - NON MATIC

NOVICE FASHION DAILY

NOVICE STREET RACING

BABY MOTHAI

PURE THAI LOOK

FASHION DAILY

DECAL / STICKER

PRO STREET RACING

HEREX

PRO KLASIK RACING

CEPER CAKEP

AIRBRUSH

SPORT MODIF

JAPS STYLE

EXTREME


Share:

Viral Melamar Dengan Toyota Fortuner, Ternyata Mobil Tersebut Adalah Hasil Curian

Pati - Polres Pati membekuk sales mobil pelaku penggelapan terhadap penjualan mobil Toyota Fortuner ini.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto (Kamis, 20 Juni 2019) saat konferensi Pers mengatakan, tersangka DS menggunakan uang tersebut untuk judi online.

Aksi lamaran mobil mewah Toyota Fortuner VRZ di Kabupaten Pati viral di media sosial. Namun, kini muncul fakta baru yang mengejutkan. Ternyata mobil Fortuner itu adalah mobil curian, dan kini disita polisi sebagai barang bukti.

Sang mempelai pria, Purwanto alias Ucok warga Desa Winong, Pati, yang membeli mobil mewah itu sebagai mahar atau seserahan lamaran, pun menjadi korban. Karena dibohongi oleh sales diler Toyota yang menjual mobil tersebut.

Ucok pun diketahui sudah membayar mobil tersebut secara tunai, namun sales atau staff marketing PT Nasmoco Cabang Pati menggelapkan uang pembelian itu.

Pelakunya berinisial DS dan kini telah ditahan di Mapolres Pati. Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, dari hasil keterangan calon pengantin, yakni Ucok, ia mengakui membeli mobil Fortuner tersebut dari DS.

Ucok pun sudah memberikan uang kepada DS secara tunai sesuai dengan harga mobil di pasaran. Namun, oleh DS uang tersebut tidak disetorkan kepada diler. Justru uang hasil penjualan itu malah dibuat untuk main judi online.

“Dari pengakuannya, uang habis untuk main judi game online. Sementara akad jual beli yang dilakukan dengan Ucok pun tidak diketahui oleh pihak Nasmoco,” katanya saat jumpa pers di Mapolres Pati, Kamis (20/6/2019).

Lantas bagaimana DS bisa mendapatkan mobil Fortuner itu dan memberikannya pada Ucok?.

Ternyata, DS mencuri stok Fortuner dari garasi milik Nasmoco. Ini diketahui, ketika pihak Nasmoco melakukan pengecekan stok barang, setelah penasaran dengan kasus ini dan viralnya seserahan mobil mewah itu.

DS pun mengakui hal ini. Ia menyebut, modus yang digunakan yakni dengan dalih hendak menyerviskan mobil Fortuner itu. Biar petugas Nasmoco tidak curiga, ia beralasan mobil itu sebagai mobil bekas.

Dengan demikian, DS leluasa untuk membawa mobil tersebut dan diberikan ke Ucok. Ia pun memasang pelat nomor mobil baru untuk menyakinkan Ucok.

“Uang (pembelian mobil) sudah diberikan sebelum Lebaran. Saya melakukannya sendiri. Saya sudah bekerja (di Nasmoco) selama satu tahun,” kata DS.

Atas kejadian itu, pihak diler pun merasa dirugikan dan melaporkannya ke polisi. Nasmoco mengalami kerugian sebesar Rp 506.600.000, sesuai dengan harga mobil.

Kini DS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik sel tahanan. Ia dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancamannya, 5 tahun kurungan penjara.
Share:

Sekitar 170 Kapal Ikut Melarung Kepala Kerbau Pada Acara Pesta Lomban Kab.Jepara 2019

Jepara - Sekitar 170 kapal nelayan di ikut mengiringi prosesi larung kepala kerbau dalam tradisi Pesta Lomban di Kabupaten Jepara. Kapal-kapal itu singgah dari dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tengah laut.

Kepala kerbau yang akan dilarung ditempatkan di atas perahu kecil dan dilepas oleh Plt Bupati Jepara Dian Krsitiandi bersama forkompinda. Kapal-kapal nelayan, mengitari dan menyaksikan prosesi pelarungan tersebut.

