Viral Melamar Dengan Toyota Fortuner, Ternyata Mobil Tersebut Adalah Hasil Curian

Pati - Polres Pati membekuk sales mobil pelaku penggelapan terhadap penjualan mobil Toyota Fortuner ini.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto (Kamis, 20 Juni 2019) saat konferensi Pers mengatakan, tersangka DS menggunakan uang tersebut untuk judi online.

Aksi lamaran mobil mewah Toyota Fortuner VRZ di Kabupaten Pati viral di media sosial. Namun, kini muncul fakta baru yang mengejutkan. Ternyata mobil Fortuner itu adalah mobil curian, dan kini disita polisi sebagai barang bukti.

Sang mempelai pria, Purwanto alias Ucok warga Desa Winong, Pati, yang membeli mobil mewah itu sebagai mahar atau seserahan lamaran, pun menjadi korban. Karena dibohongi oleh sales diler Toyota yang menjual mobil tersebut.

Ucok pun diketahui sudah membayar mobil tersebut secara tunai, namun sales atau staff marketing PT Nasmoco Cabang Pati menggelapkan uang pembelian itu.

Pelakunya berinisial DS dan kini telah ditahan di Mapolres Pati. Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, dari hasil keterangan calon pengantin, yakni Ucok, ia mengakui membeli mobil Fortuner tersebut dari DS.

Ucok pun sudah memberikan uang kepada DS secara tunai sesuai dengan harga mobil di pasaran. Namun, oleh DS uang tersebut tidak disetorkan kepada diler. Justru uang hasil penjualan itu malah dibuat untuk main judi online.

“Dari pengakuannya, uang habis untuk main judi game online. Sementara akad jual beli yang dilakukan dengan Ucok pun tidak diketahui oleh pihak Nasmoco,” katanya saat jumpa pers di Mapolres Pati, Kamis (20/6/2019).

Lantas bagaimana DS bisa mendapatkan mobil Fortuner itu dan memberikannya pada Ucok?.

Ternyata, DS mencuri stok Fortuner dari garasi milik Nasmoco. Ini diketahui, ketika pihak Nasmoco melakukan pengecekan stok barang, setelah penasaran dengan kasus ini dan viralnya seserahan mobil mewah itu.

DS pun mengakui hal ini. Ia menyebut, modus yang digunakan yakni dengan dalih hendak menyerviskan mobil Fortuner itu. Biar petugas Nasmoco tidak curiga, ia beralasan mobil itu sebagai mobil bekas.

Dengan demikian, DS leluasa untuk membawa mobil tersebut dan diberikan ke Ucok. Ia pun memasang pelat nomor mobil baru untuk menyakinkan Ucok.

“Uang (pembelian mobil) sudah diberikan sebelum Lebaran. Saya melakukannya sendiri. Saya sudah bekerja (di Nasmoco) selama satu tahun,” kata DS.

Atas kejadian itu, pihak diler pun merasa dirugikan dan melaporkannya ke polisi. Nasmoco mengalami kerugian sebesar Rp 506.600.000, sesuai dengan harga mobil.

Kini DS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik sel tahanan. Ia dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancamannya, 5 tahun kurungan penjara.
Share:

Sekitar 170 Kapal Ikut Melarung Kepala Kerbau Pada Acara Pesta Lomban Kab.Jepara 2019

Jepara - Sekitar 170 kapal nelayan di ikut mengiringi prosesi larung kepala kerbau dalam tradisi Pesta Lomban di Kabupaten Jepara. Kapal-kapal itu singgah dari dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tengah laut.

Kepala kerbau yang akan dilarung ditempatkan di atas perahu kecil dan dilepas oleh Plt Bupati Jepara Dian Krsitiandi bersama forkompinda. Kapal-kapal nelayan, mengitari dan menyaksikan prosesi pelarungan tersebut.

Perahu kepala kerbau yang juga berisi sesaji dan hasil bumi itu kemudian menjadi rebutan puluhan nelayan. Mereka melompat ke laut untuk berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah.

"Tradisi Pesta Lomban dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat Jepara," ujar Dian Kristiandi, Rabu (12/6/2019).

Pesta Lomban adalah tradisi pelarungan kepala kerbau di tengah laut yang dilaksanakan sepekan setelah Idul Fitri. Ini dimaksudkan sebagai wujud syukur nelayan yang telah mendapat keberkahan laut selama setahun terakhir.

"Iya, ini merupakan wujud syukur para nelayan atas keberkahan yang diberikan Tuhan di laut," paparnya.

Tahun ini, ada sekitar 170 lebih kapal nelayan yang ikut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau.

"Ada sekitar 170 lebih kapal dan terdiri 1500 orang yang ikut. Semua sudah dibekali dan diberi pengamanan selama perjalanan ke laut," imbuhnya.

Dian menambahkan, tradisi yang lahir dari masyarakat tersebut kini telah menjadi destinasi wisata.

"Pemkab ikut melakukan pengelolaan," tuturnya.

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menyampaikam bahwa tradisi Pesra Lomban perlu dijaga karena menjadi identitas masyarakat.

"Tradisi ini muncul dari masyarakat, sehingga perlu dijaga supaya ruhnya masih tetap. Ini tradisi sakral berisi doa dan rasa syukur," tandasnya.

Sumber : detik.com
Share:

Agenda Pesta Lomban 2019 di Jepara.

Jepara - Pesta Lomban di Kabupaten Jepara akan digelar pada Rabu (12/6) pagi.
Serangkaian acara sebagai berikut:
Selasa, 11 Juni 2019
- Arak-arakan Kerbau Larungan Pesta Lomban
- Ziarah makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo
- Wayangan "Lakon-Wahyu Ketentraman", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Rabu, 12 Juni 2019
- Pesta Lomban
- Prosesi Kupat Lepet dan Hiburan
- Wayangan "Lakon-Srisadono", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Pada sore tadi Selasa (11/6) diawali dengan kegiatan arak-arakan kerbau dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto dan pementasan pertunjukan wayang kulit.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan sudah dilaksanakan, pihaknya mengaku siap melaksanakan pesta lomban tahun ini.

“Semua sudah siap, tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja, mudah-mudahan berjalan aman, dan lancar,” kata dia.

Secara umum pelaksanaan pesta lomban masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja untuk tahun ini, ibu-ibu Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) yang biasanya menumpang kapal Express Bahari dari dermaga Pantai Kartini Jepara, kali ini akan menggunakan kapal Kompi Air Kodam IV/Diponegoro yang berada di Jepara.

“Untuk kapal Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa, sehingga kami menggunakan kapal Kompi Air,” kata dia.

Dengan menggunakan kapal kompi air, kemungkinan mereka juga akan mengikuti prosesi larungan dari TPI Ujung Batu menuju Pantai Kartini Jepara.

Kegiatan pesta lomban diawali dengan arak-arakan kerbau, pada Selasa (11/6) pagi. Kemudian dilanjutkan ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo. Untuk malam harinya juga digelar wayangan wayangan semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Ketentraman” oleh dalang Ki Hendro Suryo Kartiko. Pada keesokan harinya, baru dilakukan prosesi larungan kepala kerbau yang diikuti jajaran Forkopimda, dan masyarakat nelayan.

“Untuk keamanan juga sudah siap, kerjasama dengan TNI/Polri, BPBD dan relawan,” kata dia.

Dijelaskan, masyarakat Jepara menyebut lomban ini dari kata “lomba-lomba” yang berarti masyarakat nelayan pada masa itu bersenang-senang dengan menggelar lomba laut sebagaimana saat ini yang masih terus digelar. Namun sebagian lainnya mengatakan bahwa kata Lomban berasal dari “Lelumban” atau bersenang-senang. Semuanya mempunyai makna yang sama yaitu merayakan hari raya dengan bersenang-senang setelah berpuasa pada bulan Ramadan sebulan penuh.
Share:

Tradisi Lomban di Jepara, Melarung Kepala Kerbau Ke Laut Sebagai Wujud Syukur Atas Tangkapan Ikan

Jepara - Pesta Lomban atau Lebaran Kupat sudah menjadi tradisi warga Kabupaten Jepara yang rutin dilaksankan tiap tahun. Kegiatan  yang dirayakan satu minggu setelah Idul Fitri tersebut dilaksanakan dengan melarung kepala kerbau ke laut.

Uniknya, kerbau yang kepalanya akan dilarung lebih dulu diarak hingga akhirnya disembelih, sehari sebelum acara pelarungan. Kerbau itu dibawa dari tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tempat penyembelihan.

Kerbau diarak dengan iringan keprajuritan dan sejumlah warga yang membawa hasil bumi. Tradisi tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

"Tradisi Lomban di Jepara sudah dilakukan sejak lama, yang digelar sepekan setelah Idul Fitri," ujar Seorang tokoh masyarakat yang juga dipercaya sebagai penyembelih kerbau di tradisi tersebut, KH Makin Sulaiman kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Makin menjelaskan, arak-arakan kerbau hingga penyembelihan memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk bersedekah.

"Kerbau yang disembelih, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat untuk dimasak. Ini maknanya bersedekah," paparnya.

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menambahkan bahwa tradisi ini bernapaskan Islam.

"Doa-doa yang digunakan bernapaskan Islam. Sedangkan untuk larung kepala kerbau dimaksudkan sebagai rasa syukur (nelayan) atas hasil tangkapan ikan. Jadi, itu untuk memberi makan habitat laut," tandasnya.
Share:

Walau Berbarengan Dengan Banyak Event Kontes Motor, Panita Al Hikmah Kontes Mayong Jepara Yakin Peserta Akan Membludak

Jepung Otre, Hamid, dan Fajar Otre
Kontes modifikasi motor terbesar dan terkonsisten di tanah air " My Modify For Al Hikmah #15 Novice & Yuoth Modificator Inspirations" akan hadir kembali pada hari Sabtu - Minggu, 29-30 Juni 2019. Ajang tahunan yang sudah 14 kali dilaksanakan tersebut akan menghadirkan 16 kelas utama, 25 the best kategori dan 3 the king.

Saat dihubungi konstributor infoseputarjepara.com lewat ponselnya, H. Abdul Hamid, M.pd, selaku humas kegiatan tersebut mengatakan bahwa panitia yakin jumlah peserta tahun ini akan tetap bisa menyamai rekor tahun lalu bahkan melebihi " Tahun lalu kita 236 motor dari berbagai daerah di Pulau Jawa Bali dan Sumatra, Mudah - mudahan tahun ini bisa sama atau melebihi meskipun banyak event dihari yang sama dengan kegiatan kita" tambah Hamid

Keyakinan pembludaknya peserta diyakini panitia karena disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya Kontes Al Hikmah merupakan konstes motor terkonsisten di Indonesia, oleh karena itu kontes ini sudah dinanti dan menjadi tujuan para modifikator.

