Jepara Darurat HIV/AIDS, Peringkat 1 Se Jawa Tengah

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jepara setiap tahun kian mengkhawatirkan. Bahkan, berdasar estimasi kumulatif tahun 2018, Kota Ukir menempati peringkat pertama kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara M Fakhrudin mengatakan dari tahun ke tahun, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Ukir terus meningkat signifikan.

Tahun 2015, tercatat ada 603 kasus. Tahun 2016, jumlahnya bertambah menjadi 721 kasus. Setahun berikutnya, meningkat menjadi 870 kasus dan tahun 2018 melonjak lagi menjadi 1039 kasus.

Angka kasus baru HIV/AIDS di Jepara tiap tahun juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

Tahun 2016, tercatat ada 118 kasus baru. Tahun 2017, naik menjadi 149 kasus baru. Lalu 2018, melonjak menjadi 169 kasus baru. Dan hingga Agustus 2019, tercatat sudah ada 96 kasus baru HIV/AIDS.

"Makanya Jepara darurat HIV/AIDS," kata M Fakhrudin yang juga Sekretaris KPA Kabupaten Jepara, Kamis (7/11/2019).

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Nur Hidayat mengaku prihatin dengan trend meningkatnya jumlah penderita HIV AIDS di Kota Ukir.

Komisi yang membidangi urusan kesehatan ini mengimbau seluruh stakeholder dan berbagai elemen masyarakat agar bergerak bersama menangani persoalan tersebut.

"Ini merupakan tanggung jawab kita semua. Kejadian darurat HIV ini harus menjadi catatan penting bagi kita untuk segera melakukan pencegahan dan tindakan lain yang konkrit agar penderita HIV/AIDS tidak terus bertambah," tambah Nur Hidayat.

Kasus HIV/AIDS ini, kata Nur Hidayat tak bisa dipandang sepele. Sebab peningkatan angka kasus akan memunculkan berbagai dampak, baik terkait urusan kesehatan maupun sosial.

"Komisi C akan memberikan support secara total dari sisi anggaran dan lainnya. Upaya sosialisasi, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan dengan maksimal dan lintas sektoral," tambahnya.
LihatTutupKomentar
Cancel