Siap Siap Gaes, Setelah Pesta Lomban Objek Wisata di Jepara Akan Digratiskan

JEPARA – Penggratisan retribusi atau tarif di tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, diberlakukan setelah kupatan atau gelaran Pesta Lomban. Hal ini disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, dalam dialog interaktif di Radio Kartini, pada Senin (27/5). Dalam dialog yang dipandu Kabid Komunikasi Diskominfo Jepara Arif Darmawan, juga dihadiri Plt Disparbud Jepara Zamroni Lestiaza, Ketua PHRI Jepara Sigit Nugroho, Akademisi sekaligus pengamat pariwisata Syamsul Arifin.

Meskipun diberlakukan penggratisan, namun hal ini tidak berlaku untuk setiap hari. Hanya berlaku pada hari biasa Senin hingga Jumat setiap pekannya. Sedangkan hari Sabtu, Ahad dan hari libur nasional, retribusi tetap diberlakukan.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mangungkapkan bahwa penggratisan retribusi objek wisata ini, berlaku sejak diubahnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 26 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi. Eksekutif dan Legislatif sudah bersepakat untuk menetapkan perubahan perda ini.

Saat ini, hasil penetapan paripurna, sedang disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk diterbitkan Nomor Perda. Setelah itu baru bisa diberlakukan.

“Setelah pesta lomban, nanti kebijakan tersebut mulai diberlakukan,” kata dia.

Penggratisan retribusi ini, hanya berlaku untuk tiket masuknya saja, sementara untuk fasilitas lainnya, seperti akuarium kura-kura di Pantai Kartini, masih tetap dikenakan tarif. “Karena ini menyangkut biaya operasional, dan perawatan,” katanya.

Untuk menambah kenyamanan wisatawan, para pedagang yang berada di kawasan objek wisata juga akan ditertibkan. “Akan kita sesuaikan dengan masterplane objek wisata tersebut, termasuk nanti akan ada beberapa tambahan fasilitas,” tuturnya.

Dengan penggratisan tiket masuk objek wisata, diharap dapat mendongkrak jumlah kunjungan. Ketika kunjungan meningkat, ia berharap pelaku UMKM ikut menikmati efek domino dari pengunjung.

“Efek dominonya, dengan pengunjung naik, mereka akan membelanjakan uangnya pada UMKM yang ada di obyek wisata tersebut,” ujar Andi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Zamroni Lestiaza menyebut, sudah ada hitung-hitungan terkait program tersebut. Ia yakin, bisa memenuhi target tersebut, meskipun ada program penggratisan tiket pada hari Senin-Jumat.

“Target pendapatan tahun ini adalah Rp3,9 miliar. Naik dari tahun lalu yang hanya Rp3,8 miliar. Kami optimis bisa mencapainya,” ujarnya.

Untuk hari Sabtu, Ahad dan hari libur, ada kenaikan harga tiket. Jika biasanya, pengunjung dibebani Rp7.000 untuk masuk obyek wisata, kini naik menjadi Rp10.000. Ia menyebut, tiket gratis berlaku untuk obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab, yakni Pantai Kartini, Pantai Bandengan dan Benteng Portugis.

“Dengan skema seperti itu, bisa menutupi target yang dibebankan kepada kami. Bahkan secara hitung-hitungan bisa lebih,” pungkas Zamroni.

Sumber : jepara.go.id
Share:

Ngaku Sebagai Polisi, 2 Begal Memakai Pistol Palsu dihajar Warga Karena Menodong Korban Dengan Pistol Palsudi Jepara

Jepara - Dua pemuda asal Demak dan Semarang dihajar massa sebelum akhirnya digelandang petugas kepolisian. Keduanya kedapatan mengaku sebagai anggota kepolisian untuk merampas ponsel milik pengendara motor.

Dari informasi yang dihimpun, keduanya beraksi di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan malam tadi. Dengan menaiki motor tanpa plat nomor, para pelaku berkeliling mencari korban.

Salah seorang pelaku membawa korek api berbentuk senjata api untuk mengancam korban. Bahkan, mereka mengaku anggota Satresnarkoba yang sedang razia.

Namun kedua orang korban sempat melawan dan berteriak minta tolong. Warga yang berdatangan pun langsung menghajar para pelaku.

