Memblokir dan Membuka Blokir di WhatsApp


WhatsApp adalah aplikasi chat paling populer saat ini. Sayangnya, akan tetapi hal  ini juga membuat aplikasi ini menjadi target utama bagi spammer dan scammer. Jika Kamu tidak tahu cara memblokir seseorang di WhatsApp, banyak sekali pesan yang tidak diinginkan bisa mengusik kesenangan Anda.

Hal baiknya adalah mudah untuk menghentikan pesan-pesan ini sebelum muncul di ponsel Anda. Apakah mereka seorang spammer, orang asing, atau hanya stalker yang terlalu bersemangat, inilah cara untuk memblokir seseorang di WhatsApp supaya Anda tidak pernah mendengar kabar dari mereka lagi.
 

Cara mudah memblokir seseorang di WhatsApp

Andaikan seseorang tidak ada dalam daftar kontak Anda, mereka masih bisa mengirimi Anda pesan melalui WhatsApp. Memblokir akan mencegah mereka mengirim pesan di masa depan, dan itu bisa dianulir dengan mudah jika Anda salah blokir orang.

Ketika Anda pertama kali menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal, WhatsApp secara otomatis mendeteksi dan meminta Anda untuk memblokirnya atau menambahkannya sebagai kontak. Jika prompt ini tidak lagi muncul, berikut adalah cara lain untuk memblokir seseorang di Whatsapp.

Cara memblokir seseorang di WhatsApp
Buka WhatsApp dan buka obrolan dengan orang yang ingin Anda blokir.
Ketuk tiga titik di kanan atas, lalu Lainnya, lalu Blokir.
Ketuk Laporkan dan Blokir atau Blokir.

Jika orang tersebut diduga sebagai spammer, memilih Laporkan dan Blokir akan memberi sinyal ke WhatsApp bahwa mereka tidak boleh berada di platform. Jangan melaporkan seseorang kecuali mereka melakukan spam, menyebarkan berita palsu, atau melanggar persyaratan layanan WhatsApp.

Setelah diblokir, pesan dari kontak itu akan muncul sebagai terkirim (satu cek) tetapi tidak terkirim (dua cek) di ujungnya. Mereka juga tidak dapat menghubungi Anda, melihat waktu login terakhir Anda, atau melihat pembaruan gambar profil apa pun.
Cara membuka blokir seseorang di WhatsApp

Jika Anda memblokir seseorang secara tidak sengaja atau berubah pikiran tentang keinginan untuk berkomunikasi dengan mereka, mudah saja. Berikut cara menemukan kontak yang diblokir dan membuka blokirnya.

Cara mudah membuka blokir seseorang di WhatsApp
Dari layar beranda WhatsApp, ketuk tiga titik di kanan atas, lalu Pengaturan.
Ketuk Akun, lalu Privasi, lalu Blokir kontak di bagian bawah.
Ketuk nomor/nama yang ingin Anda blokir, lalu ketuk Blokir (nama).

Hanya itu. Anda juga bisa menggunakan metode ini untuk memblokir banyak orang sekaligus dengan mengetuk ikon plus di kanan atas.

Perhatikan, meskipun Anda membuka blokir seseorang, Anda tidak akan dapat memulihkan pesan apa pun yang mereka kirim saat diblokir.

Demikian panduan kami tentang Memblokir dan Membuka Blokir di WhatsApp.

Share:

Siswa Kelas XII SMK Nikahi 2 Gadis Sekaligus


Ahmad Rizal, seorang pelajar SMK asal Lombok Barat, NTB, yang baru berumur 18 tahun, dalam hitungan minggu menikahi dua gadis dua gadis sekaligus. Istri pertama Rizal berinisial F baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan belum sempat mendaftar SMA. Sepekan kemudian atau Senin (12/10/2020), Rizal menikahi M, yang masih duduk di Madrasah Aliyah.

Istri pertama Rizal, F awalnya tak menyangka Rizal akan menikahi M. “Saya kira dia (Mariani) itu tamu datang menjenguk, eh ternyata itu.... Perasaan pasti kecewa, tapi ya ini sudah terjadi, ya harus mencoba bahagia,” kata F, Sabtu (17/10/2020). Ayah Rizal, Ayuni juga tak menyangka anaknya kurang dari sebulan akan menikah dua kali. Ayuni menceritakan, awalnya, M bersama orangtuanya mendatangi rumahnya.

Orangtua M meminta Rizal agar bertanggung jawab untuk menikahi anak mereka. Namun, Ayuni enggan menjelaskan tanggung jawab yang dimaksud.

“Pas lagi tidur itu, saya kaget datang keluarga M minta untuk dinikahkan. Waktu itu ibunya sempat pingsan. Ya, karena disuruh untuk nikah ya kita terima dan harus tanggung jawab,” tutur Ayuni. Acara pernikahan M dan Rizal digelar dengan maskawin Rp 1 juta. Total biaya pisuka dan resepsi pernikahan Rizal dengan dua istrinya ditaksirkan menghabiskan Rp 50 juta. Ayuni berharap agar Rizal yang saat ini duduk di kelas XIl dapat meneruskan sekolahnya hingga mendapatkan ijazah.
Share:

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS

Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan, yang pada umumnya dengan menggunakan perbandingan-perbandingan roda gigi. Transmisi digunakan untuk mengatasi beberapa hal dengan cara merubah perbandingan gigi, untuk : merubah momen, merubah kecepatan kendaraan, memungkinkan kendaraan bergerak mundur, memungkinkan kendaraan diam saat mesin hidup ( posisi netral ). Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (engine) ke sisitem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (clutch) diteruskan ke transmisi (gear box) ke propeller shaft dan keroda melalui diferensial (final drive).

2. Transmisi Otomatis

Yang paling mencolok dari kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis adalah tidak lagi adanya pedal kopling pada kendaraan tersebut. Ada beberapa macam transmisi otomatis, namun pada prinsipnya semua mempunyai prinsip dan tujuan yang sama, yaitu untuk memudahkan pengoperasian dengan kehilangan daya mesin yang kecil. Jenis dari transmisi otomatis : Fluid type ( fully hydraulic ), Electric type ( Electronic Control Transmission ), CVT ( Continous Variable Transmission ).

§ Transmisi Otomatis dengan Roda Gigi Planet

Pada sistem ini perbandingan putaran didapatkan dari susunan roda-gigi planet sehingga didapatkan berbagai macam tingkat perbandingan gigi. Transmisi otomatis dengan roda gigi planet mempunyai beberapa komponen penting antara lain: torsi konverter (kopling fluida), pompa oli, susunan roda gigi planet, rem dan kopling gigi, unit hidrolik dan tuas pemindah.

· Torque converter

Torque Converter dipasang pada sisi input transmisi dan di ikat dengan baut terhadap bagian belakang poros engkol mesin melalui drive plate.

¨ Fungsi Torque Converter :

  • Memperbesar momen (torque) yang dihasilkan oleh mesin.
  • Bekerja sebagai kopling otomatis yang memindahkan (atau memutuskan) momen mesin ke transmisi.
  • Meredam getaran (torsional vi-bration) akibat momen dari mesin dan pemindahan daya (drive train).
  • Berfungsi sebagai flywheel untuk memperlembut putaran mesin.
  • Menggerakkan pompa oli dari hydraulic control system


¨ Prinsip kerja torque converter
Dua kipas angin ditempatkan saling berhadapan satu sama lain, dan salah satu kipas angin dinyalakan, angin yang ditimbulkan akan menggerakkan sirip kipas angin satunya (kipas angin yang tidak dinyalakan) dan akhirnya keduanya berputar.

Sirip kipas angin yang berputar pertama kali akan berputar secara bertahap lebih cepat sampai pada akhirnya kedua kipas angin berputar dengan kecepatan yang sama.


Apa yang terjadi dengan torque converter adalah mirip dengan kejadian di atas. Kipas angin digantikan dengan dua roda yang bersirip. Dua roda bersirip tersebut diletakkan saling berdekatan dalam sebuah casing yang berbentuk lingkaran dan dibautkan pada roda gila (flywheel) mesin. Casing tersebut diisi dengan ATF (Automatic Transmision Fluid) yang berfungsi sebagai media menggantikan fungsi angin dalam gambaran kerja dua kipas angin.

Cara Kerja : Torque Converter memindahkan dan memperbesar momen dari mesin dengan menggunakan minyak transmisi sebagai perantara.
Torque converter terdiri dari pump impeller yang digerakkan oleh poros engkol ; turbine runner yang dihubungkan dengan poros input transmisi ; stator yang terpasang pada transmission case dengan kopling satu arah (one-way clutch) dan stator shaft dan converter case yang berisi semua bagian tersebut. Converter terisi dengan minyak transmisi otomatis yang berasal dari oil pan dan dipompakan oleh pompa oli : minyak ini meluncur keluar dari pump impeller dengan arus yang cukup kuat dan memutarkan turbine runner.

