Bencana Tanah Longsor Terjadi di Beberapa Wilayah Jepara

Bencana longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, pada Rabu (16/1). Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, hujan deras yang mengguyur wilayah Jepara, menyebabkan longsor di Desa Pendem Kecamatan Kembang dan Desa Papasan kecamatan Bangsri.

Longsor tebing di Desa Pendem, Kecamatan Kembang selain menutup akses jalan, peristiwa juga mengakibatkan seorang terluka atas nama Arip, yang merupakan warga setempat. Saat kejadian, yang bersangkutan sedang melintasi jalan dan terkena material longsoran. Saat ini sedang dalam perawatan. Untuk akses jalan yang tertutup saat ini sedang proses pembersihan. “Kami mengirim truk untuk penyemprot air," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto.


Untuk longsor di Desa Papasan, tidak ada korban jiwa, hanya terdapat kerusakan rumah di bagian belakang. Selain itu, material longsoran menutup akses jalan antara Dukuh Gluntang dan Dukuh Gredu. "Ada empat kepala keluarga yakni sembilan orang dewasa dan dua anak-anak yang terdampak. Saat ini, sudah dilakukan pembersihan material secara manual," tandasnya.

Longsor juga terjadi kembali di Dukuh Jehan, Desa Kunir, Kecamatan Keling. Ini merupakan bencana susulan dari sebelumnya, pada Selasa (15/1). Muncul retakan tanah sepanjang 85 Meter. “Kemarin tanah retak yang longsor sepanjang 20 meter. Hari ini sisa tanah yang retak kembali longsor,”kata dia.

Hingga saat ini ada sekitar 8 rumah yang terdampak. Untuk saat ini, 8 kepala keluarga diungsikan di rumah kerabat, tetangga dan sebagian di gedung madrasah. Material longsoran akan dibersihkan apa bila sudah tidak ada tanah yang retak. Dapur umum sudah didirikan untuk membantu warga yang terdampak longsor. “Alat berat sudah siap di lokasi tapi kami tidak berani bekerja pembersihan karena di atas masih ada sisa retakan kurang lebih 30 meter,” kata Arwin.

Selai Papasan, longsor juga terjadi di sejumlah desa, seperti Sumanding, dan Dudakawu di kecamatan Kembang. Selain itu, beberapa sejumlah titik yang masih dalam pemantauan.

Dalam dialog interaktif di Radio Kartini, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, mengimbau kepada masyarakat, bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, dengan cara mengenali tanda-tanda alam di sekitar. Tentunya dengan melakukan pengamatan dan perubahannya. “Siapkan sedini mungkin, atas segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” kata dia.

Jika masyarakat mengetahui tanda-tanda akan terjadinya bencana, saya berharap untuk segera melaporkan kepada Ketua RT/RW, atau Petinggi/Lurah, atau Camat, atau langsung ke Call Center BPBD Jepara, Portal Bupati atau lembaga diatasnya untuk mendapat tindak lanjut.

0 Response to "Bencana Tanah Longsor Terjadi di Beberapa Wilayah Jepara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel