Viral Melamar Dengan Toyota Fortuner, Ternyata Mobil Tersebut Adalah Hasil Curian

Pati - Polres Pati membekuk sales mobil pelaku penggelapan terhadap penjualan mobil Toyota Fortuner ini.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto (Kamis, 20 Juni 2019) saat konferensi Pers mengatakan, tersangka DS menggunakan uang tersebut untuk judi online.

Aksi lamaran mobil mewah Toyota Fortuner VRZ di Kabupaten Pati viral di media sosial. Namun, kini muncul fakta baru yang mengejutkan. Ternyata mobil Fortuner itu adalah mobil curian, dan kini disita polisi sebagai barang bukti.

Sang mempelai pria, Purwanto alias Ucok warga Desa Winong, Pati, yang membeli mobil mewah itu sebagai mahar atau seserahan lamaran, pun menjadi korban. Karena dibohongi oleh sales diler Toyota yang menjual mobil tersebut.

Ucok pun diketahui sudah membayar mobil tersebut secara tunai, namun sales atau staff marketing PT Nasmoco Cabang Pati menggelapkan uang pembelian itu.

Pelakunya berinisial DS dan kini telah ditahan di Mapolres Pati. Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, dari hasil keterangan calon pengantin, yakni Ucok, ia mengakui membeli mobil Fortuner tersebut dari DS.

Ucok pun sudah memberikan uang kepada DS secara tunai sesuai dengan harga mobil di pasaran. Namun, oleh DS uang tersebut tidak disetorkan kepada diler. Justru uang hasil penjualan itu malah dibuat untuk main judi online.

“Dari pengakuannya, uang habis untuk main judi game online. Sementara akad jual beli yang dilakukan dengan Ucok pun tidak diketahui oleh pihak Nasmoco,” katanya saat jumpa pers di Mapolres Pati, Kamis (20/6/2019).

Lantas bagaimana DS bisa mendapatkan mobil Fortuner itu dan memberikannya pada Ucok?.

Ternyata, DS mencuri stok Fortuner dari garasi milik Nasmoco. Ini diketahui, ketika pihak Nasmoco melakukan pengecekan stok barang, setelah penasaran dengan kasus ini dan viralnya seserahan mobil mewah itu.

DS pun mengakui hal ini. Ia menyebut, modus yang digunakan yakni dengan dalih hendak menyerviskan mobil Fortuner itu. Biar petugas Nasmoco tidak curiga, ia beralasan mobil itu sebagai mobil bekas.

Dengan demikian, DS leluasa untuk membawa mobil tersebut dan diberikan ke Ucok. Ia pun memasang pelat nomor mobil baru untuk menyakinkan Ucok.

“Uang (pembelian mobil) sudah diberikan sebelum Lebaran. Saya melakukannya sendiri. Saya sudah bekerja (di Nasmoco) selama satu tahun,” kata DS.

Atas kejadian itu, pihak diler pun merasa dirugikan dan melaporkannya ke polisi. Nasmoco mengalami kerugian sebesar Rp 506.600.000, sesuai dengan harga mobil.

Kini DS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik sel tahanan. Ia dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancamannya, 5 tahun kurungan penjara.
Share:

Sekitar 170 Kapal Ikut Melarung Kepala Kerbau Pada Acara Pesta Lomban Kab.Jepara 2019

Jepara - Sekitar 170 kapal nelayan di ikut mengiringi prosesi larung kepala kerbau dalam tradisi Pesta Lomban di Kabupaten Jepara. Kapal-kapal itu singgah dari dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tengah laut.

Kepala kerbau yang akan dilarung ditempatkan di atas perahu kecil dan dilepas oleh Plt Bupati Jepara Dian Krsitiandi bersama forkompinda. Kapal-kapal nelayan, mengitari dan menyaksikan prosesi pelarungan tersebut.

Perahu kepala kerbau yang juga berisi sesaji dan hasil bumi itu kemudian menjadi rebutan puluhan nelayan. Mereka melompat ke laut untuk berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah.

"Tradisi Pesta Lomban dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat Jepara," ujar Dian Kristiandi, Rabu (12/6/2019).