Polisi sempat kesulitan mendapatkan identitas pelaku karena tidak membawa KTP. Selain itu, keduanya kerapkali memberikan keterangan yang membingungkan.

Polisi gadungan (berkaus putih) yang rampas ponsel pengendara motor di Jepara. Polisi gadungan (berkaus putih) yang rampas ponsel pengendara motor di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Pelaku yang satu menodongkan pistol mainan (korek api) kepada korban. Sempat mengintrogasi korban dan mengaku dari satuan narkoba," ujar Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo kepada detikcom, di Mapolsek Pecangaan, Rabu (29/5/2019) dini hari.

Setelah itu, pelaku mengambil paksa handphone milik korban. Namun, saat hendak kabur, kedua korban menarik motor dan jaket pelaku sambil berteriak minta tolong.

"Petugas yang menerima laporan langsung ke TKP dan mengamankan kedua pelaku. Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB," paparnya.

Dari pemeriksaan, diketahui identitas kedua pelaku adalah Tomo, warga Kaligawe Kota Semarang dan Erfa, warga Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak.

Keduanya diancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 378 KUHP tentang memakai nama palsu atau martabat palsu untuk melakukan kejahatan.

Sementara, Erfa salah seorang pelaku mengaku anggota polisi untuk menakuti korban.

"Spontan saja, Pak. Tidak saya rencanakan. Pistol itu hanya korek api yang saya beli di Simpanglima (Semarang) seharga Rp 160 ribu," katanya.
Share:

Terbakar Api Cemburu, Seorang Paman di Mayong Lor Jepara Bacok Keponakan Karena Chatting Dengan Istrinya

Nasib sial dialamai Aris Wanto (24),  korban dibacok oleh Sukarno (32) warga Rt 04 Rw 05, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong Jepara, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Peristiwa pembacokan yang terjadi pada Sabtu (18/5/2019) petang itu, diduga bermotif cemburu.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibawa menyatakan, kasus ini masih dalam penanganan. Mukti mengatakan pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pelaku dan beberapa saksi.

“Sudah ada beberapa pihak yang kami mintai keterangan untuk pengembangan kasus,” ujar AKP Mukti Wibawa, pada Minggu (19/05/2019).

Mukti mengungkapkan, pelaku mengaku jengkel dan cemburu, karena korban sering menggoda istrinya. Sebelumnya, pelaku sempat menasehati korban beberapa kali, namun tak dihiraukan.

“Sementara dilatarbelakangi masalah cemburu. Pelaku mengatakan korban sering menggoda istrinya,” kata dia.

Petang itu, korban baru saja pulang dari acara buka bersama. Dia kemudian nongkrong dan ngobrol bersama tetangganya Kasmudi (35) teras rumahnya. Tiba-tiba, pelaku datang membawa parang dan membacoknya beberapa kali. Bacokan parang sepanjang 50 cm itu mengenai punggung dan kaki kanan korban.

Korban menderita luka-luka dan langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mayong. Dia harus mendapatkan 16 jahitan akibat pukulan senjata tajam di punggungnya. Selain itu, kaki korban juga mendapat 2 jahitan.

Beredar informasi, sebelum kejadian, pelaku menemukan percakapan antara istrinya dengan korban. Kalimat mesra dalam chat di handphone istrinya diduga membuat pelaku cemburu hingga nekat menghajar korban dengan parang.
Share:

Mahasiswi Asal Bangsri Jepara Meninggal Dunia Karena Tertabrak Truck di Kairo Mesir

Nasib naas dialami mahasiswi Indonesia asal Jepara Fatihatun Nahdliyyah, gadis tersebut meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Kairo, Mesir.

KBRI Kairo menerima kabar duka mengenai meninggalnya mahasiswi tingkat tiga Fakultas Dirasat Islamiyah Kampus Putri, Jurusan Syariah, Universitas Al Azhar, pada Rabu 15 Mei 2019 pukul 23.00 waktu setempat.

Menurut keterangan Kantor Kepolisian Mukattam, tempat kecelakaan terjadi, Fatihatun sedang berdiri di pinggir jalan sebelum akhirnya tertabrak mobil truk yang berjalan mundur tanpa melihat keberadaannya.