¨ Komponen torque converter dan fungsinya

üPump Impeller disatukan dengan converter case dan converter case dihubungkan ke poros engkol melalui drive plate, hal ini berarti pump impeller akan berputar saat poros engkol berputar. Pump impeller berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine runner agar turbine runner ikut berputar. Pump impeller terdiri dari vane dan guide ring. Guide ring berfungsi untuk memberikan celah yang memperlancar aliran minyak.

üTurbine runner dihubungkan dengan overdrive input shaft transmisi, hal ini berarti turbine runner berfungsi untuk menerima lemparan fluida dari pump impeller dan menggerakkan input shaft transmisi. Turbine runner terdiri dari vane dan guide ring. Arah vane pada turbine runner berlawanan dengan vane pump impeller.

üStator ditempatkan di tengah-tengah antara pump impeller dan turbine runner. Dipasang pada poros stator yang diikatkan pada transmission case melalui one-way clutch. Stator berfungsi untuk mengarahkan fluida dari turbine runner agar menabrak bagian belakang vane pump impeller, sehingga memberikan tambahan tenaga pada pump impeller.

üKopling Satu Arah (One Way Clutch) yaitu suatu unit kopling yang hanya meneruskan putaran dan daya pada satu arah saja, sedangkan pada arah yang berlawanan tidak meneruskan putaran dan daya. One-way clutch memungkinkan stator hanya berputar searah dengan poros engkol. Oleh karena itu, stator akan berputar atau terkunci tergantung dari arah dorongan minyak pada vane stator.


· Roda Gigi Planet

Transmisi model ini terdiri dari susunan roda gigi planet, model dan jumlah susunan roda gigi planet mempengaruhi hasil perbandingan putaran yang dihasilkan. Pada roda gigi planet set ini dikenal roda gigi matahari, roda gigi planet dan roda gigi ring. Secara konstruksi paket gigi planet dibedakan menjadi: paket roda gigi planet sederhana, paket roda gigi planet raveneux dan paket roda gigi planet simson.


· Rem, Kopling gigi dan Unit hidrolik

Untuk mendapatkan perbandingan putaran sesuai yang diinginkan pada sistem transmisi otomatis dengan roda gigi planet dilakukan dengan cara mengerem atau mengkopel salah satu komponen paket gigi planet menggunakan rem atau kopling yang pada kebanyakan meng-gunakan rem atau kopling multi plat. Direm berarti komponen roda gigi planet dikunci mati dengan rumah transmisi, sedangkan dikopel berarti dikunci antar dua komponen paket roda gigi planet.

Unit hidrolik berfungsi untuk mengatur aliran oli ATF kedalam silinder rem atau kopling untuk mengaktifkan rem maupun kopling yang dibutuhkan sesuai dengan tingkat kecepatan dan tingkat perbandingan putaran.


§ Transmisi Otomatis Sistem CVT (Continous Variable Transmission)

Transmisi CVT adalah transmisi otomatis yang tidak mempunyai step-step tingkatan gigi percepatan, akan tetapi secara kontinyu tingkat gigi percepatan itu bisa berlangsung dengan variasi yang sangat besar, makanya disebut Continous Variable Transmission.

Prinsip kerja dari transmisi ini adalah merubah perbandingan roda puli, dimana diameter puli penggerak dan diameter puli yang digerakan dapat dirubah saling berlawanan sehingga didapatkan tingkat perban-dingan putaran yang sangat ber-variasi


§ Transmisi Otomatis Dengan Kontrol Elektronik

Pada transmisi otomatis dengan kontrol elektronik perpindahan tingkat gigi percepatan dikontrol secara elektronik dengan jalan mengendalikan katup-katup solenoid oleh unit kontrol elektronika berdasarkan dari sinyal-sinyal masukan yang diberikan oleh sensor-sensor yang ada.

Dengan melibatkan sensor-sensor yang ada dapat diatur tingkatan gigi percepatan yang paling sesuai dengan kondisi yang dihadapi, sehingga tidak kehilangan performennya dan tetap pada penggunaan bahan bakar yang optimal.

Pemgendalian katup solenoid pada dasarnya adalah untuk mengarahkan oli ATF ke unit hidrolik, jadi disini bukan sistem elektrik yang melakukan perubahan tingkatan gigi tetapi dibantu oleh tekanan hidrolik dari oli ATF. Sistem elektronik hanya sebagai pengendali saja.


