Agenda Pesta Lomban 2019 di Jepara.

Jepara - Pesta Lomban di Kabupaten Jepara akan digelar pada Rabu (12/6) pagi.
Serangkaian acara sebagai berikut:
Selasa, 11 Juni 2019
- Arak-arakan Kerbau Larungan Pesta Lomban
- Ziarah makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo
- Wayangan "Lakon-Wahyu Ketentraman", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Rabu, 12 Juni 2019
- Pesta Lomban
- Prosesi Kupat Lepet dan Hiburan
- Wayangan "Lakon-Srisadono", Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko

Pada sore tadi Selasa (11/6) diawali dengan kegiatan arak-arakan kerbau dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto dan pementasan pertunjukan wayang kulit.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan sudah dilaksanakan, pihaknya mengaku siap melaksanakan pesta lomban tahun ini.

“Semua sudah siap, tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja, mudah-mudahan berjalan aman, dan lancar,” kata dia.

Secara umum pelaksanaan pesta lomban masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja untuk tahun ini, ibu-ibu Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) yang biasanya menumpang kapal Express Bahari dari dermaga Pantai Kartini Jepara, kali ini akan menggunakan kapal Kompi Air Kodam IV/Diponegoro yang berada di Jepara.

“Untuk kapal Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa, sehingga kami menggunakan kapal Kompi Air,” kata dia.

Dengan menggunakan kapal kompi air, kemungkinan mereka juga akan mengikuti prosesi larungan dari TPI Ujung Batu menuju Pantai Kartini Jepara.

Kegiatan pesta lomban diawali dengan arak-arakan kerbau, pada Selasa (11/6) pagi. Kemudian dilanjutkan ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo. Untuk malam harinya juga digelar wayangan wayangan semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Ketentraman” oleh dalang Ki Hendro Suryo Kartiko. Pada keesokan harinya, baru dilakukan prosesi larungan kepala kerbau yang diikuti jajaran Forkopimda, dan masyarakat nelayan.

“Untuk keamanan juga sudah siap, kerjasama dengan TNI/Polri, BPBD dan relawan,” kata dia.

Dijelaskan, masyarakat Jepara menyebut lomban ini dari kata “lomba-lomba” yang berarti masyarakat nelayan pada masa itu bersenang-senang dengan menggelar lomba laut sebagaimana saat ini yang masih terus digelar. Namun sebagian lainnya mengatakan bahwa kata Lomban berasal dari “Lelumban” atau bersenang-senang. Semuanya mempunyai makna yang sama yaitu merayakan hari raya dengan bersenang-senang setelah berpuasa pada bulan Ramadan sebulan penuh.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments

Popular

FACEBOOK