Selain itu, jumlah kelas yang mencapai 16 kelas utama diyakini sudah mewakili semua jenis aliran modifikasi di Indonesia. Dari modifikator pemula sampai modifikator yang pro.

Untuk hadiah lomba, pada semua kelas utama panitia mengambil 6 terbaik dan ke 6 terbaik tersebut berhak mendapatkan uang pembinaan, piala dan piagam pengahargaan . Hal berbeda dengan kontes motor pada umumnya yang hanya mengambil 5 terbaik. Untuk peserta yang belum berkesempatan menjadi 6 terbaik masih bisa berkesempatan mendapatkan puluhan doorprize dengan doorprize utama sepeda motor.

 "Alhamdulillah kita masih konsisten mengambil 6 terbaik, dan doorprize utama sepeda motor produk jeparang pastinya" tambah hamid sembari tertawa.

Keunggulan lain pada kontes motor ini adalah membuka kelas Newcomers yaitu kelas dimana motor peserta yang sudah pernah juara 1 di kontes lain yang berlabel ototrend tidak di perbolehkan ikut pada ajang ini, misalkan memaksa ikut, peserta wajib ganti motor atau naik kelas. Ini pemberi kesempatan kepada modifikator pemula untuk bisa merasakan bangganya naik podium .

Lebih detail lihat brosur " My Modify For Al Hikmah #15 Novice & Yuoth Modificator Inspirations".

"Doanya saja mas, mudah mudahkan kontes berjalan lancar, bisa bersilahturahmi dengan peserta, guyup rukun tentunya" tambah bapak 2 anak tersebut.
Share:

Bocah 5 Tahun Tenggelam di Pantai Kartini Saat di Tinggal Beli Es Krim Ortunya

Jepara - Seorang anak berumur 5 tenggelam di kolam pantai kartini pada lebaran ke Kamis, 6 Juni 2019, beruntung berhasil diselamatkan.

Kejadian sekitar Pukul 14.30 wib, saat itu korban sedang bermain bebek-bebekan di kolam renang pantai kartini ,korban tergelincir dan tenggelam saat ditinggal orang tuanya membeli es krim. Beruntung , korban berhasil diselamatkan oleh personil keamanan . Korban kemudian di bawa ke RSUD Jepara untuk menjalani perawatan

Dua kejadian di tempat yang sama.
Selain anak tenggelam, Pada Objek Wisata di Pantai Kartini kemarin, terdapat juga seorang Anak umur 6 th, kecelakaan saat bermain motor trail mainan dan alami luka robek mulut atas dan rahang. Kejadian pada pukul 10.45 WIB .
.
Pukul 14.30 wib, Anak 5th, tenggelam di area kolam renang pantai kartini,korban tergelincir saat bermain bebek bebean an dan ditinggal membeli es krim, korban berhasil diselamatkan dan di bawa ke RSUD Jepara dengan Ambulance
.
Pada libur lebaran ini personel jajaran polres Jepara telah disiagakan di tempat wisata Pantai Kartini dan Bandengan namun diharapkan Masyarakat tetap harus berhati hati dalam mengawasi anak anak saat bermain
Share:

Ratusan WA Masuk Ke Panitia, "Gantangan 86" Akan "ON" Edisi Halal Bihalal Awal Bulan

Jepara - Kerinduan para kicau mania di sekitar wilayah Kecamatan Kedung dan Sekitar Jepara kini bisa terobati, "Gantangan 86" yang terletak di Jln. Raya 100 M Selatan Masjid Desa Bugel Jepara akan mengadakan Latber setelah libur panjang akhir bulan Ramadhan dan libur hari raya Idul Fitri.

Koordinator Latber, Muhammad Afifuddin mengkonfirmasikan lewat akun media sosialnya bahwa Latber Gantangan 86 yang direncanakan akan ON pada hari Jum'at, 14 Juni 2019 akan diajukan pada hari Jumat, 7 Juni 2019 di mulai jam 15.30 WIB.

Hal senada juka disampaikan oleh Ketua panita Rofiq Sanny Putra, dikarenakan antusiasme kicau mania sangat tinggi supaya Latber rutin diadakan kembali setelah lama libur akhir bulan Ramadhan dan  Idul Fitri, maka panitia akan memfasilitasi keadaan tersebut. "Ada ratusan pesan WA yang masuk ke hape saya supaya Gantangan 86 ON" tambah Rofik.

"Selain untuk ajang latihan bareng kicau mania, diharapkan Latber kali ini juga sebagai sarana silahturahmi bagi panitia dan para kicau mania di sekitar jepara dan eks Karisidenan Pati, makanya kita ambil tema "Latber Gantangan 86 Edisi Halal Bihalal Awal Bulan" tambah Aipda Rofiq yang juga anggota Polsek Kedung tersebut.

Pada Latber kali ini sedikit berbeda dengan Latber Latber sebelumnya. Jika biasanya pada gantangan tersebut hanya membuka dua sesi (Bintang dan Sejati), Maka pada Latber edisi Halal Bihalal ini akan membuka 3 sesi sekaligus (Bintang, Sejati dan kelas Khusus).

Okeh para kicau mania, siapkan Burung Anda agar bisa ON dan tentunya pulang mebawa piala..  Salam satu hobi.
Share:

Ditinggal Munjung, 4 Rumah dI Kalipucang Welahan Jepara di Congkel Maling

Jepara -  4 rumah di Desa Kalipucang Welahan Jepara dijebol maling saat penghuni berkunjung  melaksanakan silaturahmi ke keluarga besarnya. Pelaku melakukan itu dengan cara menjebol jendela dan pintu. Sekurang kurangnya  kerugian total pada 4 rumah tersebut senilai 13,2 juta rupiah berhasil digasak oleh maling.

Sempat kepergok warga.

Muhammad Dhorifin yang merupakan korban pertama sempat curiga dengan adanya motor asing yang berada di belakang rumah korban ke empat Tohari. Dan benar saat melaksanakan pengecekan, maling tersebut langsung kabur.

“Saya sempat memergoki dan menarik baju pelaku yang masih beraksi di rumah Bapak Tohari namun saya tidak berhasil menangkap maling tersebut” terang Dhofirin.

Saat itu dengan reflek saya berteriak maling namun apa mau dikata, warga sekitar saat itu mayoritas juga masih melaksanakan silaturahmi sehingga pelaku berhasil kabur. Kemudian saya bersama warga lain melaksanakan pengecekan dan ternyata saya termasuk salah satu korban juga tambah Muhammad Dhofirin.

Kapolsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng Iptu Suyitno membenarkan adanya tidak kejahatan pencurian dengan pemberatan di Wilayah Hukumnya. Mendapatkan informasi tersebut, kami langsung meluncur ke lokasi namun pelaku berhasil kabur. Kami Polsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng bersama dengan Satreskrim Polres Jepara Polda Jateng akan melaksanakan penyelidikan atas kejadian curat dengan modus congkel jendela dan pintu tersebut.

“Untuk korban ada 4 rumah, korban pertama Muhammad Dhorifin (tidak ada kerugian dengan kondisi rumah dicongkel di bagian jendela), korban kedua Uminah (kerugian sekitar 2 juta dengan kondisi rumah dicongkel di bagian pintu belakang), korban ketiga Muhammad Suroto (kerugian sekitar 2,2 juta dengan kondisi pintu belakang rumah tercongkel) dan korban keempat Tohari (kerugian sekitar 9 juta dengan kondisi rumah, pintu belakang tercongkel). 

Kapolsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng Iptu Suyitno mengatakan supaya masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan "Kami tidak bosannya mengingatkan kepada warga masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta menitipkan ke tetangga apabila akan bepergian” jelasnya

Sumber : tribrtanewsjepara.com
Share:

Ini Penjelasan Warga Mengapa NH Melakakukan Lakon Batin di Puncak Songolikur Gunung Muria

Apa yang melatarbelakangi Nur Hasan (35), Warga Desa Srikandang, Bangsri, Jepara, untuk tinggal 40 hari dipuncak Songolikur, Gunung Muria, masih menjadi mesteri. Nur Hasan sendiri saat tiba di Desa Tempur, usai dievakuasi belum bisa banyak bicara, karena kondisinya.

Saat pertama kali diketahui oleh beberapa pendaki asal Semarang, Nur Hasan sudah dalam kondisi lemas. Laki-laki paruh baya ini tinggal di sebuah gubuk yang terbuat dari plastik MMT bekas. Sementara tidak ada perlengkapan dan perbekalan yang dibawanya.

Menurut informasi, kepada para pendaki asal Semarang tersebut, Nur Hasan menyatakan sedang menjalani laku batin untuk 40 hari. Saat itu dia mengaku sudah tiga pekan hidup di Puncak Songolikur, Gunung Muria, yang memiliki ketinggian kurang lebih 1.603 M dpl (di atas permukaan air laut)

“Kawan-kawan dari Semarang mengabarkan, kondisinya sudah lemah. Diajak turun tidak mau. Pendaki asal Semarang ini kemudian mengabarkan ke BPBD Semarang yang kemudian meneruskan ke BPBD Jepara,” ujar Mohamad Zaenudin, petugas BPBD Jepara, Minggu (02/06/2019).

Baca Juga: Kondisi Memburuk saat Jalani Nazar Nyepi di Puncak Songolikur, Warga Srikandang Jepara Dievakuasi

Mendapat informasi tersebut BPBD Jepara lalu menggelar sebuah Operasi Penyelamatan. Di mulai dari dibukanya Posko Lapangan di Desa Tempur, operasi ini kemudian memberangkatkan dua Tim SRU. Terdiri dari relawan SAR dan petugas Medis, dua tim ini akhirnya berhasil mencapai lokasi survivor.

Meski lemah dan kedinginan, Nur Hasan saat ditemukan masih bisa memberikan keterangan mengenai dirinya. Berdasar keterangannya, survivor ini mengaku mempunyai famili atas nama Masyhudi di Desa Sirahan, Pati, di sekitar MTs (Yayasan Darul Falah-Sirahan).
Share:

Menjalani Laku Batin di Puncak Songolikur Gunung Muria, Warga Bangsri, Jepara dievakuasi Paksa Oleh Petugas SAR

Jepara - Demi tunaikan nazar tinggal selama 40 hari di gunung, seorang pria bernama Nur Hasan (NH), hampir celaka.

Dia berada dalam kondisi kepayahan di Gunung Muria Puncak Songolikur, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Sabtu (1/6/2019) malam.

Beruntung nyawa NH (35 tahun)bisa diselamatkan.

Seorang warga setempat yang mengetahui kondisi korban meminta bantuan ke BPBD Jepara.

Setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki lebih dari satu jam, Satgas BPBD, tim kesehatan, dan relawan PB berhasil mencapai lokasi korban pada pukul 20.50.

Seusai dilakukan pemeriksaan kesehatan, diketahui kondisi korban sudah sangat melemah. Sebelumnya diajak warga korban tidak mau turun.

Namun setelah petugas gabungan melakukan upaya persuasif, NH berhasil dibujuk dan mau dievakuasi.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, korban beralamat di Desa Srikandang Kecamatan Bangsri, Jepara.

Pria ini sudah tiga minggu berada di lokasi. Ia nekat melakoni aksinya untuk menunaikan nazar tinggal selama 40 hari di Puncak Songolikur. Namun disayangkan Arwin, NH dalam memenuhi nazar itu tanpa dibekali perbekalan kebutuhan sehari-hari.

“Korban sudah berada di lokasi sejak tiga minggu yang lalu. Oleh warga korban sudah dibujuk dan diajak untuk turun. Dia menolak karena bersikeras menyelesaikan nazarnya,” tulis Arwin dalam laporannya.

Pada pukul 23.51 tim cepat tanggap darurat kesehatan (PSC 119) Puskesmas Keling I tiba di pos lapangan Balaidesa Tempur. Korban langsung mendapatkan pertolongan medis. Dia juga dipertemukan dengan keluarga.

Didampingi keluarga dan tim gabungan, NH dibawa ke Puskesmas Keling I untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

“Operasi evakuasi ditutup pada 2 Juni 2019 atau Minggu dini hari pukul 00.57,” lanjut dia.
Share:

Rata-rata 25 PNS di Jepara Masuk Masa Pensiun, Sebagian Besar didominasi Guru SD

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten Jepara, setiap bulannya berkurang 25 orang. Para ASN tersebut telah  memasuki masa pensiun dan tidak bisa lagi memberikan tenaga untuk pelayanan masyarakat.

Diyar Susanto selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara,  menyatakan sebagian besar yang masuk masa pensiun adalah para guru.

“Tidak mengherankan jika saat ini di Jepara, jumlah guru PNS di Kabupaten Jepara, khususnya di sekolah dasar, jumlahnya semakin berkurang,” ujar Diyar Susanto, Sabtu (1/6/2019).

Pada bulan Mei 2019, Pemkab Jepara memberikan Surat Keputusan (SK) pensiun kepada 27 ASN. Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan SK Pensiun tersebut pada Jumat (31/5/2019) pagi.

Selain menerima SK pensiun para ASN juga diberikan beberapa hak pensiunnya. Antara lain, kartu identitas pensiun, tabungan hari tua, uang pensiun pertama, serta tabungan perumahan.

Sebanyak 27 penerima SK pensiun ini, sudah lama mengabdi dengan masa kerja antara 30 hingga 40 tahun. Termasuk yang menerima SK adalah Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara, Yoso Suwarno.

Yoso Suwarno menyatakan dirinya bersyukur bisa menyelesaikan pengabdian sebagai PNS di Pemkab Jepara. Dirinya sudah memberikan 39 tahun lebih delapan bulan masa kerja sebagai ASN di Pemkab Jepara.

“Saya mengawali karier saya 1 Oktober 1979, sebagai staf di Kecamatan Karimunjawa. Bermodal ijazah STM kelistrikan, saya mengawali pengabdian sebagai petugas pelayanan listrik disana. Dan terakhir saya menjadi Kadinas Diskominfo,” pungkasnya.
Share:

Siap Siap Gaes, Setelah Pesta Lomban Objek Wisata di Jepara Akan Digratiskan

JEPARA – Penggratisan retribusi atau tarif di tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, diberlakukan setelah kupatan atau gelaran Pesta Lomban. Hal ini disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, dalam dialog interaktif di Radio Kartini, pada Senin (27/5). Dalam dialog yang dipandu Kabid Komunikasi Diskominfo Jepara Arif Darmawan, juga dihadiri Plt Disparbud Jepara Zamroni Lestiaza, Ketua PHRI Jepara Sigit Nugroho, Akademisi sekaligus pengamat pariwisata Syamsul Arifin.

Meskipun diberlakukan penggratisan, namun hal ini tidak berlaku untuk setiap hari. Hanya berlaku pada hari biasa Senin hingga Jumat setiap pekannya. Sedangkan hari Sabtu, Ahad dan hari libur nasional, retribusi tetap diberlakukan.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mangungkapkan bahwa penggratisan retribusi objek wisata ini, berlaku sejak diubahnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 26 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi. Eksekutif dan Legislatif sudah bersepakat untuk menetapkan perubahan perda ini.

Saat ini, hasil penetapan paripurna, sedang disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk diterbitkan Nomor Perda. Setelah itu baru bisa diberlakukan.

“Setelah pesta lomban, nanti kebijakan tersebut mulai diberlakukan,” kata dia.

Penggratisan retribusi ini, hanya berlaku untuk tiket masuknya saja, sementara untuk fasilitas lainnya, seperti akuarium kura-kura di Pantai Kartini, masih tetap dikenakan tarif. “Karena ini menyangkut biaya operasional, dan perawatan,” katanya.

Untuk menambah kenyamanan wisatawan, para pedagang yang berada di kawasan objek wisata juga akan ditertibkan. “Akan kita sesuaikan dengan masterplane objek wisata tersebut, termasuk nanti akan ada beberapa tambahan fasilitas,” tuturnya.

Dengan penggratisan tiket masuk objek wisata, diharap dapat mendongkrak jumlah kunjungan. Ketika kunjungan meningkat, ia berharap pelaku UMKM ikut menikmati efek domino dari pengunjung.

“Efek dominonya, dengan pengunjung naik, mereka akan membelanjakan uangnya pada UMKM yang ada di obyek wisata tersebut,” ujar Andi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Zamroni Lestiaza menyebut, sudah ada hitung-hitungan terkait program tersebut. Ia yakin, bisa memenuhi target tersebut, meskipun ada program penggratisan tiket pada hari Senin-Jumat.

“Target pendapatan tahun ini adalah Rp3,9 miliar. Naik dari tahun lalu yang hanya Rp3,8 miliar. Kami optimis bisa mencapainya,” ujarnya.

Untuk hari Sabtu, Ahad dan hari libur, ada kenaikan harga tiket. Jika biasanya, pengunjung dibebani Rp7.000 untuk masuk obyek wisata, kini naik menjadi Rp10.000. Ia menyebut, tiket gratis berlaku untuk obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab, yakni Pantai Kartini, Pantai Bandengan dan Benteng Portugis.

“Dengan skema seperti itu, bisa menutupi target yang dibebankan kepada kami. Bahkan secara hitung-hitungan bisa lebih,” pungkas Zamroni.

Sumber : jepara.go.id
Share:

Ngaku Sebagai Polisi, 2 Begal Memakai Pistol Palsu dihajar Warga Karena Menodong Korban Dengan Pistol Palsudi Jepara

Jepara - Dua pemuda asal Demak dan Semarang dihajar massa sebelum akhirnya digelandang petugas kepolisian. Keduanya kedapatan mengaku sebagai anggota kepolisian untuk merampas ponsel milik pengendara motor.

Dari informasi yang dihimpun, keduanya beraksi di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan malam tadi. Dengan menaiki motor tanpa plat nomor, para pelaku berkeliling mencari korban.

Salah seorang pelaku membawa korek api berbentuk senjata api untuk mengancam korban. Bahkan, mereka mengaku anggota Satresnarkoba yang sedang razia.

Namun kedua orang korban sempat melawan dan berteriak minta tolong. Warga yang berdatangan pun langsung menghajar para pelaku.

Polisi sempat kesulitan mendapatkan identitas pelaku karena tidak membawa KTP. Selain itu, keduanya kerapkali memberikan keterangan yang membingungkan.

Polisi gadungan (berkaus putih) yang rampas ponsel pengendara motor di Jepara. Polisi gadungan (berkaus putih) yang rampas ponsel pengendara motor di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Pelaku yang satu menodongkan pistol mainan (korek api) kepada korban. Sempat mengintrogasi korban dan mengaku dari satuan narkoba," ujar Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo kepada detikcom, di Mapolsek Pecangaan, Rabu (29/5/2019) dini hari.

Setelah itu, pelaku mengambil paksa handphone milik korban. Namun, saat hendak kabur, kedua korban menarik motor dan jaket pelaku sambil berteriak minta tolong.

"Petugas yang menerima laporan langsung ke TKP dan mengamankan kedua pelaku. Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB," paparnya.

Dari pemeriksaan, diketahui identitas kedua pelaku adalah Tomo, warga Kaligawe Kota Semarang dan Erfa, warga Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak.

Keduanya diancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 378 KUHP tentang memakai nama palsu atau martabat palsu untuk melakukan kejahatan.

Sementara, Erfa salah seorang pelaku mengaku anggota polisi untuk menakuti korban.

"Spontan saja, Pak. Tidak saya rencanakan. Pistol itu hanya korek api yang saya beli di Simpanglima (Semarang) seharga Rp 160 ribu," katanya.
Share:

Terbakar Api Cemburu, Seorang Paman di Mayong Lor Jepara Bacok Keponakan Karena Chatting Dengan Istrinya

Nasib sial dialamai Aris Wanto (24),  korban dibacok oleh Sukarno (32) warga Rt 04 Rw 05, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong Jepara, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Peristiwa pembacokan yang terjadi pada Sabtu (18/5/2019) petang itu, diduga bermotif cemburu.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibawa menyatakan, kasus ini masih dalam penanganan. Mukti mengatakan pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pelaku dan beberapa saksi.

“Sudah ada beberapa pihak yang kami mintai keterangan untuk pengembangan kasus,” ujar AKP Mukti Wibawa, pada Minggu (19/05/2019).

Mukti mengungkapkan, pelaku mengaku jengkel dan cemburu, karena korban sering menggoda istrinya. Sebelumnya, pelaku sempat menasehati korban beberapa kali, namun tak dihiraukan.

“Sementara dilatarbelakangi masalah cemburu. Pelaku mengatakan korban sering menggoda istrinya,” kata dia.

Petang itu, korban baru saja pulang dari acara buka bersama. Dia kemudian nongkrong dan ngobrol bersama tetangganya Kasmudi (35) teras rumahnya. Tiba-tiba, pelaku datang membawa parang dan membacoknya beberapa kali. Bacokan parang sepanjang 50 cm itu mengenai punggung dan kaki kanan korban.

Korban menderita luka-luka dan langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mayong. Dia harus mendapatkan 16 jahitan akibat pukulan senjata tajam di punggungnya. Selain itu, kaki korban juga mendapat 2 jahitan.