Pesta Lomban adalah tradisi pelarungan kepala kerbau di tengah laut yang dilaksanakan sepekan setelah Idul Fitri. Ini dimaksudkan sebagai wujud syukur nelayan yang telah mendapat keberkahan laut selama setahun terakhir.

"Iya, ini merupakan wujud syukur para nelayan atas keberkahan yang diberikan Tuhan di laut," paparnya.

Tahun ini, ada sekitar 170 lebih kapal nelayan yang ikut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau.

"Ada sekitar 170 lebih kapal dan terdiri 1500 orang yang ikut. Semua sudah dibekali dan diberi pengamanan selama perjalanan ke laut," imbuhnya.

Dian menambahkan, tradisi yang lahir dari masyarakat tersebut kini telah menjadi destinasi wisata.

"Pemkab ikut melakukan pengelolaan," tuturnya.

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menyampaikam bahwa tradisi Pesra Lomban perlu dijaga karena menjadi identitas masyarakat.

"Tradisi ini muncul dari masyarakat, sehingga perlu dijaga supaya ruhnya masih tetap. Ini tradisi sakral berisi doa dan rasa syukur," tandasnya.

Sumber : detik.com
Share:

Agenda Pesta Lomban 2019 di Jepara.

Jepara - Pesta Lomban di Kabupaten Jepara akan digelar pada Rabu (12/6) pagi.
Serangkaian acara sebagai berikut:
Selasa, 11 Juni 2019
- Arak-arakan Kerbau Larungan Pesta Lomban
- Ziarah makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo
- Wayangan "Lakon-Wahyu Ketentraman", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Rabu, 12 Juni 2019
- Pesta Lomban
- Prosesi Kupat Lepet dan Hiburan
- Wayangan "Lakon-Srisadono", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Pada sore tadi Selasa (11/6) diawali dengan kegiatan arak-arakan kerbau dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto dan pementasan pertunjukan wayang kulit.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan sudah dilaksanakan, pihaknya mengaku siap melaksanakan pesta lomban tahun ini.

“Semua sudah siap, tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja, mudah-mudahan berjalan aman, dan lancar,” kata dia.

Secara umum pelaksanaan pesta lomban masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja untuk tahun ini, ibu-ibu Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) yang biasanya menumpang kapal Express Bahari dari dermaga Pantai Kartini Jepara, kali ini akan menggunakan kapal Kompi Air Kodam IV/Diponegoro yang berada di Jepara.

“Untuk kapal Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa, sehingga kami menggunakan kapal Kompi Air,” kata dia.

Dengan menggunakan kapal kompi air, kemungkinan mereka juga akan mengikuti prosesi larungan dari TPI Ujung Batu menuju Pantai Kartini Jepara.

Kegiatan pesta lomban diawali dengan arak-arakan kerbau, pada Selasa (11/6) pagi. Kemudian dilanjutkan ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo. Untuk malam harinya juga digelar wayangan wayangan semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Ketentraman” oleh dalang Ki Hendro Suryo Kartiko. Pada keesokan harinya, baru dilakukan prosesi larungan kepala kerbau yang diikuti jajaran Forkopimda, dan masyarakat nelayan.

“Untuk keamanan juga sudah siap, kerjasama dengan TNI/Polri, BPBD dan relawan,” kata dia.

Dijelaskan, masyarakat Jepara menyebut lomban ini dari kata “lomba-lomba” yang berarti masyarakat nelayan pada masa itu bersenang-senang dengan menggelar lomba laut sebagaimana saat ini yang masih terus digelar. Namun sebagian lainnya mengatakan bahwa kata Lomban berasal dari “Lelumban” atau bersenang-senang. Semuanya mempunyai makna yang sama yaitu merayakan hari raya dengan bersenang-senang setelah berpuasa pada bulan Ramadan sebulan penuh.
Share:

Tradisi Lomban di Jepara, Melarung Kepala Kerbau Ke Laut Sebagai Wujud Syukur Atas Tangkapan Ikan

Jepara - Pesta Lomban atau Lebaran Kupat sudah menjadi tradisi warga Kabupaten Jepara yang rutin dilaksankan tiap tahun. Kegiatan  yang dirayakan satu minggu setelah Idul Fitri tersebut dilaksanakan dengan melarung kepala kerbau ke laut.