Perahu kepala kerbau yang juga berisi sesaji dan hasil bumi itu kemudian menjadi rebutan puluhan nelayan. Mereka melompat ke laut untuk berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah.

"Tradisi Pesta Lomban dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat Jepara," ujar Dian Kristiandi, Rabu (12/6/2019).

Pesta Lomban adalah tradisi pelarungan kepala kerbau di tengah laut yang dilaksanakan sepekan setelah Idul Fitri. Ini dimaksudkan sebagai wujud syukur nelayan yang telah mendapat keberkahan laut selama setahun terakhir.

"Iya, ini merupakan wujud syukur para nelayan atas keberkahan yang diberikan Tuhan di laut," paparnya.

Tahun ini, ada sekitar 170 lebih kapal nelayan yang ikut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau.

"Ada sekitar 170 lebih kapal dan terdiri 1500 orang yang ikut. Semua sudah dibekali dan diberi pengamanan selama perjalanan ke laut," imbuhnya.

Dian menambahkan, tradisi yang lahir dari masyarakat tersebut kini telah menjadi destinasi wisata.

"Pemkab ikut melakukan pengelolaan," tuturnya.

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menyampaikam bahwa tradisi Pesra Lomban perlu dijaga karena menjadi identitas masyarakat.

"Tradisi ini muncul dari masyarakat, sehingga perlu dijaga supaya ruhnya masih tetap. Ini tradisi sakral berisi doa dan rasa syukur," tandasnya.

Sumber : detik.com
Share:

Agenda Pesta Lomban 2019 di Jepara.

Jepara - Pesta Lomban di Kabupaten Jepara akan digelar pada Rabu (12/6) pagi.
Serangkaian acara sebagai berikut:
Selasa, 11 Juni 2019
- Arak-arakan Kerbau Larungan Pesta Lomban
- Ziarah makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo
- Wayangan "Lakon-Wahyu Ketentraman", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Rabu, 12 Juni 2019
- Pesta Lomban
- Prosesi Kupat Lepet dan Hiburan
- Wayangan "Lakon-Srisadono", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Pada sore tadi Selasa (11/6) diawali dengan kegiatan arak-arakan kerbau dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto dan pementasan pertunjukan wayang kulit.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan sudah dilaksanakan, pihaknya mengaku siap melaksanakan pesta lomban tahun ini.

“Semua sudah siap, tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja, mudah-mudahan berjalan aman, dan lancar,” kata dia.

Secara umum pelaksanaan pesta lomban masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja untuk tahun ini, ibu-ibu Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) yang biasanya menumpang kapal Express Bahari dari dermaga Pantai Kartini Jepara, kali ini akan menggunakan kapal Kompi Air Kodam IV/Diponegoro yang berada di Jepara.

“Untuk kapal Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa, sehingga kami menggunakan kapal Kompi Air,” kata dia.

Dengan menggunakan kapal kompi air, kemungkinan mereka juga akan mengikuti prosesi larungan dari TPI Ujung Batu menuju Pantai Kartini Jepara.

Kegiatan pesta lomban diawali dengan arak-arakan kerbau, pada Selasa (11/6) pagi. Kemudian dilanjutkan ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo. Untuk malam harinya juga digelar wayangan wayangan semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Ketentraman” oleh dalang Ki Hendro Suryo Kartiko. Pada keesokan harinya, baru dilakukan prosesi larungan kepala kerbau yang diikuti jajaran Forkopimda, dan masyarakat nelayan.

“Untuk keamanan juga sudah siap, kerjasama dengan TNI/Polri, BPBD dan relawan,” kata dia.

Dijelaskan, masyarakat Jepara menyebut lomban ini dari kata “lomba-lomba” yang berarti masyarakat nelayan pada masa itu bersenang-senang dengan menggelar lomba laut sebagaimana saat ini yang masih terus digelar. Namun sebagian lainnya mengatakan bahwa kata Lomban berasal dari “Lelumban” atau bersenang-senang. Semuanya mempunyai makna yang sama yaitu merayakan hari raya dengan bersenang-senang setelah berpuasa pada bulan Ramadan sebulan penuh.
Share:

Tradisi Lomban di Jepara, Melarung Kepala Kerbau Ke Laut Sebagai Wujud Syukur Atas Tangkapan Ikan

Jepara - Pesta Lomban atau Lebaran Kupat sudah menjadi tradisi warga Kabupaten Jepara yang rutin dilaksankan tiap tahun. Kegiatan  yang dirayakan satu minggu setelah Idul Fitri tersebut dilaksanakan dengan melarung kepala kerbau ke laut.

