Expo KKN UNISNU Jepara akan Hadir di Depan Masjid Agung Jepara

Pemerintah Kabupaten Jepara dan Univessitas Islam Nahdhotul Ulama (UNISNU) Jepara bekerjasama mengadakan  kegiatan Expo KKN UNISNU Jepara 2019,  Kegiatan yang dijadwalkan pada hari Sabtu - Minggu | 23-24 Februari 2019 di
@Halaman Kantor OPD Bersama Pemkab Jepara (depan Masjid Agung Jepara).

Pada jegiatan tersebut akan menampilkan berbagai Produk Expo KKN UNISNU dari berbagai Desa di Jepara, serta panitia menyiapkan Ngopii  ngatis bagi pengunjung

Akan hadir pula kegiatan Jalan Sehat bersama & Sosialisasi Pemilu 2019. Minggu pagi, Start pukul 06.00 WIB di Arena Expo, terbuka juga untuk Masyarakat Umum .. Aneka hadiah dan doorprise menanti  disediakan oleh panitia serta menghadirkan berbagai aneka hiburan.

Disamping itu, juga terdapat lomba  Lomba Vlog Berhadiah, dengan ketentuan sebagai berikut :
Follow dan tag Instagram @unisnujepara @kpujepara @kkn.unisnujepara di post Video IG mu.
sertakan juga tagar #expokknunisnu2019 #pemilubermartabat#unisnujepara #kpujepara #antiHoax #antiSARA #antiPolitikUang

Pada lomba nge Volg, Peserta diwajibkan untuk meyertakan  clossing steatmen ajakan Sukseskan Pemilu 17 April 2019 di akhir Video,
Juri akan menilai dari kesesuaian tema, cinematografi & pesan Vlog.

Tuhhh kan... banyak keseruan menantimu di akhir pekan ini, Jangan lupa catat tanggalnya
dan ajak Teman serta Keluargamu.

Dari rincaian diatas, masyarakat Jepara dan sekitarnya diharapkan bisa hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut.

GRATIS untuk umum. Sampai jumpa besok di Hari Sabtu - Minggu ya gaesss....
Share:


Tingkatkan Efisiensi, Sertu Abdul Rauf Bantu Petani Gunakan Mesin Perontok Padi

Jepara – Mesin perontok padi dirancang untuk mampu memperbesar kapasitas kerja dan meningkatkan effisiensi kerja sehingga akan diperoleh mutu hasil yang baik dan susut tercecer yang kecil. Bermacam-macam jenis dan merk mesin perontok padi dapat dijumpai di Indonesia, mulai dari yang mempunyai kapasitas kecil, sedang, hingga kapasitas besar.

Untuk mendukung progam pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan nasional, seluruh Babinsa jajaran Kodim 0719/Jepara terus melakukan pendampingan kepada para petani.


Seperti Babinsa desa Ngetuk Koramil 05/Mayong Dim 0719/Jepara Sertu Abdul Rauf yang selalu mendampingi para petani warga desa binaannya dalam mewujudkan program pemerintah untuk ketahanan pangan.

Sertu Abdul Rauf turun langsung ke sawah dengan ikut serta membantu warganya yang sedang panen padi dengan menggebyog padi menggunakan mesin perontok padi, yang kali ini bertempat di lahan persawahan seluas 1,3 Ha milik bapak Kasmuin warga RT 01/03 desa Ngetuk, Poktan Sido Mulyo 3, dengan jenis padi Ciherang, Kamis (21/02/2019).

Saat di temui, Sertu Abdul Rauf menuturkan bahwa pendampingan yang ia lakukan adalah untuk membantu suksesnya progam pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

“Kami Babinsa, akan terus lakukan pendampingan kepada para petani. keberhasilan panen para petani merupakan kebanggaan bagi kami, ini menunjukan bahwa kami Babinsa sudah berhasil dalam pendampingan serta pembinaan kepada para petani” jelasnya.
Share:

Menikmati Lezatnya Sate Mak Lampir Bangsri Jepara


Jepara - Bangsri Memiliki sejumlah wisata kuliner Keren, Kecamatan Bangsri yang terletak di Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah. yang Mempunyai 12 Desa Yaitu Bangsri, Banjar Agung, Banjaran, Bondo, Guyangan, Srikandang, Tengguli, Jerukwangi, Kedungleper, Kepuk, Papasan, Wedelan. Dari satu kecamatan saja terdapt puluhan desa, oleh sebab itu dapat dipastikan Indonesia mempunya Ribuan kekayaan perbedaan kebiasaan membentuk keragaman, jadi tidak mengherankan andai makanan di Indonesiapun mempunya tidak sedikit ragam jenis.