Uniknya, kerbau yang kepalanya akan dilarung lebih dulu diarak hingga akhirnya disembelih, sehari sebelum acara pelarungan. Kerbau itu dibawa dari tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tempat penyembelihan.

Kerbau diarak dengan iringan keprajuritan dan sejumlah warga yang membawa hasil bumi. Tradisi tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

"Tradisi Lomban di Jepara sudah dilakukan sejak lama, yang digelar sepekan setelah Idul Fitri," ujar Seorang tokoh masyarakat yang juga dipercaya sebagai penyembelih kerbau di tradisi tersebut, KH Makin Sulaiman kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Makin menjelaskan, arak-arakan kerbau hingga penyembelihan memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk bersedekah.

"Kerbau yang disembelih, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat untuk dimasak. Ini maknanya bersedekah," paparnya.

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menambahkan bahwa tradisi ini bernapaskan Islam.

"Doa-doa yang digunakan bernapaskan Islam. Sedangkan untuk larung kepala kerbau dimaksudkan sebagai rasa syukur (nelayan) atas hasil tangkapan ikan. Jadi, itu untuk memberi makan habitat laut," tandasnya.
Share:

Walau Berbarengan Dengan Banyak Event Kontes Motor, Panita Al Hikmah Kontes Mayong Jepara Yakin Peserta Akan Membludak

Jepung Otre, Hamid, dan Fajar Otre
Kontes modifikasi motor terbesar dan terkonsisten di tanah air " My Modify For Al Hikmah #15 Novice & Yuoth Modificator Inspirations" akan hadir kembali pada hari Sabtu - Minggu, 29-30 Juni 2019. Ajang tahunan yang sudah 14 kali dilaksanakan tersebut akan menghadirkan 16 kelas utama, 25 the best kategori dan 3 the king.

Saat dihubungi konstributor infoseputarjepara.com lewat ponselnya, H. Abdul Hamid, M.pd, selaku humas kegiatan tersebut mengatakan bahwa panitia yakin jumlah peserta tahun ini akan tetap bisa menyamai rekor tahun lalu bahkan melebihi " Tahun lalu kita 236 motor dari berbagai daerah di Pulau Jawa Bali dan Sumatra, Mudah - mudahan tahun ini bisa sama atau melebihi meskipun banyak event dihari yang sama dengan kegiatan kita" tambah Hamid

Keyakinan pembludaknya peserta diyakini panitia karena disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya Kontes Al Hikmah merupakan konstes motor terkonsisten di Indonesia, oleh karena itu kontes ini sudah dinanti dan menjadi tujuan para modifikator.

Selain itu, jumlah kelas yang mencapai 16 kelas utama diyakini sudah mewakili semua jenis aliran modifikasi di Indonesia. Dari modifikator pemula sampai modifikator yang pro.

Untuk hadiah lomba, pada semua kelas utama panitia mengambil 6 terbaik dan ke 6 terbaik tersebut berhak mendapatkan uang pembinaan, piala dan piagam pengahargaan . Hal berbeda dengan kontes motor pada umumnya yang hanya mengambil 5 terbaik. Untuk peserta yang belum berkesempatan menjadi 6 terbaik masih bisa berkesempatan mendapatkan puluhan doorprize dengan doorprize utama sepeda motor.

 "Alhamdulillah kita masih konsisten mengambil 6 terbaik, dan doorprize utama sepeda motor produk jeparang pastinya" tambah hamid sembari tertawa.

Keunggulan lain pada kontes motor ini adalah membuka kelas Newcomers yaitu kelas dimana motor peserta yang sudah pernah juara 1 di kontes lain yang berlabel ototrend tidak di perbolehkan ikut pada ajang ini, misalkan memaksa ikut, peserta wajib ganti motor atau naik kelas. Ini pemberi kesempatan kepada modifikator pemula untuk bisa merasakan bangganya naik podium .

Lebih detail lihat brosur " My Modify For Al Hikmah #15 Novice & Yuoth Modificator Inspirations".

"Doanya saja mas, mudah mudahkan kontes berjalan lancar, bisa bersilahturahmi dengan peserta, guyup rukun tentunya" tambah bapak 2 anak tersebut.
Share:

Bocah 5 Tahun Tenggelam di Pantai Kartini Saat di Tinggal Beli Es Krim Ortunya

Jepara - Seorang anak berumur 5 tenggelam di kolam pantai kartini pada lebaran ke Kamis, 6 Juni 2019, beruntung berhasil diselamatkan.