Sejak menerima berita duka, Tim Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Kairo segera mencari tahu kebenarannya dan melakukan pengecekan baik di rumah sakit maupun di kepolisian. Akhirnya, didapatkan konfirmasi Fatihatun adalah mahasiwi Indonesia.

Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi langsung menghubungi keluarga almarhumah dan siap membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air. Tidak hanya itu, KBRI Kairo segera menunjuk seorang pengacara untuk memastikan hak-hak almarhumah tidak dilanggar.

"Fungsi Protkons dan Pengacara KBRI akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan Mesir serta akan mengawal proses hukum terkait kasus meninggalnya almarhumah,” ujar Dubes Helmy melalui keterangan tertulis, Jumat 17 Mei 2019.

Terkait kejadian itu, Kantor Grand Sheikh dan Rektorat Universitas Al-Azhar Kairo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya FN melalui rilis yang di sebarkan Al-Azhar ke berbagai media massa Mesir.

Bahkan, Prof. Dr. Ashraf Atiya, Wakil Rektor Al Azhar untuk urusan Kulliyah Banat (Kampus Putri), menyatakan langsung keinginannya mensalatkan almarhumah.

“Jenazah telah disalatkan di Masjid Al-Azhar Kairo, selepas salat Jumat di Masjid Al-Azhar pada 17 Mei 2019. Sekitar seribu warga Indonesia dan asing ikut mendoakan. Semoga husnul khotimah,” ujar Dubes RI.

Almarhumah Fatihatun menurut rencana akan diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu 18 Mei 2019 dengan maskapai Turkish Airline. Jenazah tiba di Jakarta pada 19 Mei 2019 dan kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Bangsri Jepara melalui Semarang dengan pesawat Garuda pada 20 Mei 2019
Share:

Pemilihan Petinggi di Kabupaten Jepara Kembali di Gelar Serentak Pada Akhir Tahun 2019

Jepara - Pelaksanaan  Pemilu 2019 baru saja usai. Kini Pemkab Jepara harus kembali berkonsentrasi, pada gelaran pesta demokrasi yang bertajuk pemilihan petinggi pemilihan petinggi (red. kepala desa). Hal tersebut tidak lepas adanya rencana gelaran pemilihan petinggi (pilpet), yang akan diselenggarakan secara serentak.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Abdul Syukur menuturkan, sebelum pilpet digelar, didahului dengan pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebab tahun ini untuk masa jabatan anggota BPD juga sudah selesai. Sebab BPD nantinya yang akan menjadi panitia dalam gelaran pilpet.

“Makanya ini kita pacu supaya pilihan petinggi bisa dilaksanakan maksimal di akhir tahun nanti, Desember untuk dilantik,” ujar dia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/5).

Untuk desa penyelenggara pilpet, pada tahun ini direncanakan diikuti oleh separuh lebih jumlah total seluruh desa di Kabupaten Jepara. Dari 184 desa yang ada, 136 desa di antaranya akan mengikuti gelaran itu. Mengenai anggaran, pihak Pemkab juga sudah mengalokasikan dana dari APBD senilai Rp13 miliar lebih.

Dirinya mengatakan, tahapan sekarang sudah sampai pada harmonisasi rancangan peraturan bupati (perbup), tentang tata cara pengisian dan pemberhentian anggota BPD sudah selesai dibuat. Diharapkan minggu ini perda tersebut sudah di undangkan, dan bulan depan tahapan awal pemilihan BPD sudah dapat dilaksanakan.

“Proses pemilihan BPD dilakukan dengan cara keterwakilan masyarakat, kalau sekarang yang beda adalah harus ada keterwakilan perempuan,” terang Abdul Syukur.

Disamping menyiapkan seluruh tahapan dan aturan dalam pelaksanaan pada gelaran pilpet serentak, Pemkab juga sudah menyiapkan sektor keamanannya dengan melibatkan secara langsung pihak kemanan dari unsur Muspika setempat.
Share:

Tanpa Alasan Yang Jelas, Seorang Paman Tega Membacok Ponakan dan Adiknya Dengan Membabi Buta

Kejadian Penganiayaan satu keluarga di Ds. Mayong Lor, Kec. Mayong, Kab. Jepara sbb :

Pada hari kamis tanggal 16 Mei 2019 Pukul 08.30 Wib berempat di rumah Bapak Suwono alamat Dh. Gleget Rt. 2/9 Ds. Mayong Lor, Kec. Mayong, Kab. Jepara. telah terjadi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam/pembacokan terhadap keluarga Bp. Suwono, Adapun pelaku penganiayaan (An. Suwarno/Umur 53 thn/Alamat Dk. Gleget Rt. 2/9 ds. Mayong Lor, Kec. Mayong, Kab. Jepara/Agama islam/Pekerjaan serabutan.