Beredar informasi, sebelum kejadian, pelaku menemukan percakapan antara istrinya dengan korban. Kalimat mesra dalam chat di handphone istrinya diduga membuat pelaku cemburu hingga nekat menghajar korban dengan parang.
Share:

Mahasiswi Asal Bangsri Jepara Meninggal Dunia Karena Tertabrak Truck di Kairo Mesir

Nasib naas dialami mahasiswi Indonesia asal Jepara Fatihatun Nahdliyyah, gadis tersebut meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Kairo, Mesir.

KBRI Kairo menerima kabar duka mengenai meninggalnya mahasiswi tingkat tiga Fakultas Dirasat Islamiyah Kampus Putri, Jurusan Syariah, Universitas Al Azhar, pada Rabu 15 Mei 2019 pukul 23.00 waktu setempat.

Menurut keterangan Kantor Kepolisian Mukattam, tempat kecelakaan terjadi, Fatihatun sedang berdiri di pinggir jalan sebelum akhirnya tertabrak mobil truk yang berjalan mundur tanpa melihat keberadaannya.

Sejak menerima berita duka, Tim Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Kairo segera mencari tahu kebenarannya dan melakukan pengecekan baik di rumah sakit maupun di kepolisian. Akhirnya, didapatkan konfirmasi Fatihatun adalah mahasiwi Indonesia.

Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi langsung menghubungi keluarga almarhumah dan siap membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air. Tidak hanya itu, KBRI Kairo segera menunjuk seorang pengacara untuk memastikan hak-hak almarhumah tidak dilanggar.

"Fungsi Protkons dan Pengacara KBRI akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan Mesir serta akan mengawal proses hukum terkait kasus meninggalnya almarhumah,” ujar Dubes Helmy melalui keterangan tertulis, Jumat 17 Mei 2019.

Terkait kejadian itu, Kantor Grand Sheikh dan Rektorat Universitas Al-Azhar Kairo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya FN melalui rilis yang di sebarkan Al-Azhar ke berbagai media massa Mesir.

Bahkan, Prof. Dr. Ashraf Atiya, Wakil Rektor Al Azhar untuk urusan Kulliyah Banat (Kampus Putri), menyatakan langsung keinginannya mensalatkan almarhumah.

“Jenazah telah disalatkan di Masjid Al-Azhar Kairo, selepas salat Jumat di Masjid Al-Azhar pada 17 Mei 2019. Sekitar seribu warga Indonesia dan asing ikut mendoakan. Semoga husnul khotimah,” ujar Dubes RI.

Almarhumah Fatihatun menurut rencana akan diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu 18 Mei 2019 dengan maskapai Turkish Airline. Jenazah tiba di Jakarta pada 19 Mei 2019 dan kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Bangsri Jepara melalui Semarang dengan pesawat Garuda pada 20 Mei 2019
Share:

Pemilihan Petinggi di Kabupaten Jepara Kembali di Gelar Serentak Pada Akhir Tahun 2019

Jepara - Pelaksanaan  Pemilu 2019 baru saja usai. Kini Pemkab Jepara harus kembali berkonsentrasi, pada gelaran pesta demokrasi yang bertajuk pemilihan petinggi pemilihan petinggi (red. kepala desa). Hal tersebut tidak lepas adanya rencana gelaran pemilihan petinggi (pilpet), yang akan diselenggarakan secara serentak.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Abdul Syukur menuturkan, sebelum pilpet digelar, didahului dengan pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebab tahun ini untuk masa jabatan anggota BPD juga sudah selesai. Sebab BPD nantinya yang akan menjadi panitia dalam gelaran pilpet.

“Makanya ini kita pacu supaya pilihan petinggi bisa dilaksanakan maksimal di akhir tahun nanti, Desember untuk dilantik,” ujar dia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/5).

Untuk desa penyelenggara pilpet, pada tahun ini direncanakan diikuti oleh separuh lebih jumlah total seluruh desa di Kabupaten Jepara. Dari 184 desa yang ada, 136 desa di antaranya akan mengikuti gelaran itu. Mengenai anggaran, pihak Pemkab juga sudah mengalokasikan dana dari APBD senilai Rp13 miliar lebih.

Dirinya mengatakan, tahapan sekarang sudah sampai pada harmonisasi rancangan peraturan bupati (perbup), tentang tata cara pengisian dan pemberhentian anggota BPD sudah selesai dibuat. Diharapkan minggu ini perda tersebut sudah di undangkan, dan bulan depan tahapan awal pemilihan BPD sudah dapat dilaksanakan.

“Proses pemilihan BPD dilakukan dengan cara keterwakilan masyarakat, kalau sekarang yang beda adalah harus ada keterwakilan perempuan,” terang Abdul Syukur.

Disamping menyiapkan seluruh tahapan dan aturan dalam pelaksanaan pada gelaran pilpet serentak, Pemkab juga sudah menyiapkan sektor keamanannya dengan melibatkan secara langsung pihak kemanan dari unsur Muspika setempat.
Share:

Tanpa Alasan Yang Jelas, Seorang Paman Tega Membacok Ponakan dan Adiknya Dengan Membabi Buta

Kejadian Penganiayaan satu keluarga di Ds. Mayong Lor, Kec. Mayong, Kab. Jepara sbb :

Pada hari kamis tanggal 16 Mei 2019 Pukul 08.30 Wib berempat di rumah Bapak Suwono alamat Dh. Gleget Rt. 2/9 Ds. Mayong Lor, Kec. Mayong, Kab. Jepara. telah terjadi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam/pembacokan terhadap keluarga Bp. Suwono, Adapun pelaku penganiayaan (An. Suwarno/Umur 53 thn/Alamat Dk. Gleget Rt. 2/9 ds. Mayong Lor, Kec. Mayong, Kab. Jepara/Agama islam/Pekerjaan serabutan.

A.  Kronologi kejadian sbb :

Pada Pukul 08.30 pelaku An. Suwarno datang kerumah Sdr. Suwono dengan membawa 2 buah golok tanpa ada alasan yg jelas langsung membacok korban yg bernama sdr sukurul wafi, korban lari sampai menuju masjid Baitul Aminin, kemudian pelaku kembali kerumah korban membacok korban sdri Dhukanah dan sdri Tiwik.
Setelah melakukan pembacokan pelaku kembali kerumahnya untuk sembunyi.

B.  Pukul 08.40 Pihak Polsek Mayong tiba dilokasi kejadian dan mengamankan pelaku yang rumahnya berdekatan dengan korban.

C.  Akibat kejadian tersebut 3 orang mengalami luka Bacok.

Korban :

1.  Sdri Dhukanah (46 th) mengalami luka bacok dibagian lengan kanan, dada dan kepala bagian atas
2.  Sdr Sukurul Wafa (26 th) mengalami luka bacok pada bagian punggung.
3.  Sdri Tiwik (20 th) mengalami luka dibagian lengan kiri, pundak dan wajah.

D.  Saat ini korban pembacokan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong untuk mendapatkan perawatan.

Permasalahan penganiayaan ini masih dalam penanganan Polsek Mayong, Kab. Jepara.

Catatan :

1.  Pelaku merupakan paman dari pada korban, Sdr. Suwarno adalah kakak kandung dari Sdr. Suwono.
2.  Pelaku bersifat pendiam, sedangkan istri Sdr. Suwono Sdri. Dhukanah adalah banyak bicara ( cerewet ).
3.  Pada saat kejadian Sdr. Suwono sedang tidak ada dirumah, sedang membeli pakan ikan lele.





Share:

Resmi ditahan KPK, Bupati Jepara Sempat Tersenyum dan Membandingkan Dirinya Dengan Nabi Yusuf

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Jepara awa Tengah Ahmad Marzuqi (AM), AM  merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada hakim Lasito . AM ditahan KPK selama 20 hari.

"Bupati Jepara periode 2017-2022 ditahan 20 hari pertama di Rutan Cab KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Senin (13/5).

Penangkapan dilakukan setelah Marzuqi dipanggil sebagai tersangka pada hari ini. Pemanggilan hari ini adalah yang kelima sejak Marzuqi ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2018 silam.

Seusai diperiksa, ia keluar dari Gedung Merah Putih KPK mengenakan rompi oranye. Ia mengatakan dirinya bakal mengikuti proses yang berlaku. Ia juga sempat membandingkan dirinya dengan Nabi Yusuf A.S.

"Ya kita sebagai warga negara yang taat akan peraturan perundang-undangan, ya kita mengikuti proses yang berlaku. Karena itu, doakan sajalah semoga kami menerimanya dengan tabah dan sabar. Wong Nabi Yusuf aja dihukum. Terima kasih," kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito sebagai tersangka suap terkait pengurusan putusan praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik.

Marzuqi diduga memberikan uang sejumlah Rp700 juta kepada Lasito agar menerima permohonan praperadilan yang diajukannya.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan dua orang sebagai, yaitu AN (Ahmad Marzuqi) dan LAS (Lasito) sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12).

Uang yang diberikan kepada Lasito diduga untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017.

Sumber :  CNN Indonesia
Share:

Sedang Tongtek, Warga Keling Jepara Temukan Orang Gantung Diri

Jepara - KMD (50) di temukan gantung diri di pohon rambutan yang berlokasi di depan rumah kakak korban di Kampung Anyar desa Keling kecamatan keling jepara jumat (10/4/2019).
.
Awalnya warga sedang tongtek untuk membangunkan orang sahur. Namun kaget saat di lokasi kejadian melihat KMD gantung diri di pohon rambutan.
.
Hasil pemeriksaan tim medis tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri
Share:

Polwan Jepara Goes To School, Ajak 1.758 Siswa SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara Tepis Hoax

Jepara - Media massa saat ini saling mengejar satu dengan yang lain. Setiap perusahaan media massa berusaha selalu up to date dalam menyajikan berita. Untuk itu munculnya media online menjadi wadah yang pas untuk menyajikan berita yang selalu update.

Dengan meningkatnya perkembangan dunia teknologi membuat orang-orang lebih cepat mendapatkan informasi dari gadget masing-masing. Sehingga mereka pun mendapatkan informasi lebih terbaru.

Oleh karena itu, dalam kegiatan "Polwan Jepara Goes To School", Kanit Binmas Polsek Mayong Ipda Fitri Sulami, Selaku Inspektur Upacara Bendera di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara mengajak 1758 siswa SMK Alhikmah Mayong untuk bisa menyaring dan menepis hoak dengan cara 4C ( cermati, cek, cari dan cepat)

Penjelasan dari kata cermati yakni cermati kesinambungan judul dan isi berita. Cermati apakah pengguna bahasanya etis dan cermati apakah waktu kejadian ditampilkan pasti atau tidak.

Kemudian, cek sumber apakah media terverifikasi atau media abal-abal, cek tanggal berita apakah aktual (terjadi saat itu) dan cek keaslian foto.

Selanjutnya, cari perbandingan berita dan cari informasi yang dikeluarkan media atau lembaga atau forum anti hoax yang diakui pemerintah.

Terakhir, cepat klasifikasi berita tidak benar dengan berita yang benar, stempel hoax berita tidak benar dan secepatnya disebarkan agar masyarakat paham.

Ipda Fitri Sulami menambahkan, hoax merupakan bentuk propaganda yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan. Untuk itu, ia mengimbau seluruh siswa SMK Islam Al Hikmah Jepara bijak menggunakan medsos.

Polwan Jepara Goes To School kali ini menyambangi SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Acara ini diikuti 1758 siswa, 102 guru dan karyawan serata 11 polwan dari Polres Jepara. Tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah penyebaran berita hoax dengan pemberian materi kepada anak-anak sekolah.
Share:

4 Anggota KPPS di Jepara di Opname Karena Kelelahan Saat Bertugas, 1 Anggota Karena Terjatuh

Jepara - Lima anggota KPPS di Kabupaten Jepara harus menjalani perawatan di rumah sakit karena kelelahan saat bertugas dalam Pemilu 2019. Saat ini, KPU setempat masih melakukan pendataan berkait kasus tersebut.

Muhammadun selaku Komisioner KPU Kabupaten Jepara,  mengatakan  bahwa kelima anggota KPPS itu adalah Diyan Cahya Nurizak, anggota KPPS Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Susilowati dan Harmawati, anggota KPPS Desa Kemujan, Karimunjawa, Ulwan Jailani, KPPS Desa Bulungan.

"Ada empat yang sedang opname karena kelelahan saat bertugas menjadi anggota KPPS. Dan, satu lagi bernama M Hoiruddin itu jatuh terpeleset dan kepalanya membentur lantai. Jadi, ada lima anggota KPPS yang dirawat," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom lewat ponselnya, Selasa (23/4/2019)

Sejauh ini, tidak ada kasus anggota KPPS di Kabupaten Jepara yang meninggal. Namun, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kondisi para petugas KPPS.

"Saat ini masih dilakukan pendataan," paparnya.

Disinggung soal biaya perawatan, Muhammadun mengaku belum ada instruksi dari pusat.

"Sementara ini kami masih melakukan pendataan. Nanti kami laporkan ke KPU Provinsi baik yang sakit, kecelakaan, atau meninggal. Tapi di Jepara tidak ada yang meninggal," tandasnya.
Share:

Sate "Mak Lampir" Bangsri Jepara. Kuliner Asli Jepara Yang Lezatnya Membekas Dilidah

Jepara - Bangsri Memiliki sejumlah wisata kuliner Keren, Kecamatan Bangsri yang terletak di Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah. yang Mempunyai 12 Desa Yaitu Bangsri, Banjar Agung, Banjaran, Bondo, Guyangan, Srikandang, Tengguli, Jerukwangi, Kedungleper, Kepuk, Papasan, Wedelan. Dari satu kecamatan saja terdapt puluhan desa, oleh sebab itu dapat dipastikan Indonesia mempunya Ribuan kekayaan perbedaan kebiasaan membentuk keragaman, jadi tidak mengherankan andai makanan di Indonesiapun mempunya tidak sedikit ragam jenis.

Termasuk di Bangsri, Jepara, tidak sedikit makanan enak sebab menggunakan sekian banyak rempah-rempah segar dan herbal sebagai bumbunya. Penggunaan bumbu rempah ialah faktor yang menyerahkan pengaruh besar kenapa masakan di Jepara paling beraroma dan lezat guna dimakan.

Salah satunya ialah Sate Mak Lampir Bangsri Jepara. Sate Gule Mak Lampir, dengan suara khas nya yang melengking menciptakan warung ini dikejar para pelanggannya dari sekian banyak daerah di Jepara. Terlihat sederhana, namun sadar atau tidak urusan ini menciptakan nama warung menjadi karakteristik tersendiri. Dengan ciri khas suara penjaja sate yang menarik dan khas tersebut, laksana suara melengking serupa tawa Mak Lampir, maka warung sate nya dikenal dengan Warung Mak Lampir.

Biasanya nama jenis sate dinamai menurut wilayah asalnya, pemilihan daging, bagian-bagian atau bahan-bahan yang digunakannya, juga dapat dinamai sesudah proses atau cara memasak, akan namun nama sate mak lampir bukan dari sana namun berasal dari karakteristik dari suara sipenjaja yang menarik dan rasa satenya juga tak kalah uniknya.

Sate Mak Lampir sekarang telah puluhan tahun dikenal seantero Jepara.

Sate ini disajikan seporsi ada selama 10 stick tusukan daging ini dimakan dengan dicelupkan ke bumbu kecap dengan sejumlah potong bawang segar, tomat, taburan merica dan sepiring nasi putih panas. Warung Mak Lampirialah salah satu warung tervaforit dengan menu daging tusuk yang tiada duanya.

Sate Mak Lampir adalahperpaduan antara daging yang digabungkan dengan kekayaan bumbu khas Bangsri secara turun temurun yang membuat cita rasa kuliner pesisir yang paling lezat.

Oke, andai kalian sedang melalui Bangsri, kalian dapat mencoba dahsyatnya sate atau gule nya Mak Lampir.

Yang datang ke wilayah Jepara tepatnya di derah Bangsri dapat mencoba makanan yang lezat sate mak lampir yang enak dan gurih.
Share:

Kontes Modifikasi Motor Al Hikmah Jepara 2019 Akan Hadir, Berikut Ketentuannya

Jepara - Al Hikmah kontes adalahacara tahunan yang sudah diselenggarakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan itu sudahdilangsungkan selama 15 kali. Banyak peserta yang muncul di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2018 sejumlah 230 motor modif ikut berpartisipasi.

Kali ini admin bakal menyebutkan Regulasi pada acara tersebut. Regulasi kali ini memuat tentanag Ketentuan umum Al Hikmah Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

Berikut ialah Ketentuan Umum Al Hikmah Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

KETENTUAN UMUM EVENT
  • Terbuka untuk umum, perseorangan atau klub.
  • Penilaian lomba dikhususkan pada penampilan/performa luar, murni showbike.
  • Nomor mesin dan nomor rangka jangan diubah/ganti (sesuai STNK/BPKB). Khusus ruang belajar ekstrim dapat memakai rangka baru atau produksi sendiri (handmade), dan boleh memungut rangka merek beda atau dicustom ulang.
  • Digelar Sabtu- Minggu, 29-30 juni 2019. Waktu pencatatan on the spot,sampai Sabtu jam 17.00 masa-masa setempat.
  • Peserta dari luar kota dapat mendaftar via telpon / fax / transfer bank dengan menyertakan data motor, nomor polisi, nama empunya dan ruang belajar diikuti. Namun andai terlambat, tetap dikenakan pengurangan point.
  • Panitia tidak menerima peningkatan pendaftaran baru pada ketika lomba/sudah dinilai juri. Jumlah peserta tidak dibatasi. Setiap peserta hanya diizinkan maksimal ikut dua kelas.

BIAYA & SYARAT PENDAFTARAN
  • Biaya pencatatan Rp.185.000,00 per kls/ motor.
  • Maksimal ikut dua kelas, cocok regulasi setiap kelas. Peserta terlambat/ mundur, pencatatan hangus/uang tidak dikembalikan.
  • Wajib memberikan satu eksemplar fotocopy kartu identitas yang masih berlaku (KTP/SIM) dan satu eksemplar fotocopy STNK/BPKB.
  • Untuk kelompok novice, dikhususkan untuk peserta yang benar-benar pemula dan untuk motor yang pernah juara 1 di kontes sebelumnya (2018) tidak disarankan ikut, atau dapat tetap kontes dengan ikut ruang belajar di kelompok yang lebih tinggi.
TECHNICAL MEETING
  • Diadakan hari : Sabtu, 29 Juni 2019 jam 18.00 masa-masa setempat.
  • Peserta wajib mengekor technical meeting. Yang hadir/tidak muncul di technical meeting dirasakan menyetujui semua peraturan lomba.
  • Pasca technical meeting, peserta diberi 30 menit waktu guna pindahruang belajar / tambah kelas, namun tidak boleh menarik keluar pendaftaran. Setelah itu, panitia tidak menerima lagi “ganti/pindah kelas”.
SCRUTINEERING
  • Mesin mesti hidup dan motor dapat dikendarai ( pantas jalan/fungsi)melewati scrut/test jalan.
  • Semua komponen: gas dan rem mesti berfungsi, tergolong gauge/indikator/lampu-lampu.
  • Sirkuit test jalan : trek lurus 50–100 meter dengan cone ( kondisional )
  • Peserta mesti mengitari cone itu secara saling silang.
LOADING / UNLOADING
  • Motor masuk display, hari : Sabtu 29 Juni 2019 mulai jam 09.00 - 17.00masa-masa setempat.
  • Motor yang datang lebih dari masa-masa yang ditentukan dikurangi 10 point/jam. Peserta yang terlambat lebih dari masa-masa dispensasi, dikenakan pengurangan 50% dari total poin.
  • Loading (memasukan motor ke arena kontes) dilaksanakan setelah motor di test jalan dan discrut oleh panitia.
  • Mulai pukul 19.00 masa-masa setempat, motor telah tertata apik dalam arena kontes sesuai ruang belajar yang diikuti. Pemilik motor telah tidak boleh mengutak-atik motor dan arena kontes disterilkan.
  • Tidak ada pengecualian waktu untuk peserta luar kota, terdapat pengurangan poin. Peserta yang terlambat check in sampai batas masa-masa terakhir tidak dinilai, masih boleh memajang motornya.
  • Hasil lomba diberitahukan hari : Minggu 30 Juni 2019 jam 11.00 masa-masa setempat.
  • Peserta diizinkan check out/mengeluarkan motor dan perlengkapannyasesudah acara selesai.
HAK & KEWAJIBAN PESERTA
  • Mendapatkan kemudahan : stiker scrut, stiker Ototrend/sponsor, T-shirt, merchandize sponsor.
  • Boleh membawa peralatan bengkel, kit pembersih, lap, perangkat display dan semacamnya secara terbatas. Disediakan alas karpet dan colokan listrik/level staging ( pilihan ).
  • Boleh mempersiapkan/mengelap motor sebelum masa-masa penilaian. Waktu dan tanda ditentukan panitia.
  • Tidak dibetulkan mengutak-atik/perbaikan/mengelap motor sekitar pameran, kecuali diminta oleh team juri.
  • Peserta diizinkan berada di dekat areal kontes (bukan dalam arena motor) pada ketika penjurian dan pameran. Tetapi tidak diizinkan menunggui/tidur di arena.
  • Semua peserta mendapat perlakuan dan hak sama mesti menaati semua regulasi / tata tertib yang ada.
DEWAN JURI & PENJURIAN
  • Penilaian oleh dewan juri berkompeten Ototrend.
  • Penjurian dilaksanakan secara terpadu, komprehensip dengan jadual danmasa-masa yang sudah ditentukan sekitar kontes berlangsung.
  • Seluruh peserta wajib memenuhi dan mengembalikan eksemplar spek modifikasi dari panitia, sebagai kriteria penjurian oleh dewan juri.
  • Hasil lomba ditetapkan oleh dewan juri yang berkompeten. Ketentuan dewan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diselenggarakan surat-menyurat.
HASIL LOMBA
  • Semua ruang belajar dipungut 6 juara (juara 1-6)
  • Semua pemenang menemukan piala, piagam & duit pembinaan.
  • Disediakan 25 penghargaan best, menemukan tropi & piagam.
  • 3 (tiga) King of Otocontest 2018, yaitu King of Fashion, King of Racing dan King of Extreme, menemukan tropi utama king, & piagam.
KETENTUAN UMUM KELAS MODIF
  • Item evaluasi semua ruang belajar : performa seluruh bagian motor, kreativitas, tema, cat, stripping, aksesoris, kelistrikan, tata letak, trend, inovasi, tipstrick, inovasi, finishing, harmonisasi dan keserasian universal.
  • Aksesori variasi banyak/mahal, cat mahal, belum pasti point tinggi.
  • Spesifikasi modif “safety riding”, mesti pasang 2 spion, boleh aseso / standart motor. Wajib pasang platnom standar kepolisian (bukan produksi sendiri). Semua motor wajib pantas jalan & fungsional.
  • Untuk ruang belajar racing / street racing / custom : tidak diberi batas kapasitas cc / jenis mesin. Kecepatan dan kekuatan mesin (power output) tidak dihitung, melulu mengutamakan showbike only, performa luar sebagai evaluasi utama.
  • Nosin dan noka jangan diganti (harus cocok STNK). Modifikasi rangka,pemakaian rangka baru (handmade) atau mencomot merek beda tidak diperbolehkan. Kecuali ruang belajar custom, sub-frame bebas direkonstruksi dan extreme : rangka bebas.
Ketentuan Per Kelas / Kategori