Kejadian sekitar Pukul 14.30 wib, saat itu korban sedang bermain bebek-bebekan di kolam renang pantai kartini ,korban tergelincir dan tenggelam saat ditinggal orang tuanya membeli es krim. Beruntung , korban berhasil diselamatkan oleh personil keamanan . Korban kemudian di bawa ke RSUD Jepara untuk menjalani perawatan

Dua kejadian di tempat yang sama.
Selain anak tenggelam, Pada Objek Wisata di Pantai Kartini kemarin, terdapat juga seorang Anak umur 6 th, kecelakaan saat bermain motor trail mainan dan alami luka robek mulut atas dan rahang. Kejadian pada pukul 10.45 WIB .
.
Pukul 14.30 wib, Anak 5th, tenggelam di area kolam renang pantai kartini,korban tergelincir saat bermain bebek bebean an dan ditinggal membeli es krim, korban berhasil diselamatkan dan di bawa ke RSUD Jepara dengan Ambulance
.
Pada libur lebaran ini personel jajaran polres Jepara telah disiagakan di tempat wisata Pantai Kartini dan Bandengan namun diharapkan Masyarakat tetap harus berhati hati dalam mengawasi anak anak saat bermain
Share:

Ratusan WA Masuk Ke Panitia, "Gantangan 86" Akan "ON" Edisi Halal Bihalal Awal Bulan

Jepara - Kerinduan para kicau mania di sekitar wilayah Kecamatan Kedung dan Sekitar Jepara kini bisa terobati, "Gantangan 86" yang terletak di Jln. Raya 100 M Selatan Masjid Desa Bugel Jepara akan mengadakan Latber setelah libur panjang akhir bulan Ramadhan dan libur hari raya Idul Fitri.

Koordinator Latber, Muhammad Afifuddin mengkonfirmasikan lewat akun media sosialnya bahwa Latber Gantangan 86 yang direncanakan akan ON pada hari Jum'at, 14 Juni 2019 akan diajukan pada hari Jumat, 7 Juni 2019 di mulai jam 15.30 WIB.

Hal senada juka disampaikan oleh Ketua panita Rofiq Sanny Putra, dikarenakan antusiasme kicau mania sangat tinggi supaya Latber rutin diadakan kembali setelah lama libur akhir bulan Ramadhan dan  Idul Fitri, maka panitia akan memfasilitasi keadaan tersebut. "Ada ratusan pesan WA yang masuk ke hape saya supaya Gantangan 86 ON" tambah Rofik.

"Selain untuk ajang latihan bareng kicau mania, diharapkan Latber kali ini juga sebagai sarana silahturahmi bagi panitia dan para kicau mania di sekitar jepara dan eks Karisidenan Pati, makanya kita ambil tema "Latber Gantangan 86 Edisi Halal Bihalal Awal Bulan" tambah Aipda Rofiq yang juga anggota Polsek Kedung tersebut.

Pada Latber kali ini sedikit berbeda dengan Latber Latber sebelumnya. Jika biasanya pada gantangan tersebut hanya membuka dua sesi (Bintang dan Sejati), Maka pada Latber edisi Halal Bihalal ini akan membuka 3 sesi sekaligus (Bintang, Sejati dan kelas Khusus).

Okeh para kicau mania, siapkan Burung Anda agar bisa ON dan tentunya pulang mebawa piala..  Salam satu hobi.
Share:

Ditinggal Munjung, 4 Rumah dI Kalipucang Welahan Jepara di Congkel Maling

Jepara -  4 rumah di Desa Kalipucang Welahan Jepara dijebol maling saat penghuni berkunjung  melaksanakan silaturahmi ke keluarga besarnya. Pelaku melakukan itu dengan cara menjebol jendela dan pintu. Sekurang kurangnya  kerugian total pada 4 rumah tersebut senilai 13,2 juta rupiah berhasil digasak oleh maling.

Sempat kepergok warga.

Muhammad Dhorifin yang merupakan korban pertama sempat curiga dengan adanya motor asing yang berada di belakang rumah korban ke empat Tohari. Dan benar saat melaksanakan pengecekan, maling tersebut langsung kabur.

