Pengurus BPC HIPMI Kabupaten Jepara Resmi Dilantik Hari Ini

Jepara - Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jepara secara resmi dilantik oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuki, pada Rabu (23/1), di Hall Room Hotel D’Season Bandengan. Sekitar lima puluh anggota dilantik secara langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah Billy Dahlan, dengan disaksikan oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dan jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkompimda) Jepara.

Meski sudah terbentuk setelah musyawarah cabang pada 2017 lalu, kepengurusan baru dilantik tahun ini. Hal ini lantaran sempat terjadi dinamika di Badan Pengurus Daerah HIPMI Jawa Tengah. menurut  Ketua BPC HIPMI Jepara Haizul Ma’arif.

"Jajaran pengurus sangat menunggu momen pelantikan. Karena kepengurusan di Jepara sudah berjalan setahun lebih. Tapi belum ada pelantikan," katanya.

Haiz mengungkapkan, HIPMI siap membantu pemerintah menggandeng pemuda untuk berwirausaha. Mulai membantu dalam pembangunan perekonomian, sosial, dan pendidikan. Terutama dalam mengahadapi revolusi industri 4.0.

“Di sini lah peran pengusaha muda dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Semua serba digital,” katanya.

Tantangan pengusaha muda ke depan harus memiliki kreatifitas yang tinggi memanfaatkan revolusi industri. Sehingga memiliki tugas kewajiban besar menggalakkan virus kewirausahaan usia muda.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah Billy Dahlan, menyatakan optimismenya terhadap HIPMI Jepara. Pasalnya, meski belum dilantik setahun lalu kepengurusan sudah aktif berkegiatan. “Karena ada dinamika, satu setengah tahun belum sempat dilantik. Tapi eksistentisnya sangat bagus,” tuturnya.

Billy menambahkan, HIPMI Jepara bisa mengembangkan dunia usaha di kalangan muda dengan memanfaatkan potensi alam Jepara yang begitu besar. "Disini semua ada, san biaa dikembangkan sebagai dunia usaha," katanya.

Andang Wahyu Triyanto  selaku Ketua Kadin Jepara berharap kepada HIPMI Jepara untuk bisa dapat membantu pemerintah untuk mensukseskan program pembangunan. Apalagi kedepan, salah satu yang menjadi fokusnya adalah penguatan sumber saya manusia.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap kepada BPC HIPMI Jepara untuk menjaga eksistensi organisasi. Dengan perbedaan latar belakang bisnis yang berbeda, diharapkan bisa saling menguatkan. “Kuncinya ketaatan terhadap organisasi dan komitmen tujuan bersama,” tandasnya.

Sumber : Diskominfo Jepara
Share:

Pesta Siaga Pramuka diikuti 860 Siswa Dari Berbagai Daerah Di Jepara

Sebanyak 860 siswadan siswi se-kabupaten Jepara dari 86 barung perutusan dari 15 Kwartir Ranting (Kwarran) di Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara, bersaing dalam berbagai macam lomba dan ketangkasan pada Pesta Siaga Pramuka Tahun 2019. Kegiatan tersebut bertempat di seputaran Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Rabu (16/1).

Sejumlah lomba yang digelar, di antaranya ketakwaan, keimanan, atribut, kecerdasan, simpul dan ikatan, serta kompas. Kegiatan ini juga bertujuanuntuk mengasah keterampilan dan kedisiplinan para anggota pramuka, yang selama ini juga dibina di Gugus Depan (Gudep) masing-masing.

Bunda Pramuka Siaga Kwarcab Jepara, Chuzaemah Ahmad Marzuqi mengatakan kegiatan ini juga diharapkan para anggota Pramuka sejak dini dapat memiliki kedisiplinan dan keterampilan. Dalam rangka kesiapan mereka menerima tongkat estafet pembangunan yang akan datang. “Semangat bekerja keras dan saling membantu juga bisa terwujud melalui Pesta Siaga ini. Serta yang tak kalah penting, kelak kalian akan memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang bijaksana dan bertanggung jawab,” ujar dia.

Sementara untuk para pembina, ia meminta agar memberikan pemahaman kepramukaan dengan lebih maksimal. Sehingga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya juga berharap agar kegiatan ini dapat terus diselenggarakan dan dijadikan kegiatan tahunan Gerakan Pramuka Kwarcab Jepara,” imbuh Chuzaemah Ahmad Marzuqi.