Kelas Newcomer
  • Novice Pure Thai Look Matik
  • Novice Pure Thai Look Non Matik
  • Baby Look
  • Novice Street Racing
  • Novice Fashion Daily
Kelas Fashion Style
  • Fashion Daily
  • Pure Mothai
  • Cutting Sticker / Decal
Kelas Racing Style
  • Pro Street Racing
  • Classic Racing
  • Herex
  • Kelas Custom Style
  • Ceper Cakep
  • Airbrush
  • Sport Modif
  • Japs Style
  • Extreme
Share:

Regulasi Kelas Novice Fashion Daily Use Kontes Modifikasi Al Hikmah Mayong Jepara

Jepara - Al Hikmah kontes merupakan acara tahunan yang sudah diadakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan tersebut adakan pada hari sabtu dan minggu, 29-30 juni 2019. Kegiatan tesebut sudah berlangsung selama 15 kali. Banyak peserta yang hadir di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2018 sebanyak 230 motor modif ikut berpartisipasi.

Kali ini admin akan menuliskan Regulasi pada acara tersebut. Regulasi kali ini memuat tentang Regulasi Kelas Novice Fashion Daily Use Kontes Modifikasi Al Hikmah Mayong Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

Berikut adalah Regulasi Kelas Novice Fashion Daily Use Kontes Modifikasi Al Hikmah Mayong Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

REGULASI KELAS NOVICE FASHION DAILY USE
  1. Untuk motor modifikasi hasil kreasi modifikator "rookies category", khusus tipe bebek/sport dan matic yang dimodif “murni minimalis” style harian.
  2. Tidak boleh menginstall stabiliser, FPR dan oil cooler aftermarket.
  3. Boleh melakukan finishing krom atau poles untuk part metal.
  4. Harus mempertahankan bodi utama standart/orisinil motor dengan pemasangan aksesoris variasi toko/pabrik (aftermarket) dan dilarang melakukan penggantian dan atau kawin silang body part varian lain baik dengan teknik mix & match atau transfer body.
  5. Spesifikasi modif “safety riding”, wajib pasang 2 spion, boleh aseso / standart motor (non jalu). Wajib pasang 2 platnom konvensional (non Thailook style dan non custom). Dilarang mengaplikasi knalpot racing dan free flow.
  6. Diwajibkan berkelengkapan head lamp, sign lamp dan stop lamp (non Pro J, maksimal LED).
  7. Cat ulang diperbolehkan dengan “warna polos” tanpa grafis. Boleh beda warna per sub-body, maksimal two tone (dua warna beda) dan “tidak dalam satu bidang body”. Batasan cat : solid, metalik, bunglon, mutiara, xyralic sederhana, non airbrush.
  8. Boleh melubangi bodi, sepanjang tidak frontal dan sebatas pendukung instalasi asesoris.
  9. Kaki-kaki “terbatas” dimodifikasi. Penggantian kaki-kaki tidak boleh frontal, harus mengapliasi variasi toko / plug and play, dan tidak boleh dicustom/handmade. Khusus matic harus mengunakan CVT tertutup (tanpa lubang). Maksimal ganti sok dan fork aftermarket (non branded pure Thailook style). Dilarang mengadopsi swing arm produk aftermarket, maks : kawin silang swing arm merk lain.
  10. Velg harus konvensional (non velg mobil dan custom), maksimal spoky (ruji) style non custom dan velg almu palang balok (non monoblok, non kipas & non Buell style).
  11. Hella Flush style dilarang! Perubahan monosok tidak diperbolehkan, kecuali bagi motor yang dari standarnya sudah ber-monosok. Boleh melakukan penggantian diameter roda.
  12. Pengereman dibatasi : maksimal single cakram depan - belakang (non Buell dan sisi kanan untuk rem belakang) dengan 1 kaliper di setiap discnya. Master aftermarket dan tabung tidak diperbolehkan.
  13. Boleh memakai ban standar pabrik / variasi, beralur / tread non polosan / slick. Tidak dibatasi ukuran, harus pakai ban motor.
  14. Jok dan covernya bebas diganti produk variasi dan dimodifikasi desain kovernya. Dilarang mengaplikasi jok desain 3 Dimensi. aklirik, fiber, single seater, plat & bordes.
Itulah Regulasi Kelas Novice Fashion Daily Use Kontes Modifikasi Al Hikmah Mayong Jepara. Mudah udahan bermanfaat bagi pecinta motor modifikasi terutama modifikasi motor kelas fashin daily.
Share:

Regulasi Modifikasi Motor Kelas Mothai Open di Kontes Al Hikmah Jepara


Jepara - Al Hikmah kontes adalahacara tahunan yang sudah diselenggarakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan itu adakan pada hari sabtu dan minggu, 29-30 juni 2019. Kegiatan tesebut sudahdilangsungkan selama 15 kali. Banyak peserta yang muncul di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2018 sejumlah 230 motor modif ikut berpartisipasi.

Kali ini admin bakal menyebutkan Regulasi pada acara tersebut. Regulasi kali ini memuat mengenai Regulasi Modifikasi Motor Kelas Mothai Open di Kontes Al Hikmah Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

Berikut ialah Regulasi Modifikasi Motor Kelas Mothai Open di Kontes Al Hikmah Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

REGULASI KELAS MOTHAI OPEN
  • Kelas modif guna motor bebek & sport all varian, yang dimodif bergaya modif Thailand Style.
  • Model/style bebas, tergolong daily use style, daily street racing, mothai racing (drag/road race).
  • Maksimal “bodi masih asli motor" dengan pemasangan aksesoris variasi toko.
  • Transfer body / kawin silang “body part” dengan varian beda tidak diperbolehkan.
  • Lampu dan kedok depan boleh dicustom secara terbatas, diganti kedok brand dan jenis beda atau style trondol dan mesti dipasang lampu.
  • Spesifikasi modif “safety riding”, memasang spion dan platnom guna tema modif harian, sementara untuk tema racing boleh tidak gunakan platnom, tetapi paling tidak pasang 1 biji sebagai identitas.
  • Untuk tema mothai daily, dilarang mengcustom/bor/coak atau mencukur body, maksimal diizinkan melepas part/sub body (90 persen body utuh),sementara mothai racing dapat mencustom body secara wajar.
  • Cat ulang diperbolehkan, baik warna polosan atau grafis, boleh lain warna per sub-body. Two/ three tone, stiker (grafis minimalis, cutting sticker, digital print, logo) diperbolehkan, dikhususkan konsep Thailand.
  • Kaki-kaki "dibatasi" modifikasi. Penggantian kaki-kaki mesti variasi toko / plug and play dan jangan dicustom/handmade.
  • Aplikasi pengereman maksimal hatus single disc depan dan single disc belakang sebelah kanan. Matic, jangan berkaki molor/low rider.
  • Harus memakai pelek dan ban sepeda motor. Pemakaian pelek custom dari bahan pelek non motor laksana eks mobil tidak diperbolehkan.
  • Perubahan diameter roda diperbolehkan, tetapi harus menggunakan ban non slick, baik standar pabrik/variasi guna tema modif harian. Tanpa ruji yang pelintir. Sedangkan guna tema modif mothai racing, jenis dan ukuran ban dan pelek bebas.
Itulah Regulasi Modifikasi Motor Kelas Mothai Open di Kontes Al Hikmah Jepara. Sipakan motor Mothai andalan kamu untuk ikut berpartisipasi dalampekerjaan motor modifikasi Al Hikmah Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.
Share:

Regulasi Modifikasi Motor Kelas Novice Street Racing di Kontes Al Hikmah Jepara

Jepara - Al Hikmah kontes merupakan acara tahunan yang sudah diadakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan tersebut adakan pada hari sabtu dan minggu, 29-30 juni 2019. Kegiatan tesebut sudah berlangsung selama 15 kali. Banyak peserta yang hadir di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2018 sebanyak 230 motor modif ikut berpartisipasi.