“Saya sempat memergoki dan menarik baju pelaku yang masih beraksi di rumah Bapak Tohari namun saya tidak berhasil menangkap maling tersebut” terang Dhofirin.

Saat itu dengan reflek saya berteriak maling namun apa mau dikata, warga sekitar saat itu mayoritas juga masih melaksanakan silaturahmi sehingga pelaku berhasil kabur. Kemudian saya bersama warga lain melaksanakan pengecekan dan ternyata saya termasuk salah satu korban juga tambah Muhammad Dhofirin.

Kapolsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng Iptu Suyitno membenarkan adanya tidak kejahatan pencurian dengan pemberatan di Wilayah Hukumnya. Mendapatkan informasi tersebut, kami langsung meluncur ke lokasi namun pelaku berhasil kabur. Kami Polsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng bersama dengan Satreskrim Polres Jepara Polda Jateng akan melaksanakan penyelidikan atas kejadian curat dengan modus congkel jendela dan pintu tersebut.

“Untuk korban ada 4 rumah, korban pertama Muhammad Dhorifin (tidak ada kerugian dengan kondisi rumah dicongkel di bagian jendela), korban kedua Uminah (kerugian sekitar 2 juta dengan kondisi rumah dicongkel di bagian pintu belakang), korban ketiga Muhammad Suroto (kerugian sekitar 2,2 juta dengan kondisi pintu belakang rumah tercongkel) dan korban keempat Tohari (kerugian sekitar 9 juta dengan kondisi rumah, pintu belakang tercongkel). 

Kapolsek Welahan Polres Jepara Polda Jateng Iptu Suyitno mengatakan supaya masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan "Kami tidak bosannya mengingatkan kepada warga masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta menitipkan ke tetangga apabila akan bepergian” jelasnya

Sumber : tribrtanewsjepara.com
Share:

Ini Penjelasan Warga Mengapa NH Melakakukan Lakon Batin di Puncak Songolikur Gunung Muria

Apa yang melatarbelakangi Nur Hasan (35), Warga Desa Srikandang, Bangsri, Jepara, untuk tinggal 40 hari dipuncak Songolikur, Gunung Muria, masih menjadi mesteri. Nur Hasan sendiri saat tiba di Desa Tempur, usai dievakuasi belum bisa banyak bicara, karena kondisinya.

Saat pertama kali diketahui oleh beberapa pendaki asal Semarang, Nur Hasan sudah dalam kondisi lemas. Laki-laki paruh baya ini tinggal di sebuah gubuk yang terbuat dari plastik MMT bekas. Sementara tidak ada perlengkapan dan perbekalan yang dibawanya.

Menurut informasi, kepada para pendaki asal Semarang tersebut, Nur Hasan menyatakan sedang menjalani laku batin untuk 40 hari. Saat itu dia mengaku sudah tiga pekan hidup di Puncak Songolikur, Gunung Muria, yang memiliki ketinggian kurang lebih 1.603 M dpl (di atas permukaan air laut)

“Kawan-kawan dari Semarang mengabarkan, kondisinya sudah lemah. Diajak turun tidak mau. Pendaki asal Semarang ini kemudian mengabarkan ke BPBD Semarang yang kemudian meneruskan ke BPBD Jepara,” ujar Mohamad Zaenudin, petugas BPBD Jepara, Minggu (02/06/2019).

Baca Juga: Kondisi Memburuk saat Jalani Nazar Nyepi di Puncak Songolikur, Warga Srikandang Jepara Dievakuasi

Mendapat informasi tersebut BPBD Jepara lalu menggelar sebuah Operasi Penyelamatan. Di mulai dari dibukanya Posko Lapangan di Desa Tempur, operasi ini kemudian memberangkatkan dua Tim SRU. Terdiri dari relawan SAR dan petugas Medis, dua tim ini akhirnya berhasil mencapai lokasi survivor.

