Polwan Jepara Goes To School, Ajak 1.758 Siswa SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara Tepis Hoax

Jepara - Media massa saat ini saling mengejar satu dengan yang lain. Setiap perusahaan media massa berusaha selalu up to date dalam menyajikan berita. Untuk itu munculnya media online menjadi wadah yang pas untuk menyajikan berita yang selalu update.

Dengan meningkatnya perkembangan dunia teknologi membuat orang-orang lebih cepat mendapatkan informasi dari gadget masing-masing. Sehingga mereka pun mendapatkan informasi lebih terbaru.

Oleh karena itu, dalam kegiatan "Polwan Jepara Goes To School", Kanit Binmas Polsek Mayong Ipda Fitri Sulami, Selaku Inspektur Upacara Bendera di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara mengajak 1758 siswa SMK Alhikmah Mayong untuk bisa menyaring dan menepis hoak dengan cara 4C ( cermati, cek, cari dan cepat)

Penjelasan dari kata cermati yakni cermati kesinambungan judul dan isi berita. Cermati apakah pengguna bahasanya etis dan cermati apakah waktu kejadian ditampilkan pasti atau tidak.

Kemudian, cek sumber apakah media terverifikasi atau media abal-abal, cek tanggal berita apakah aktual (terjadi saat itu) dan cek keaslian foto.

Selanjutnya, cari perbandingan berita dan cari informasi yang dikeluarkan media atau lembaga atau forum anti hoax yang diakui pemerintah.

Terakhir, cepat klasifikasi berita tidak benar dengan berita yang benar, stempel hoax berita tidak benar dan secepatnya disebarkan agar masyarakat paham.

Ipda Fitri Sulami menambahkan, hoax merupakan bentuk propaganda yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan. Untuk itu, ia mengimbau seluruh siswa SMK Islam Al Hikmah Jepara bijak menggunakan medsos.

Polwan Jepara Goes To School kali ini menyambangi SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Acara ini diikuti 1758 siswa, 102 guru dan karyawan serata 11 polwan dari Polres Jepara. Tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah penyebaran berita hoax dengan pemberian materi kepada anak-anak sekolah.
Share:

4 Anggota KPPS di Jepara di Opname Karena Kelelahan Saat Bertugas, 1 Anggota Karena Terjatuh

Jepara - Lima anggota KPPS di Kabupaten Jepara harus menjalani perawatan di rumah sakit karena kelelahan saat bertugas dalam Pemilu 2019. Saat ini, KPU setempat masih melakukan pendataan berkait kasus tersebut.

Muhammadun selaku Komisioner KPU Kabupaten Jepara,  mengatakan  bahwa kelima anggota KPPS itu adalah Diyan Cahya Nurizak, anggota KPPS Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Susilowati dan Harmawati, anggota KPPS Desa Kemujan, Karimunjawa, Ulwan Jailani, KPPS Desa Bulungan.

"Ada empat yang sedang opname karena kelelahan saat bertugas menjadi anggota KPPS. Dan, satu lagi bernama M Hoiruddin itu jatuh terpeleset dan kepalanya membentur lantai. Jadi, ada lima anggota KPPS yang dirawat," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom lewat ponselnya, Selasa (23/4/2019)

Sejauh ini, tidak ada kasus anggota KPPS di Kabupaten Jepara yang meninggal. Namun, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kondisi para petugas KPPS.

"Saat ini masih dilakukan pendataan," paparnya.

Disinggung soal biaya perawatan, Muhammadun mengaku belum ada instruksi dari pusat.

"Sementara ini kami masih melakukan pendataan. Nanti kami laporkan ke KPU Provinsi baik yang sakit, kecelakaan, atau meninggal. Tapi di Jepara tidak ada yang meninggal," tandasnya.
Share:

Comments

Popular

FACEBOOK