Uniknya, kerbau yang kepalanya akan dilarung lebih dulu diarak hingga akhirnya disembelih, sehari sebelum acara pelarungan. Kerbau itu dibawa dari tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tempat penyembelihan.

Kerbau diarak dengan iringan keprajuritan dan sejumlah warga yang membawa hasil bumi. Tradisi tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

"Tradisi Lomban di Jepara sudah dilakukan sejak lama, yang digelar sepekan setelah Idul Fitri," ujar Seorang tokoh masyarakat yang juga dipercaya sebagai penyembelih kerbau di tradisi tersebut, KH Makin Sulaiman kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Makin menjelaskan, arak-arakan kerbau hingga penyembelihan memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk bersedekah.

"Kerbau yang disembelih, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat untuk dimasak. Ini maknanya bersedekah," paparnya.

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menambahkan bahwa tradisi ini bernapaskan Islam.

"Doa-doa yang digunakan bernapaskan Islam. Sedangkan untuk larung kepala kerbau dimaksudkan sebagai rasa syukur (nelayan) atas hasil tangkapan ikan. Jadi, itu untuk memberi makan habitat laut," tandasnya.
Share:

Walau Berbarengan Dengan Banyak Event Kontes Motor, Panita Al Hikmah Kontes Mayong Jepara Yakin Peserta Akan Membludak

Jepung Otre, Hamid, dan Fajar Otre
Kontes modifikasi motor terbesar dan terkonsisten di tanah air " My Modify For Al Hikmah #15 Novice & Yuoth Modificator Inspirations" akan hadir kembali pada hari Sabtu - Minggu, 29-30 Juni 2019. Ajang tahunan yang sudah 14 kali dilaksanakan tersebut akan menghadirkan 16 kelas utama, 25 the best kategori dan 3 the king.

Saat dihubungi konstributor infoseputarjepara.com lewat ponselnya, H. Abdul Hamid, M.pd, selaku humas kegiatan tersebut mengatakan bahwa panitia yakin jumlah peserta tahun ini akan tetap bisa menyamai rekor tahun lalu bahkan melebihi " Tahun lalu kita 236 motor dari berbagai daerah di Pulau Jawa Bali dan Sumatra, Mudah - mudahan tahun ini bisa sama atau melebihi meskipun banyak event dihari yang sama dengan kegiatan kita" tambah Hamid

Keyakinan pembludaknya peserta diyakini panitia karena disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya Kontes Al Hikmah merupakan konstes motor terkonsisten di Indonesia, oleh karena itu kontes ini sudah dinanti dan menjadi tujuan para modifikator.

Selain itu, jumlah kelas yang mencapai 16 kelas utama diyakini sudah mewakili semua jenis aliran modifikasi di Indonesia. Dari modifikator pemula sampai modifikator yang pro.

Untuk hadiah lomba, pada semua kelas utama panitia mengambil 6 terbaik dan ke 6 terbaik tersebut berhak mendapatkan uang pembinaan, piala dan piagam pengahargaan . Hal berbeda dengan kontes motor pada umumnya yang hanya mengambil 5 terbaik. Untuk peserta yang belum berkesempatan menjadi 6 terbaik masih bisa berkesempatan mendapatkan puluhan doorprize dengan doorprize utama sepeda motor.

 "Alhamdulillah kita masih konsisten mengambil 6 terbaik, dan doorprize utama sepeda motor produk jeparang pastinya" tambah hamid sembari tertawa.

Keunggulan lain pada kontes motor ini adalah membuka kelas Newcomers yaitu kelas dimana motor peserta yang sudah pernah juara 1 di kontes lain yang berlabel ototrend tidak di perbolehkan ikut pada ajang ini, misalkan memaksa ikut, peserta wajib ganti motor atau naik kelas. Ini pemberi kesempatan kepada modifikator pemula untuk bisa merasakan bangganya naik podium .