Meski lemah dan kedinginan, Nur Hasan saat ditemukan masih bisa memberikan keterangan mengenai dirinya. Berdasar keterangannya, survivor ini mengaku mempunyai famili atas nama Masyhudi di Desa Sirahan, Pati, di sekitar MTs (Yayasan Darul Falah-Sirahan).
Share:

Menjalani Laku Batin di Puncak Songolikur Gunung Muria, Warga Bangsri, Jepara dievakuasi Paksa Oleh Petugas SAR

Jepara - Demi tunaikan nazar tinggal selama 40 hari di gunung, seorang pria bernama Nur Hasan (NH), hampir celaka.

Dia berada dalam kondisi kepayahan di Gunung Muria Puncak Songolikur, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Sabtu (1/6/2019) malam.

Beruntung nyawa NH (35 tahun)bisa diselamatkan.

Seorang warga setempat yang mengetahui kondisi korban meminta bantuan ke BPBD Jepara.

Setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki lebih dari satu jam, Satgas BPBD, tim kesehatan, dan relawan PB berhasil mencapai lokasi korban pada pukul 20.50.

Seusai dilakukan pemeriksaan kesehatan, diketahui kondisi korban sudah sangat melemah. Sebelumnya diajak warga korban tidak mau turun.

Namun setelah petugas gabungan melakukan upaya persuasif, NH berhasil dibujuk dan mau dievakuasi.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, korban beralamat di Desa Srikandang Kecamatan Bangsri, Jepara.

Pria ini sudah tiga minggu berada di lokasi. Ia nekat melakoni aksinya untuk menunaikan nazar tinggal selama 40 hari di Puncak Songolikur. Namun disayangkan Arwin, NH dalam memenuhi nazar itu tanpa dibekali perbekalan kebutuhan sehari-hari.

“Korban sudah berada di lokasi sejak tiga minggu yang lalu. Oleh warga korban sudah dibujuk dan diajak untuk turun. Dia menolak karena bersikeras menyelesaikan nazarnya,” tulis Arwin dalam laporannya.

Pada pukul 23.51 tim cepat tanggap darurat kesehatan (PSC 119) Puskesmas Keling I tiba di pos lapangan Balaidesa Tempur. Korban langsung mendapatkan pertolongan medis. Dia juga dipertemukan dengan keluarga.

Didampingi keluarga dan tim gabungan, NH dibawa ke Puskesmas Keling I untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

“Operasi evakuasi ditutup pada 2 Juni 2019 atau Minggu dini hari pukul 00.57,” lanjut dia.
Share:

Rata-rata 25 PNS di Jepara Masuk Masa Pensiun, Sebagian Besar didominasi Guru SD

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten Jepara, setiap bulannya berkurang 25 orang. Para ASN tersebut telah  memasuki masa pensiun dan tidak bisa lagi memberikan tenaga untuk pelayanan masyarakat.

Diyar Susanto selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara,  menyatakan sebagian besar yang masuk masa pensiun adalah para guru.

“Tidak mengherankan jika saat ini di Jepara, jumlah guru PNS di Kabupaten Jepara, khususnya di sekolah dasar, jumlahnya semakin berkurang,” ujar Diyar Susanto, Sabtu (1/6/2019).

Pada bulan Mei 2019, Pemkab Jepara memberikan Surat Keputusan (SK) pensiun kepada 27 ASN. Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan SK Pensiun tersebut pada Jumat (31/5/2019) pagi.

Selain menerima SK pensiun para ASN juga diberikan beberapa hak pensiunnya. Antara lain, kartu identitas pensiun, tabungan hari tua, uang pensiun pertama, serta tabungan perumahan.

Sebanyak 27 penerima SK pensiun ini, sudah lama mengabdi dengan masa kerja antara 30 hingga 40 tahun. Termasuk yang menerima SK adalah Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara, Yoso Suwarno.

Yoso Suwarno menyatakan dirinya bersyukur bisa menyelesaikan pengabdian sebagai PNS di Pemkab Jepara. Dirinya sudah memberikan 39 tahun lebih delapan bulan masa kerja sebagai ASN di Pemkab Jepara.

“Saya mengawali karier saya 1 Oktober 1979, sebagai staf di Kecamatan Karimunjawa. Bermodal ijazah STM kelistrikan, saya mengawali pengabdian sebagai petugas pelayanan listrik disana. Dan terakhir saya menjadi Kadinas Diskominfo,” pungkasnya.
Share:

Comments

Popular

FACEBOOK