Termasuk di Bangsri, Jepara, tidak sedikit makanan enak sebab menggunakan sekian banyak rempah-rempah segar dan herbal sebagai bumbunya. Penggunaan bumbu rempah ialah faktor yang menyerahkan pengaruh besar kenapa masakan di Jepara paling beraroma dan lezat guna dimakan.

Salah satunya ialah Sate Mak Lampir Bangsri Jepara. Sate Gule Mak Lampir, dengan suara khas nya yang melengking menciptakan warung ini dikejar para pelanggannya dari sekian banyak daerah di Jepara. Terlihat sederhana, namun sadar atau tidak urusan ini menciptakan nama warung menjadi karakteristik tersendiri. Dengan ciri khas suara penjaja sate yang menarik dan khas tersebut, laksana suara melengking serupa tawa Mak Lampir, maka warung sate nya dikenal dengan Warung Mak Lampir.

Biasanya nama jenis sate dinamai menurut wilayah asalnya, pemilihan daging, bagian-bagian atau bahan-bahan yang digunakannya, juga dapat dinamai sesudah proses atau cara memasak, akan namun nama sate mak lampir bukan dari sana namun berasal dari karakteristik dari suara sipenjaja yang menarik dan rasa satenya juga tak kalah uniknya.

Sate Mak Lampir sekarang telah puluhan tahun dikenal seantero Jepara.

Sate ini disajikan seporsi ada selama 10 stick tusukan daging ini dimakan dengan dicelupkan ke bumbu kecap dengan sejumlah potong bawang segar, tomat, taburan merica dan sepiring nasi putih panas. Warung Mak Lampirialah salah satu warung tervaforit dengan menu daging tusuk yang tiada duanya.

Sate Mak Lampir adalahperpaduan antara daging yang digabungkan dengan kekayaan bumbu khas Bangsri secara turun temurun yang membuat cita rasa kuliner pesisir yang paling lezat.

Oke, andai kalian sedang melalui Bangsri, kalian dapat mencoba dahsyatnya sate atau gule nya Mak Lampir.

Yang datang ke wilayah Jepara tepatnya di derah Bangsri dapat mencoba makanan yang lezat sate mak lampir yang enak dan gurih.
Share:

Bentuk Program 2019, PMI Jepara Gelar Musyawarah Kerja

Dalam rangka evalusi pelaksanaan kerja dan anggaran pendapatan dan belanja sebelumnya, serta menyusun rencana kerja dan anggaran pendapatan atau belanja tahun 2019. Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Jepara, di Lantai 2 Aula PMI Jepara, Selasa (19/2).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, Ketua PMI Sutedjo S. Sumarto, Pengurus PMI kecamatan, relawan desa, KSR, TSR, dan PMR.

Ketua PMI Jepara Sutedjo S. Sumarto, ada beberapa program khusus yang akan dilaksanakan di tahun 2019, meliputi satu desa dua relawan, yang akan direalisasikan melalui pembentukan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat). Pendistribusian bantuan sosial dan korban bencana, memanfilitasi disabilitas dan kapasitas, dalam menghadapi bencana. Meningkatkan kompetensi SDM PMI melalui diklat relawan, latgab, dan Jumbara (Jumpa, Bhakti, dan Gembira) IV.

Selain itu nantinya juga akan mengikuiti sertifikasi pelatif, dan pelaku penanggulangan bencanamelalui LSP, PB,serta penghargaan dan temu donor darah sukarela,” ini dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kinerja PMI,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Dian Kritiandi mengatakan, sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan beragam tugas, PMI telah melaksanakan programnya dengan baik. Tidak hanya baik dalam melaksanakan tugasnya dalam mengantisipasi dampak pra dan paska bencana saja, namu juga dalam hal konsisten dalam menangani permasalahan sosial dan kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat, serta penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Timur, Tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala, dan Tsunami di Banten maupun Lampung. “ini juga menjadi bukti tingkat kepedulian sosial dan kepercayaan masyarakat jepara terhadap PMI semakin baik,” katanya.