Lebih detail lihat brosur " My Modify For Al Hikmah #15 Novice & Yuoth Modificator Inspirations".

"Doanya saja mas, mudah mudahkan kontes berjalan lancar, bisa bersilahturahmi dengan peserta, guyup rukun tentunya" tambah bapak 2 anak tersebut.
Share:

Bocah 5 Tahun Tenggelam di Pantai Kartini Saat di Tinggal Beli Es Krim Ortunya

Jepara - Seorang anak berumur 5 tenggelam di kolam pantai kartini pada lebaran ke Kamis, 6 Juni 2019, beruntung berhasil diselamatkan.

Kejadian sekitar Pukul 14.30 wib, saat itu korban sedang bermain bebek-bebekan di kolam renang pantai kartini ,korban tergelincir dan tenggelam saat ditinggal orang tuanya membeli es krim. Beruntung , korban berhasil diselamatkan oleh personil keamanan . Korban kemudian di bawa ke RSUD Jepara untuk menjalani perawatan

Dua kejadian di tempat yang sama.
Selain anak tenggelam, Pada Objek Wisata di Pantai Kartini kemarin, terdapat juga seorang Anak umur 6 th, kecelakaan saat bermain motor trail mainan dan alami luka robek mulut atas dan rahang. Kejadian pada pukul 10.45 WIB .
.
Pukul 14.30 wib, Anak 5th, tenggelam di area kolam renang pantai kartini,korban tergelincir saat bermain bebek bebean an dan ditinggal membeli es krim, korban berhasil diselamatkan dan di bawa ke RSUD Jepara dengan Ambulance
.
Pada libur lebaran ini personel jajaran polres Jepara telah disiagakan di tempat wisata Pantai Kartini dan Bandengan namun diharapkan Masyarakat tetap harus berhati hati dalam mengawasi anak anak saat bermain
Share:

Ditinggal Munjung, 4 Rumah dI Kalipucang Welahan Jepara di Congkel Maling

Jepara -  4 rumah di Desa Kalipucang Welahan Jepara dijebol maling saat penghuni berkunjung  melaksanakan silaturahmi ke keluarga besarnya. Pelaku melakukan itu dengan cara menjebol jendela dan pintu. Sekurang kurangnya  kerugian total pada 4 rumah tersebut senilai 13,2 juta rupiah berhasil digasak oleh maling.

Sempat kepergok warga.

Muhammad Dhorifin yang merupakan korban pertama sempat curiga dengan adanya motor asing yang berada di belakang rumah korban ke empat Tohari. Dan benar saat melaksanakan pengecekan, maling tersebut langsung kabur.

“Saya sempat memergoki dan menarik baju pelaku yang masih beraksi di rumah Bapak Tohari namun saya tidak berhasil menangkap maling tersebut” terang Dhofirin.

Saat itu dengan reflek saya berteriak maling namun apa mau dikata, warga sekitar saat itu mayoritas juga masih melaksanakan silaturahmi sehingga pelaku berhasil kabur. Kemudian saya bersama warga lain melaksanakan pengecekan dan ternyata saya termasuk salah satu korban juga tambah Muhammad Dhofirin.

Kapolsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng Iptu Suyitno membenarkan adanya tidak kejahatan pencurian dengan pemberatan di Wilayah Hukumnya. Mendapatkan informasi tersebut, kami langsung meluncur ke lokasi namun pelaku berhasil kabur. Kami Polsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng bersama dengan Satreskrim Polres Jepara Polda Jateng akan melaksanakan penyelidikan atas kejadian curat dengan modus congkel jendela dan pintu tersebut.

“Untuk korban ada 4 rumah, korban pertama Muhammad Dhorifin (tidak ada kerugian dengan kondisi rumah dicongkel di bagian jendela), korban kedua Uminah (kerugian sekitar 2 juta dengan kondisi rumah dicongkel di bagian pintu belakang), korban ketiga Muhammad Suroto (kerugian sekitar 2,2 juta dengan kondisi pintu belakang rumah tercongkel) dan korban keempat Tohari (kerugian sekitar 9 juta dengan kondisi rumah, pintu belakang tercongkel). 

Kapolsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng Iptu Suyitno mengatakan supaya masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan "Kami tidak bosannya mengingatkan kepada warga masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta menitipkan ke tetangga apabila akan bepergian” jelasnya

Sumber : tribrtanewsjepara.com
Share:

Ini Penjelasan Warga Mengapa NH Melakakukan Lakon Batin di Puncak Songolikur Gunung Muria

Apa yang melatarbelakangi Nur Hasan (35), Warga Desa Srikandang, Bangsri, Jepara, untuk tinggal 40 hari dipuncak Songolikur, Gunung Muria, masih menjadi mesteri. Nur Hasan sendiri saat tiba di Desa Tempur, usai dievakuasi belum bisa banyak bicara, karena kondisinya.

Saat pertama kali diketahui oleh beberapa pendaki asal Semarang, Nur Hasan sudah dalam kondisi lemas. Laki-laki paruh baya ini tinggal di sebuah gubuk yang terbuat dari plastik MMT bekas. Sementara tidak ada perlengkapan dan perbekalan yang dibawanya.

Menurut informasi, kepada para pendaki asal Semarang tersebut, Nur Hasan menyatakan sedang menjalani laku batin untuk 40 hari. Saat itu dia mengaku sudah tiga pekan hidup di Puncak Songolikur, Gunung Muria, yang memiliki ketinggian kurang lebih 1.603 M dpl (di atas permukaan air laut)

“Kawan-kawan dari Semarang mengabarkan, kondisinya sudah lemah. Diajak turun tidak mau. Pendaki asal Semarang ini kemudian mengabarkan ke BPBD Semarang yang kemudian meneruskan ke BPBD Jepara,” ujar Mohamad Zaenudin, petugas BPBD Jepara, Minggu (02/06/2019).

Baca Juga: Kondisi Memburuk saat Jalani Nazar Nyepi di Puncak Songolikur, Warga Srikandang Jepara Dievakuasi

Mendapat informasi tersebut BPBD Jepara lalu menggelar sebuah Operasi Penyelamatan. Di mulai dari dibukanya Posko Lapangan di Desa Tempur, operasi ini kemudian memberangkatkan dua Tim SRU. Terdiri dari relawan SAR dan petugas Medis, dua tim ini akhirnya berhasil mencapai lokasi survivor.

Meski lemah dan kedinginan, Nur Hasan saat ditemukan masih bisa memberikan keterangan mengenai dirinya. Berdasar keterangannya, survivor ini mengaku mempunyai famili atas nama Masyhudi di Desa Sirahan, Pati, di sekitar MTs (Yayasan Darul Falah-Sirahan).
Share:

Menjalani Laku Batin di Puncak Songolikur Gunung Muria, Warga Bangsri, Jepara dievakuasi Paksa Oleh Petugas SAR

Jepara - Demi tunaikan nazar tinggal selama 40 hari di gunung, seorang pria bernama Nur Hasan (NH), hampir celaka.

Dia berada dalam kondisi kepayahan di Gunung Muria Puncak Songolikur, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Sabtu (1/6/2019) malam.

Beruntung nyawa NH (35 tahun)bisa diselamatkan.

Seorang warga setempat yang mengetahui kondisi korban meminta bantuan ke BPBD Jepara.

Setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki lebih dari satu jam, Satgas BPBD, tim kesehatan, dan relawan PB berhasil mencapai lokasi korban pada pukul 20.50.

Seusai dilakukan pemeriksaan kesehatan, diketahui kondisi korban sudah sangat melemah. Sebelumnya diajak warga korban tidak mau turun.

Namun setelah petugas gabungan melakukan upaya persuasif, NH berhasil dibujuk dan mau dievakuasi.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, korban beralamat di Desa Srikandang Kecamatan Bangsri, Jepara.

Pria ini sudah tiga minggu berada di lokasi. Ia nekat melakoni aksinya untuk menunaikan nazar tinggal selama 40 hari di Puncak Songolikur. Namun disayangkan Arwin, NH dalam memenuhi nazar itu tanpa dibekali perbekalan kebutuhan sehari-hari.

“Korban sudah berada di lokasi sejak tiga minggu yang lalu. Oleh warga korban sudah dibujuk dan diajak untuk turun. Dia menolak karena bersikeras menyelesaikan nazarnya,” tulis Arwin dalam laporannya.