Selain juga dalam rangka mengembangkan Kurikulum 2013. “Memberi wadah yang terarah dalam kegiatan peserta didik, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, serta mengembangkan diri di Gudepnya masing-masing,” ujar dia.

Sementara itu Ketua panitia penyelenggara Pesta Siaga, yang juga Wakil Ketua (Waka) Bidang Binamuda Gerakan Pramuka Kwarcab Jepara Sudarwanto. Menjelasakan, kegiatan ini hampir setiap Kwarran mengikuti ajang yang digelar setahun sekali, kecuali Kwarran Karimunjawa. Hal ini dikarenakan letak geografis dan cuaca yang tidak memungkinkan. “Selain 86 orang pembina damping, dan 15 orang dari 15 Kwarran se-Kwarcab Jepara. Peserta anak terdiri dari, 430 anak peserta putra dan 430 anak peserta putri, yang terbagi dalam 43 barung putra dan 43 barung putri,” kata Sudarwanto.

Kegiatan Pesta Siaga Gerakan Pramuka Tahun 2019 berlangsung, mulai pagi hingga sore hari. Kegiatan ini juga diakhiri dengan pembagian hadiah dan trofi bagi para pemenang. Para pemenang dalam ajang ini, nantinya akan mewakili Kwarcab Jepara dalam kegiatan Pesta Siaga tingkat Binaan Wilayah (Binwil) Kabupaten Pati.

Sumber : Diskominfo Jepara
Share:

Bencana Tanah Longsor Terjadi di Beberapa Wilayah Jepara

Bencana longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, pada Rabu (16/1). Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, hujan deras yang mengguyur wilayah Jepara, menyebabkan longsor di Desa Pendem Kecamatan Kembang dan Desa Papasan kecamatan Bangsri.

Longsor tebing di Desa Pendem, Kecamatan Kembang selain menutup akses jalan, peristiwa juga mengakibatkan seorang terluka atas nama Arip, yang merupakan warga setempat. Saat kejadian, yang bersangkutan sedang melintasi jalan dan terkena material longsoran. Saat ini sedang dalam perawatan. Untuk akses jalan yang tertutup saat ini sedang proses pembersihan. “Kami mengirim truk untuk penyemprot air," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto.


Untuk longsor di Desa Papasan, tidak ada korban jiwa, hanya terdapat kerusakan rumah di bagian belakang. Selain itu, material longsoran menutup akses jalan antara Dukuh Gluntang dan Dukuh Gredu. "Ada empat kepala keluarga yakni sembilan orang dewasa dan dua anak-anak yang terdampak. Saat ini, sudah dilakukan pembersihan material secara manual," tandasnya.

Longsor juga terjadi kembali di Dukuh Jehan, Desa Kunir, Kecamatan Keling. Ini merupakan bencana susulan dari sebelumnya, pada Selasa (15/1). Muncul retakan tanah sepanjang 85 Meter. “Kemarin tanah retak yang longsor sepanjang 20 meter. Hari ini sisa tanah yang retak kembali longsor,”kata dia.

Hingga saat ini ada sekitar 8 rumah yang terdampak. Untuk saat ini, 8 kepala keluarga diungsikan di rumah kerabat, tetangga dan sebagian di gedung madrasah. Material longsoran akan dibersihkan apa bila sudah tidak ada tanah yang retak. Dapur umum sudah didirikan untuk membantu warga yang terdampak longsor. “Alat berat sudah siap di lokasi tapi kami tidak berani bekerja pembersihan karena di atas masih ada sisa retakan kurang lebih 30 meter,” kata Arwin.

Selai Papasan, longsor juga terjadi di sejumlah desa, seperti Sumanding, dan Dudakawu di kecamatan Kembang. Selain itu, beberapa sejumlah titik yang masih dalam pemantauan.

Dalam dialog interaktif di Radio Kartini, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, mengimbau kepada masyarakat, bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, dengan cara mengenali tanda-tanda alam di sekitar. Tentunya dengan melakukan pengamatan dan perubahannya. “Siapkan sedini mungkin, atas segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” kata dia.

Jika masyarakat mengetahui tanda-tanda akan terjadinya bencana, saya berharap untuk segera melaporkan kepada Ketua RT/RW, atau Petinggi/Lurah, atau Camat, atau langsung ke Call Center BPBD Jepara, Portal Bupati atau lembaga diatasnya untuk mendapat tindak lanjut.
Share:

Comments

Popular

FACEBOOK