Kali ini admin akan menuliskan Regulasi pada acara tersebut. Regulasi kali ini memuat tentang Regulasi Modifikasi Motor Kelas Novice Street Racing di Kontes Al Hikmah Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

Berikut adalah Regulasi Modifikasi Motor Kelas Novice Street Racing di Kontes Al Hikmah Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

REGULASI  KELAS NOVICE STREET AL HIKMAH KONTES JEPARA
  1. Kelas khusus motor modif aliran racing harian / racing funky, baik berbasis bebek, sport atau matic model racing minimalis/pemula.
  2. Model racing harian, harus dilengkapi body minimal 80% utuh serta wajib dilengkapi lampu depan-belakang dan seins. Khusus sport fairing, dilarang melepas fairing orsi, maksimal mengaplikasi teknik cutting fairing.
  3. Part body tidak boleh diganti dengan teknik pengerjaan mix & match body, teknik transfer body tidak diperbolehkan (orsi bawaan motor). Khusus mika lampu, dilarang dilepas, dilubangi dan dilaminasi karbon, maks : dicustom sipit dan atau dismoke tipis. Dilarang melepas bagasi dan atau tangki di bawah jok dan digantikan pilar jok custom.
  4. Aplikasi stoping system dibatasi 1 unit cakram depan dan 1 unit cakram belakang (satu disc dan satu kaliper di tiap cakramnya, khusus cakram belakang wajib di sebelah kanan untuk sport-bebek-matic). Dilarang pakai hidrolis sebagai penarik paha rem belakang.
  5. Finishing wajib mengutamakan base coat/warna dasar satu warna untuk body dan atau rangka dengan bahan dasar solid, metalic atau xiralic, kecuali “glitter” dilarang. Maksimal bergrafis minimalis atau cutting stiker / digital printing minimalis. Tidak boleh pakai grafis berteknik water transfer paper.
  6. Coak rangka, coak custom CVT matic dilarang dan coak body dilarang, kecuali sekedar ”pelubangan” body berbentuk bulat dan tidak frontal. Aplikasi CVT produk variasi lubang-lubang "diperbolehkan", tetapi dianjurkan part CVT model tertutup.
  7. Pemakaian komponen racing dan variasi seperti karburator, intake manifold, pengapian, oil cooler, knalpot, footstep, velocity diperbolehkan. Dilarang knalpot kidal, foot rest underbone khusus matic, dan pemotongan leher setang (maks : tekuk setang).
  8. Penggerak konvensional. Maksimal menggunakan tromol variasi, maksimal custom becak style. Dilarang menggunakan tromol custom, sambung dan lubang jeruji model tusuk.
  9. Pelek jeruji wajib 36 buah / lingkar pelek, tidak boleh kurang atau lebih. Tidak boleh memakai jeruji jarang/kurang, custom dari betoneser, atau gabungan jeruji dengan pelek palang dilarang. Jeruji model pelintir diperbolehkan, namun diutamakan ruji model biasa/lurus.
  10. Dilarang mengaplikasi teknik detailing gravir, etching dan krom plastik. Aplikasi asesoris dibatasi wajib konvensional dan non custom hand made, kecuali custom bubut untuk bottom dan tromol konvensional diperbolehkan. Dilarang mengaplikasi head/stop lamp Proyektor atau LED yang ditanam di reflektor, jok maksimal diganti kover dan tanpa lobang, single seater, plat, bordes, tanpa-akrilik.
  11. Layak jalan dan fungsional dengan memasang spion (minimal 1), nopol depan-belakang, seins dan aplikasi ban non slick / gundul.
Itulah Regulasi Modifikasi Motor Kelas Novice Street Racing di Kontes Al Hikmah Jepara. Semoga bisa menjadi acuan bagi anda yang ikut berpartisipasi pada ajang modifikasi motor di kontes terbesar dan terkonsisten di tanah air ini
Share:

Regulasi Modifikasi Motor Pro Pure Thailook di Al Hikmah Motor Kontes Jepara


Jepara - Al Hikmah kontes adalahacara tahunan yang sudah diselenggarakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan itu adakan pada hari sabtu dan minggu, 29-30 juni 2019. Kegiatan tesebut sudahdilangsungkan selama 15 kali. Banyak peserta yang muncul di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2018 sejumlah 230 motor modif ikut berpartisipasi.

Kali ini admin bakal menyebutkan Regulasi pada acara tersebut. Regulasi kali ini memuat tentanag Ketentuan umum Al Hikmah Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

Berikut ialah Regulasi Modifikasi Motor Pro Pure Thailook di Al Hikmah Motor Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

REGULASI MODIFIKASI MOTOR KELAS PURE THAILOOK ( MATIK & NON MATIK)
  • Kelas khusus guna motor bebek/sport/matic, dimodif minim bergaya asli Thailand Style.
  • Model/style bebas, eksklusif konsep daily use.
  • Maksimal “body utama menjaga varian merk orsi motor" dengan pemasangan aksesoris pribumi variasi toko dan bukan custom.
  • Mix and match / kawin silang “body part” dengan varian pribumi part body pabrikan Thailand /Vietnam diperbolehkan. Lampu dan kedok depan jangan dicustom dan atau diganti varian merk lain, ”kecuali penggantian bulb/LED”. Haram style racing trondol.
  • Dilarang mencustom/bor/coak atau mencukur body atau melepas fender depan dan belakang.
  • Cat ulang diperbolehkan, maksimal adalah dua warna dominan. Konsep three tone diperbolehkan, sekedar imbuhan warna pemanis body. Diperbolehkan memasang atau memakai sticker konsep Thailand murni.
  • Kaki-kaki “dibatasi” untuk modifikasi. Penggantian kaki-kaki mesti murni variasi toko/plug and play, dan jangan dicustom/handmade. Khusus maticmesti mengunakan CVT tertutup (tanpa lubang). Aplikasi footrest racing Underbone hanya diizinkan untuk basis motor varian sport dan bebek ayago.
  • Aplikasi pengereman pada motor maksimal hanya single disc depan dan single disc belakang sebelah kanan.
  • Matik : jangan berkaki molor/low rider.
  • Harus memakai velg dan ban sepeda motor berprofil bebas. Velg custom dari bahan velg non motor laksana eks mobil tidak diperbolehkan.
  • Perubahan diameter roda diperbolehkan, dengan memakai velg ukuran 12,” 16” dan 17” profil lebar bebas. Dilarang mengkepang jeruji dan mengaplikasi trend velg belang (depan palang, belakang jeruji).
  • Aplikasi dan trend asesoris khas style Thailand akan meningkatkan poin penilaian. Monel dan lambang tidak boleh, kecuali emboss Thailand.
  • Knalpot mesti non racing guna varian matic.
  • Jok maksimal dimodif tipis dan diganti lapisan pelindung dengan kain kanvas atau produk sintetis dan jangan dicustom lubang.
  • Boleh gunakan sub body serat karbon atau laminasi karbon namun melulu sebagai penyokong tampilan pada bidang part motor.
Itulah Regualsi atau peraturan aturan modifikasi motor ruang belajar Pure Thailook pada Kontes motor di Al Hikmah kontes Jepara tahun 2019


Share:

Regulasi Modifikasi Al Hikmah Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019

Jepara - Al Hikmah kontes adalahacara tahunan yang sudah diselenggarakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan itu sudahdilangsungkan selama 15 kali. Banyak peserta yang muncul di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2018 sejumlah 230 motor modif ikut berpartisipasi.

Kali ini admin bakal menyebutkan Regulasi pada acara tersebut. Regulasi kali ini memuat tentanag Ketentuan umum Al Hikmah Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

Berikut ialah Ketentuan Umum Al Hikmah Kontes Jepara "Novive & Youth Modificator Inspirations" 2019.

KETENTUAN UMUM EVENT
  • Terbuka untuk umum, perseorangan atau klub.
  • Penilaian lomba dikhususkan pada penampilan/performa luar, murni showbike.
  • Nomor mesin dan nomor rangka jangan diubah/ganti (sesuai STNK/BPKB). Khusus ruang belajar ekstrim dapat memakai rangka baru atau produksi sendiri (handmade), dan boleh memungut rangka merek beda atau dicustom ulang.
  • Digelar Sabtu- Minggu, 29-30 juni 2019. Waktu pencatatan on the spot,sampai Sabtu jam 17.00 masa-masa setempat.
  • Peserta dari luar kota dapat mendaftar via telpon / fax / transfer bank dengan menyertakan data motor, nomor polisi, nama empunya dan ruang belajar diikuti. Namun andai terlambat, tetap dikenakan pengurangan point.
  • Panitia tidak menerima peningkatan pendaftaran baru pada ketika lomba/sudah dinilai juri. Jumlah peserta tidak dibatasi. Setiap peserta hanya diizinkan maksimal ikut dua kelas.