Pada pukul 23.51 tim cepat tanggap darurat kesehatan (PSC 119) Puskesmas Keling I tiba di pos lapangan Balaidesa Tempur. Korban langsung mendapatkan pertolongan medis. Dia juga dipertemukan dengan keluarga.

Didampingi keluarga dan tim gabungan, NH dibawa ke Puskesmas Keling I untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

“Operasi evakuasi ditutup pada 2 Juni 2019 atau Minggu dini hari pukul 00.57,” lanjut dia.
Share:

Rata-rata 25 PNS di Jepara Masuk Masa Pensiun, Sebagian Besar didominasi Guru SD

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten Jepara, setiap bulannya berkurang 25 orang. Para ASN tersebut telah  memasuki masa pensiun dan tidak bisa lagi memberikan tenaga untuk pelayanan masyarakat.

Diyar Susanto selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara,  menyatakan sebagian besar yang masuk masa pensiun adalah para guru.

“Tidak mengherankan jika saat ini di Jepara, jumlah guru PNS di Kabupaten Jepara, khususnya di sekolah dasar, jumlahnya semakin berkurang,” ujar Diyar Susanto, Sabtu (1/6/2019).

Pada bulan Mei 2019, Pemkab Jepara memberikan Surat Keputusan (SK) pensiun kepada 27 ASN. Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan SK Pensiun tersebut pada Jumat (31/5/2019) pagi.

Selain menerima SK pensiun para ASN juga diberikan beberapa hak pensiunnya. Antara lain, kartu identitas pensiun, tabungan hari tua, uang pensiun pertama, serta tabungan perumahan.

Sebanyak 27 penerima SK pensiun ini, sudah lama mengabdi dengan masa kerja antara 30 hingga 40 tahun. Termasuk yang menerima SK adalah Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara, Yoso Suwarno.

Yoso Suwarno menyatakan dirinya bersyukur bisa menyelesaikan pengabdian sebagai PNS di Pemkab Jepara. Dirinya sudah memberikan 39 tahun lebih delapan bulan masa kerja sebagai ASN di Pemkab Jepara.

“Saya mengawali karier saya 1 Oktober 1979, sebagai staf di Kecamatan Karimunjawa. Bermodal ijazah STM kelistrikan, saya mengawali pengabdian sebagai petugas pelayanan listrik disana. Dan terakhir saya menjadi Kadinas Diskominfo,” pungkasnya.
Share:

Siap Siap Gaes, Setelah Pesta Lomban Objek Wisata di Jepara Akan Digratiskan

JEPARA – Penggratisan retribusi atau tarif di tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, diberlakukan setelah kupatan atau gelaran Pesta Lomban. Hal ini disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, dalam dialog interaktif di Radio Kartini, pada Senin (27/5). Dalam dialog yang dipandu Kabid Komunikasi Diskominfo Jepara Arif Darmawan, juga dihadiri Plt Disparbud Jepara Zamroni Lestiaza, Ketua PHRI Jepara Sigit Nugroho, Akademisi sekaligus pengamat pariwisata Syamsul Arifin.

Meskipun diberlakukan penggratisan, namun hal ini tidak berlaku untuk setiap hari. Hanya berlaku pada hari biasa Senin hingga Jumat setiap pekannya. Sedangkan hari Sabtu, Ahad dan hari libur nasional, retribusi tetap diberlakukan.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mangungkapkan bahwa penggratisan retribusi objek wisata ini, berlaku sejak diubahnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 26 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi. Eksekutif dan Legislatif sudah bersepakat untuk menetapkan perubahan perda ini.

Saat ini, hasil penetapan paripurna, sedang disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk diterbitkan Nomor Perda. Setelah itu baru bisa diberlakukan.

“Setelah pesta lomban, nanti kebijakan tersebut mulai diberlakukan,” kata dia.

Penggratisan retribusi ini, hanya berlaku untuk tiket masuknya saja, sementara untuk fasilitas lainnya, seperti akuarium kura-kura di Pantai Kartini, masih tetap dikenakan tarif. “Karena ini menyangkut biaya operasional, dan perawatan,” katanya.