Selain itu, terkaitt dengan jumlah relawan yang ada saat ini, berjumlah 158 orang yang tersebar di 47 desa. Wabub menganggap masih kurang, dan berharab agar PMI menambah relawan. Karena idealnya untuk 195 desa dan kelurahan yang ada diwilayah Kota Ukir setidanya ada dua relawan setiap desa, atau sedikitnya 390 relawan sewilayah Jepara. “kedepan saya berharap untuk diadakan kaderisasi relawan lebih masih lagi,” imbuhnya.

Sumber : Diskominfo Jepara
Share:

Let’s Gowes Karimunjawa Ditargetkan dihadiri 500 Wisatawan

Event sepeda wisata bertajuk Let’s Gowes Karimunjawa (LGwK) 2019, ditargetkan bisa menjaring 500 wisatawan di Kabupaten Jepara. Diorganisir oleh Kaisa Smart Konvex, kegiatan tersebut diagendakan berlangsung selama 3 hari dari hari Jumat (29/3) hingga Ahad (31/3) di Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Ketua panitia Solichoel Soekaemi menyebutkan bahwa kegiatan LGwK tahun ini merupakan kegiatan yang ke -4. karena tiga kegiatan yang sama digelar sejak tahun 2016 berlangsung sukses. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya ratusan wisatawan sekaligus menggemar olah raga bersepeda mengikuti kegiatan ini.

Di LGwK, peserta diajak menyaksikan dari dekat kekayaan wisata di Karimunjawa. Selama menempuh rute dengan sepeda, peserta diajak berhenti di beberapa titik. Mereka diberi suguhan pesona keindahan alam dan kearifan lokal wisata berbasis kekayaan alam setempat.

“Tahun ini total jarak yang ditempuh sekitar 50 kilometer. Berangkat dari alun-alun Karimunjawa hingga dermaga Legon Bajak di Pulau Kemujan, lalu kembali ke tempat semula. Selain jalan beraspal hotmix, Ada juga track tanah dan paving yang akan dipadukan dalam rute tersebut. Beberapa titik pusat wisata sudah dipersiapkan sebagai lokasi singgah,” tambah Solichoel.

Selain beberapa pantai, tempat yang akan disinggahi di antaranya kebun kelapa milik warga setempat dengan suguhan atraksi wisata unduh degan atau kelapa muda.
“Di sana, kelapa diunduh dengan galah. Bukan dipanjat. Ini atraksi menarik,” jelasnya.


Ada juga titik singgah di mangrove track, hingga rehat untuk makan siang dengan sajian makanan dari warga setempat.

“Agar LGwK menjadi ecotourism, kami sengaja tidak memesan makan siang dari hotel atau catering. Benar-benar kami mendapatkan dari warga setempat dengan cara membelinya. Dan mereka sendiri yang menyajikan kepada peserta. Itu sama halnya dengan atraksi unduh degan. Pada akhirnya atraksi ini menjadi sumber pendapatan warga dari penjualan kelapa muda,” tambah Solichoel lagi.

Rencananya, kegiatan bersepeda dilangsungkan sepanjang hari kedua atau di hari Sabtu. Jum’atnya peserta baru dijadwalkan berangkat dari dua titik, Jepara dan Semarang.
Malam setelah bersepeda, diagendakan Royal Dinner bersama Pemkab Jepara, panggung hiburan, game, pembagian hadiah, dan sebagainya.

Solichoel menyebut, warga Jepara dan sekitarnya yang berminat, bisa mengakses kontak dengan cara membuka halaman website ayoholiday.com.

Pemkab Jepara memberi dukungan penuh kegiatan ini. “Hal Ini akan semakin mempromosikan Pulau Karimunjawa. Tidak hanya semata-mata olahraga untuk tujuan kesehatan semata,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, saat me-launching event ini di ruang Sosrokartono, komplek Setda Jepara, Rabu (13/2) siang.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara, Mulyaji, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Basuki Wijayanto. Hadir pula para pelaku wisata di daerah.

Sumber :Diskominfo Jepara
Share:

Comments

Popular

FACEBOOK