BIAYA & SYARAT PENDAFTARAN
  • Biaya pencatatan Rp.185.000,00 per kls/ motor.
  • Maksimal ikut dua kelas, cocok regulasi setiap kelas. Peserta terlambat/ mundur, pencatatan hangus/uang tidak dikembalikan.
  • Wajib memberikan satu eksemplar fotocopy kartu identitas yang masih berlaku (KTP/SIM) dan satu eksemplar fotocopy STNK/BPKB.
  • Untuk kelompok novice, dikhususkan untuk peserta yang benar-benar pemula dan untuk motor yang pernah juara 1 di kontes sebelumnya (2018) tidak disarankan ikut, atau dapat tetap kontes dengan ikut ruang belajar di kelompok yang lebih tinggi.
TECHNICAL MEETING
  • Diadakan hari : Sabtu, 29 Juni 2019 jam 18.00 masa-masa setempat.
  • Peserta wajib mengekor technical meeting. Yang hadir/tidak muncul di technical meeting dirasakan menyetujui semua peraturan lomba.
  • Pasca technical meeting, peserta diberi 30 menit waktu guna pindahruang belajar / tambah kelas, namun tidak boleh menarik keluar pendaftaran. Setelah itu, panitia tidak menerima lagi “ganti/pindah kelas”.
SCRUTINEERING
  • Mesin mesti hidup dan motor dapat dikendarai ( pantas jalan/fungsi)melewati scrut/test jalan.
  • Semua komponen: gas dan rem mesti berfungsi, tergolong gauge/indikator/lampu-lampu.
  • Sirkuit test jalan : trek lurus 50–100 meter dengan cone ( kondisional )
  • Peserta mesti mengitari cone itu secara saling silang.
LOADING / UNLOADING
  • Motor masuk display, hari : Sabtu 29 Juni 2019 mulai jam 09.00 - 17.00masa-masa setempat.
  • Motor yang datang lebih dari masa-masa yang ditentukan dikurangi 10 point/jam. Peserta yang terlambat lebih dari masa-masa dispensasi, dikenakan pengurangan 50% dari total poin.
  • Loading (memasukan motor ke arena kontes) dilaksanakan setelah motor di test jalan dan discrut oleh panitia.
  • Mulai pukul 19.00 masa-masa setempat, motor telah tertata apik dalam arena kontes sesuai ruang belajar yang diikuti. Pemilik motor telah tidak boleh mengutak-atik motor dan arena kontes disterilkan.
  • Tidak ada pengecualian waktu untuk peserta luar kota, terdapat pengurangan poin. Peserta yang terlambat check in sampai batas masa-masa terakhir tidak dinilai, masih boleh memajang motornya.
  • Hasil lomba diberitahukan hari : Minggu 30 Juni 2019 jam 11.00 masa-masa setempat.
  • Peserta diizinkan check out/mengeluarkan motor dan perlengkapannyasesudah acara selesai.
HAK & KEWAJIBAN PESERTA
  • Mendapatkan kemudahan : stiker scrut, stiker Ototrend/sponsor, T-shirt, merchandize sponsor.
  • Boleh membawa peralatan bengkel, kit pembersih, lap, perangkat display dan semacamnya secara terbatas. Disediakan alas karpet dan colokan listrik/level staging ( pilihan ).
  • Boleh mempersiapkan/mengelap motor sebelum masa-masa penilaian. Waktu dan tanda ditentukan panitia.
  • Tidak dibetulkan mengutak-atik/perbaikan/mengelap motor sekitar pameran, kecuali diminta oleh team juri.
  • Peserta diizinkan berada di dekat areal kontes (bukan dalam arena motor) pada ketika penjurian dan pameran. Tetapi tidak diizinkan menunggui/tidur di arena.
  • Semua peserta mendapat perlakuan dan hak sama mesti menaati semua regulasi / tata tertib yang ada.
DEWAN JURI & PENJURIAN
  • Penilaian oleh dewan juri berkompeten Ototrend.
  • Penjurian dilaksanakan secara terpadu, komprehensip dengan jadual danmasa-masa yang sudah ditentukan sekitar kontes berlangsung.
  • Seluruh peserta wajib memenuhi dan mengembalikan eksemplar spek modifikasi dari panitia, sebagai kriteria penjurian oleh dewan juri.
  • Hasil lomba ditetapkan oleh dewan juri yang berkompeten. Ketentuan dewan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diselenggarakan surat-menyurat.
HASIL LOMBA
  • Semua ruang belajar dipungut 6 juara (juara 1-6)
  • Semua pemenang menemukan piala, piagam & duit pembinaan.
  • Disediakan 25 penghargaan best, menemukan tropi & piagam.
  • 3 (tiga) King of Otocontest 2018, yaitu King of Fashion, King of Racing dan King of Extreme, menemukan tropi utama king, & piagam.
KETENTUAN UMUM KELAS MODIF
  • Item evaluasi semua ruang belajar : performa seluruh bagian motor, kreativitas, tema, cat, stripping, aksesoris, kelistrikan, tata letak, trend, inovasi, tipstrick, inovasi, finishing, harmonisasi dan keserasian universal.
  • Aksesori variasi banyak/mahal, cat mahal, belum pasti point tinggi.
  • Spesifikasi modif “safety riding”, mesti pasang 2 spion, boleh aseso / standart motor. Wajib pasang platnom standar kepolisian (bukan produksi sendiri). Semua motor wajib pantas jalan & fungsional.
  • Untuk ruang belajar racing / street racing / custom : tidak diberi batas kapasitas cc / jenis mesin. Kecepatan dan kekuatan mesin (power output) tidak dihitung, melulu mengutamakan showbike only, performa luar sebagai evaluasi utama.
  • Nosin dan noka jangan diganti (harus cocok STNK). Modifikasi rangka,pemakaian rangka baru (handmade) atau mencomot merek beda tidak diperbolehkan. Kecuali ruang belajar custom, sub-frame bebas direkonstruksi dan extreme : rangka bebas.
Ketentuan Per Kelas / Kategori

Kelas Newcomer
  • Novice Pure Thai Look Matik
  • Novice Pure Thai Look Non Matik
  • Baby Look
  • Novice Street Racing
  • Novice Fashion Daily
Kelas Fashion Style
  • Fashion Daily
  • Pure Mothai
  • Cutting Sticker / Decal
Kelas Racing Style
  • Pro Street Racing
  • Classic Racing
  • Herex
  • Kelas Custom Style
  • Ceper Cakep
  • Airbrush
  • Sport Modif
  • Japs Style
  • Extreme
Share:

Expo KKN UNISNU Jepara akan Hadir di Depan Masjid Agung Jepara

Pemerintah Kabupaten Jepara dan Univessitas Islam Nahdhotul Ulama (UNISNU) Jepara bekerjasama mengadakan  kegiatan Expo KKN UNISNU Jepara 2019,  Kegiatan yang dijadwalkan pada hari Sabtu - Minggu | 23-24 Februari 2019 di
@Halaman Kantor OPD Bersama Pemkab Jepara (depan Masjid Agung Jepara).

Pada jegiatan tersebut akan menampilkan berbagai Produk Expo KKN UNISNU dari berbagai Desa di Jepara, serta panitia menyiapkan Ngopii  ngatis bagi pengunjung

Akan hadir pula kegiatan Jalan Sehat bersama & Sosialisasi Pemilu 2019. Minggu pagi, Start pukul 06.00 WIB di Arena Expo, terbuka juga untuk Masyarakat Umum .. Aneka hadiah dan doorprise menanti  disediakan oleh panitia serta menghadirkan berbagai aneka hiburan.

Disamping itu, juga terdapat lomba  Lomba Vlog Berhadiah, dengan ketentuan sebagai berikut :
Follow dan tag Instagram @unisnujepara @kpujepara @kkn.unisnujepara di post Video IG mu.
sertakan juga tagar #expokknunisnu2019 #pemilubermartabat#unisnujepara #kpujepara #antiHoax #antiSARA #antiPolitikUang

Pada lomba nge Volg, Peserta diwajibkan untuk meyertakan  clossing steatmen ajakan Sukseskan Pemilu 17 April 2019 di akhir Video,
Juri akan menilai dari kesesuaian tema, cinematografi & pesan Vlog.

Tuhhh kan... banyak keseruan menantimu di akhir pekan ini, Jangan lupa catat tanggalnya
dan ajak Teman serta Keluargamu.

Dari rincaian diatas, masyarakat Jepara dan sekitarnya diharapkan bisa hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut.

GRATIS untuk umum. Sampai jumpa besok di Hari Sabtu - Minggu ya gaesss....
Share:


Tingkatkan Efisiensi, Sertu Abdul Rauf Bantu Petani Gunakan Mesin Perontok Padi

Jepara – Mesin perontok padi dirancang untuk mampu memperbesar kapasitas kerja dan meningkatkan effisiensi kerja sehingga akan diperoleh mutu hasil yang baik dan susut tercecer yang kecil. Bermacam-macam jenis dan merk mesin perontok padi dapat dijumpai di Indonesia, mulai dari yang mempunyai kapasitas kecil, sedang, hingga kapasitas besar.

Untuk mendukung progam pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan nasional, seluruh Babinsa jajaran Kodim 0719/Jepara terus melakukan pendampingan kepada para petani.


Seperti Babinsa desa Ngetuk Koramil 05/Mayong Dim 0719/Jepara Sertu Abdul Rauf yang selalu mendampingi para petani warga desa binaannya dalam mewujudkan program pemerintah untuk ketahanan pangan.

Sertu Abdul Rauf turun langsung ke sawah dengan ikut serta membantu warganya yang sedang panen padi dengan menggebyog padi menggunakan mesin perontok padi, yang kali ini bertempat di lahan persawahan seluas 1,3 Ha milik bapak Kasmuin warga RT 01/03 desa Ngetuk, Poktan Sido Mulyo 3, dengan jenis padi Ciherang, Kamis (21/02/2019).

Saat di temui, Sertu Abdul Rauf menuturkan bahwa pendampingan yang ia lakukan adalah untuk membantu suksesnya progam pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

“Kami Babinsa, akan terus lakukan pendampingan kepada para petani. keberhasilan panen para petani merupakan kebanggaan bagi kami, ini menunjukan bahwa kami Babinsa sudah berhasil dalam pendampingan serta pembinaan kepada para petani” jelasnya.
Share:

Menikmati Lezatnya Sate Mak Lampir Bangsri Jepara


Jepara - Bangsri Memiliki sejumlah wisata kuliner Keren, Kecamatan Bangsri yang terletak di Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah. yang Mempunyai 12 Desa Yaitu Bangsri, Banjar Agung, Banjaran, Bondo, Guyangan, Srikandang, Tengguli, Jerukwangi, Kedungleper, Kepuk, Papasan, Wedelan. Dari satu kecamatan saja terdapt puluhan desa, oleh sebab itu dapat dipastikan Indonesia mempunya Ribuan kekayaan perbedaan kebiasaan membentuk keragaman, jadi tidak mengherankan andai makanan di Indonesiapun mempunya tidak sedikit ragam jenis.

Termasuk di Bangsri, Jepara, tidak sedikit makanan enak sebab menggunakan sekian banyak rempah-rempah segar dan herbal sebagai bumbunya. Penggunaan bumbu rempah ialah faktor yang menyerahkan pengaruh besar kenapa masakan di Jepara paling beraroma dan lezat guna dimakan.

Salah satunya ialah Sate Mak Lampir Bangsri Jepara. Sate Gule Mak Lampir, dengan suara khas nya yang melengking menciptakan warung ini dikejar para pelanggannya dari sekian banyak daerah di Jepara. Terlihat sederhana, namun sadar atau tidak urusan ini menciptakan nama warung menjadi karakteristik tersendiri. Dengan ciri khas suara penjaja sate yang menarik dan khas tersebut, laksana suara melengking serupa tawa Mak Lampir, maka warung sate nya dikenal dengan Warung Mak Lampir.

Biasanya nama jenis sate dinamai menurut wilayah asalnya, pemilihan daging, bagian-bagian atau bahan-bahan yang digunakannya, juga dapat dinamai sesudah proses atau cara memasak, akan namun nama sate mak lampir bukan dari sana namun berasal dari karakteristik dari suara sipenjaja yang menarik dan rasa satenya juga tak kalah uniknya.

Sate Mak Lampir sekarang telah puluhan tahun dikenal seantero Jepara.

Sate ini disajikan seporsi ada selama 10 stick tusukan daging ini dimakan dengan dicelupkan ke bumbu kecap dengan sejumlah potong bawang segar, tomat, taburan merica dan sepiring nasi putih panas. Warung Mak Lampirialah salah satu warung tervaforit dengan menu daging tusuk yang tiada duanya.

Sate Mak Lampir adalahperpaduan antara daging yang digabungkan dengan kekayaan bumbu khas Bangsri secara turun temurun yang membuat cita rasa kuliner pesisir yang paling lezat.

Oke, andai kalian sedang melalui Bangsri, kalian dapat mencoba dahsyatnya sate atau gule nya Mak Lampir.

Yang datang ke wilayah Jepara tepatnya di derah Bangsri dapat mencoba makanan yang lezat sate mak lampir yang enak dan gurih.
Share:

Comments

Popular

Arsip Blog

FACEBOOK