Untuk menambah kenyamanan wisatawan, para pedagang yang berada di kawasan objek wisata juga akan ditertibkan. “Akan kita sesuaikan dengan masterplane objek wisata tersebut, termasuk nanti akan ada beberapa tambahan fasilitas,” tuturnya.

Dengan penggratisan tiket masuk objek wisata, diharap dapat mendongkrak jumlah kunjungan. Ketika kunjungan meningkat, ia berharap pelaku UMKM ikut menikmati efek domino dari pengunjung.

“Efek dominonya, dengan pengunjung naik, mereka akan membelanjakan uangnya pada UMKM yang ada di obyek wisata tersebut,” ujar Andi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Zamroni Lestiaza menyebut, sudah ada hitung-hitungan terkait program tersebut. Ia yakin, bisa memenuhi target tersebut, meskipun ada program penggratisan tiket pada hari Senin-Jumat.

“Target pendapatan tahun ini adalah Rp3,9 miliar. Naik dari tahun lalu yang hanya Rp3,8 miliar. Kami optimis bisa mencapainya,” ujarnya.

Untuk hari Sabtu, Ahad dan hari libur, ada kenaikan harga tiket. Jika biasanya, pengunjung dibebani Rp7.000 untuk masuk obyek wisata, kini naik menjadi Rp10.000. Ia menyebut, tiket gratis berlaku untuk obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab, yakni Pantai Kartini, Pantai Bandengan dan Benteng Portugis.

“Dengan skema seperti itu, bisa menutupi target yang dibebankan kepada kami. Bahkan secara hitung-hitungan bisa lebih,” pungkas Zamroni.

Sumber : jepara.go.id
Share:

Ngaku Sebagai Polisi, 2 Begal Memakai Pistol Palsu dihajar Warga Karena Menodong Korban Dengan Pistol Palsudi Jepara

Jepara - Dua pemuda asal Demak dan Semarang dihajar massa sebelum akhirnya digelandang petugas kepolisian. Keduanya kedapatan mengaku sebagai anggota kepolisian untuk merampas ponsel milik pengendara motor.

Dari informasi yang dihimpun, keduanya beraksi di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan malam tadi. Dengan menaiki motor tanpa plat nomor, para pelaku berkeliling mencari korban.

Salah seorang pelaku membawa korek api berbentuk senjata api untuk mengancam korban. Bahkan, mereka mengaku anggota Satresnarkoba yang sedang razia.

Namun kedua orang korban sempat melawan dan berteriak minta tolong. Warga yang berdatangan pun langsung menghajar para pelaku.

Polisi sempat kesulitan mendapatkan identitas pelaku karena tidak membawa KTP. Selain itu, keduanya kerapkali memberikan keterangan yang membingungkan.

Polisi gadungan (berkaus putih) yang rampas ponsel pengendara motor di Jepara. Polisi gadungan (berkaus putih) yang rampas ponsel pengendara motor di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Pelaku yang satu menodongkan pistol mainan (korek api) kepada korban. Sempat mengintrogasi korban dan mengaku dari satuan narkoba," ujar Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo kepada detikcom, di Mapolsek Pecangaan, Rabu (29/5/2019) dini hari.

Setelah itu, pelaku mengambil paksa handphone milik korban. Namun, saat hendak kabur, kedua korban menarik motor dan jaket pelaku sambil berteriak minta tolong.

"Petugas yang menerima laporan langsung ke TKP dan mengamankan kedua pelaku. Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB," paparnya.

Dari pemeriksaan, diketahui identitas kedua pelaku adalah Tomo, warga Kaligawe Kota Semarang dan Erfa, warga Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak.

Keduanya diancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 378 KUHP tentang memakai nama palsu atau martabat palsu untuk melakukan kejahatan.

Sementara, Erfa salah seorang pelaku mengaku anggota polisi untuk menakuti korban.

"Spontan saja, Pak. Tidak saya rencanakan. Pistol itu hanya korek api yang saya beli di Simpanglima (Semarang) seharga Rp 160 ribu," katanya.
Share:

Terbakar Api Cemburu, Seorang Paman di Mayong Lor Jepara Bacok Keponakan Karena Chatting Dengan Istrinya

Nasib sial dialamai Aris Wanto (24),  korban dibacok oleh Sukarno (32) warga Rt 04 Rw 05, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong Jepara, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Peristiwa pembacokan yang terjadi pada Sabtu (18/5/2019) petang itu, diduga bermotif cemburu.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibawa menyatakan, kasus ini masih dalam penanganan. Mukti mengatakan pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pelaku dan beberapa saksi.