A.  Kronologi kejadian sbb :

Pada Pukul 08.30 pelaku An. Suwarno datang kerumah Sdr. Suwono dengan membawa 2 buah golok tanpa ada alasan yg jelas langsung membacok korban yg bernama sdr sukurul wafi, korban lari sampai menuju masjid Baitul Aminin, kemudian pelaku kembali kerumah korban membacok korban sdri Dhukanah dan sdri Tiwik.
Setelah melakukan pembacokan pelaku kembali kerumahnya untuk sembunyi.

B.  Pukul 08.40 Pihak Polsek Mayong tiba dilokasi kejadian dan mengamankan pelaku yang rumahnya berdekatan dengan korban.

C.  Akibat kejadian tersebut 3 orang mengalami luka Bacok.

Korban :

1.  Sdri Dhukanah (46 th) mengalami luka bacok dibagian lengan kanan, dada dan kepala bagian atas
2.  Sdr Sukurul Wafa (26 th) mengalami luka bacok pada bagian punggung.
3.  Sdri Tiwik (20 th) mengalami luka dibagian lengan kiri, pundak dan wajah.

D.  Saat ini korban pembacokan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong untuk mendapatkan perawatan.

Permasalahan penganiayaan ini masih dalam penanganan Polsek Mayong, Kab. Jepara.

Catatan :

1.  Pelaku merupakan paman dari pada korban, Sdr. Suwarno adalah kakak kandung dari Sdr. Suwono.
2.  Pelaku bersifat pendiam, sedangkan istri Sdr. Suwono Sdri. Dhukanah adalah banyak bicara ( cerewet ).
3.  Pada saat kejadian Sdr. Suwono sedang tidak ada dirumah, sedang membeli pakan ikan lele.





Share:

Resmi ditahan KPK, Bupati Jepara Sempat Tersenyum dan Membandingkan Dirinya Dengan Nabi Yusuf

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Jepara awa Tengah Ahmad Marzuqi (AM), AM  merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada hakim Lasito . AM ditahan KPK selama 20 hari.

"Bupati Jepara periode 2017-2022 ditahan 20 hari pertama di Rutan Cab KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Senin (13/5).

Penangkapan dilakukan setelah Marzuqi dipanggil sebagai tersangka pada hari ini. Pemanggilan hari ini adalah yang kelima sejak Marzuqi ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2018 silam.

Seusai diperiksa, ia keluar dari Gedung Merah Putih KPK mengenakan rompi oranye. Ia mengatakan dirinya bakal mengikuti proses yang berlaku. Ia juga sempat membandingkan dirinya dengan Nabi Yusuf A.S.

"Ya kita sebagai warga negara yang taat akan peraturan perundang-undangan, ya kita mengikuti proses yang berlaku. Karena itu, doakan sajalah semoga kami menerimanya dengan tabah dan sabar. Wong Nabi Yusuf aja dihukum. Terima kasih," kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito sebagai tersangka suap terkait pengurusan putusan praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik.

Marzuqi diduga memberikan uang sejumlah Rp700 juta kepada Lasito agar menerima permohonan praperadilan yang diajukannya.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan dua orang sebagai, yaitu AN (Ahmad Marzuqi) dan LAS (Lasito) sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12).

Uang yang diberikan kepada Lasito diduga untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017.

Sumber :  CNN Indonesia
Share:

Sedang Tongtek, Warga Keling Jepara Temukan Orang Gantung Diri

Jepara - KMD (50) di temukan gantung diri di pohon rambutan yang berlokasi di depan rumah kakak korban di Kampung Anyar desa Keling kecamatan keling jepara jumat (10/4/2019).
.
Awalnya warga sedang tongtek untuk membangunkan orang sahur. Namun kaget saat di lokasi kejadian melihat KMD gantung diri di pohon rambutan.
.
Hasil pemeriksaan tim medis tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri
Share:

Comments

Popular

FACEBOOK