“Sudah ada beberapa pihak yang kami mintai keterangan untuk pengembangan kasus,” ujar AKP Mukti Wibawa, pada Minggu (19/05/2019).

Mukti mengungkapkan, pelaku mengaku jengkel dan cemburu, karena korban sering menggoda istrinya. Sebelumnya, pelaku sempat menasehati korban beberapa kali, namun tak dihiraukan.

“Sementara dilatarbelakangi masalah cemburu. Pelaku mengatakan korban sering menggoda istrinya,” kata dia.

Petang itu, korban baru saja pulang dari acara buka bersama. Dia kemudian nongkrong dan ngobrol bersama tetangganya Kasmudi (35) teras rumahnya. Tiba-tiba, pelaku datang membawa parang dan membacoknya beberapa kali. Bacokan parang sepanjang 50 cm itu mengenai punggung dan kaki kanan korban.

Korban menderita luka-luka dan langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mayong. Dia harus mendapatkan 16 jahitan akibat pukulan senjata tajam di punggungnya. Selain itu, kaki korban juga mendapat 2 jahitan.

Beredar informasi, sebelum kejadian, pelaku menemukan percakapan antara istrinya dengan korban. Kalimat mesra dalam chat di handphone istrinya diduga membuat pelaku cemburu hingga nekat menghajar korban dengan parang.
Share:

Mahasiswi Asal Bangsri Jepara Meninggal Dunia Karena Tertabrak Truck di Kairo Mesir

Nasib naas dialami mahasiswi Indonesia asal Jepara Fatihatun Nahdliyyah, gadis tersebut meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Kairo, Mesir.

KBRI Kairo menerima kabar duka mengenai meninggalnya mahasiswi tingkat tiga Fakultas Dirasat Islamiyah Kampus Putri, Jurusan Syariah, Universitas Al Azhar, pada Rabu 15 Mei 2019 pukul 23.00 waktu setempat.

Menurut keterangan Kantor Kepolisian Mukattam, tempat kecelakaan terjadi, Fatihatun sedang berdiri di pinggir jalan sebelum akhirnya tertabrak mobil truk yang berjalan mundur tanpa melihat keberadaannya.

Sejak menerima berita duka, Tim Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Kairo segera mencari tahu kebenarannya dan melakukan pengecekan baik di rumah sakit maupun di kepolisian. Akhirnya, didapatkan konfirmasi Fatihatun adalah mahasiwi Indonesia.

Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi langsung menghubungi keluarga almarhumah dan siap membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air. Tidak hanya itu, KBRI Kairo segera menunjuk seorang pengacara untuk memastikan hak-hak almarhumah tidak dilanggar.

"Fungsi Protkons dan Pengacara KBRI akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan Mesir serta akan mengawal proses hukum terkait kasus meninggalnya almarhumah,” ujar Dubes Helmy melalui keterangan tertulis, Jumat 17 Mei 2019.

Terkait kejadian itu, Kantor Grand Sheikh dan Rektorat Universitas Al-Azhar Kairo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya FN melalui rilis yang di sebarkan Al-Azhar ke berbagai media massa Mesir.

Bahkan, Prof. Dr. Ashraf Atiya, Wakil Rektor Al Azhar untuk urusan Kulliyah Banat (Kampus Putri), menyatakan langsung keinginannya mensalatkan almarhumah.

“Jenazah telah disalatkan di Masjid Al-Azhar Kairo, selepas salat Jumat di Masjid Al-Azhar pada 17 Mei 2019. Sekitar seribu warga Indonesia dan asing ikut mendoakan. Semoga husnul khotimah,” ujar Dubes RI.

Almarhumah Fatihatun menurut rencana akan diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu 18 Mei 2019 dengan maskapai Turkish Airline. Jenazah tiba di Jakarta pada 19 Mei 2019 dan kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Bangsri Jepara melalui Semarang dengan pesawat Garuda pada 20 Mei 2019
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Recent Posts