Ø Perbandingan roda gigi (gear ratio) pada transmisi dapat dinyatakan sebagai berikut :



Ø Komponen utama dari tramisi manual adalah sebagai berikut :

  • Transmission input shaft atau poros input transmisi, yaitu komponen yang menerima moment output dari unit kopling.
  • Transmission gear atau roda gigi transmisi, yaitu untuk mengubah input dari mesin menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan kebutuhan kendaraan.
  • Synchroniser/synchro-mesh atau gigi penyesuai, adalah perlengkapan yang memungkinkan pemindahan kecepatan pada kondisi putaran yang tinggi.
  • Gear shift lever atau tuas pemindah presnelling dan Shift fork atau Garpu pemindah adalah komponen yang berfungsi untuk mengoperasikan transmisi oleh pengemudi.
  • Output shaft atau poros output adalah untuk menyalur-kan moment atau tenaga yang sudah diolah melalui proses reduksi ke komponen sistem pemindah tenaga selanjutnya.

Ø Mekanisme pengoperasian transmisi manual

Mekanisme pengoperasian transmisi berfungsi untuk menyediakan hubungan antara pengemudi dengan bekerjanya transmisi, sehingga mekanisme pengoperasian merupakan sarana untuk mengendalikan bekerjanya transmisi oleh pengemudi. Dengan demikian pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban kendaraan. Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam, yaitu sistem handel langsung, sistem handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baja elastis.

· Sistem handel langsung (direct control)

Jika tuas pemindah didorong penuh ke kiri maka lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 1 dan 2, pada posisi ini bila didorong kedepan berarti lengan selektor menarik tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 1.

Sebaliknya bila menarik tuas pemindah kebelakang berarti mendorong tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 2. Ketika tuas pemindah dilepas maka tuas pemindah akan berada ditengah dan lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 3 dan 4, pada posisi ini bila didorong kedepan berarti lengan selektor menarik tuas garpu gigi 3 dan 4 membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 3.

Sebaliknya bila menarik tuas pemindah kebelakang berarti mendorong tuas garpu gigi 3 dan 4 membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 4.

Kalau tuas pemindah ditarik penuh ke kanan maka lengan selektor akan berada pada tuas garpu mundur, pada posisi ini bila tuas pemindah ditarik kebelakang berarti mendorong tuas garpu mundur dan membawa roda gigi masuk ke posisi gigi mundur.


· Sistem handel pada kemudi (column shift)

Pada prisipnya sistem handel pada kemudi pemindahan gigi di dalam transmisi sama dengan yang telah dijelaskan di atas. Sistem inidipergunakan agar samping pengemudi ruangannya dapat dipergunakan untuk tempat duduk.


· Sistem menggunakan kabel baja elastis (floor shift)

Sementara untuk sistem menggunakan kabel baya elastis, dipergunakanpada kendaraan sedan dengan front wheel drive dan mesin melintang. Sistem ini lebih fleksibel dan mampu untuk menjangkau posisi transmisi yang sulit yang tidak memungkinkan digunakan kedua sistem sebelumnya.


Ø Perawatan dan pemeliharaan transmisi manual

Pemeliharaan dan perawatan transmisi manual, tidak terlalu rumit namun memerlukan ketelitian. Pertama, memeriksa kebebasan gerak tuas pemindah. Kebebasan yang berlebihan disebabkan oleh keausan baut-baut penyambung, kerusakan bushing sambungan, atau penyetelannya. Secara visual/pengamatan langsung permasalahan tersebut dapat dilakukan.

Kedua, memeriksa pelumasan transmisi. Pelumasan pada transmisi sangat penting, mengingat transmisi terdiri dari banyak komponen yang saling bersentuhan satu dengan yang lainnya. Pelumasan diperlukan untuk menghindari terjadinya keausan sebagai akibat kontak langsung antar logam komponen transmisi. Transmisi pada umunya menggunakan minyak pelumas dengan viscositas SAE 80 atau SAE 90, namun demikian dalam menggunakan minyak pelumas untuk transmisi perlu melihat manual masing-masing produk kendaraan karena dimungkinkan terdapat perbedaannya. Setiap 1500 km perlu dikontrol mengenai jumlahnya.

Ketiga, pemeriksaan terhadap gejala-gejala kerusakan. Pemeriksaan ini terkait dengan kinerja transmisi, yaitu apakah transmisi dapat melakukan fungsinya dengan baik. Untuk melakukan pemeriksaan ini, berarti kendaraan harus dijalankan atau sering disebut dengan tes jalan.

Share:

SISTEM TRANSMISI MANUAL

Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan, yang pada umumnya dengan menggunakan perbandingan-perbandingan roda gigi. Transmisi digunakan untuk mengatasi beberapa hal dengan cara merubah perbandingan gigi, untuk : merubah momen, merubah kecepatan kendaraan, memungkinkan kendaraan bergerak mundur, memungkinkan kendaraan diam saat mesin hidup ( posisi netral ). Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (engine) ke sisitem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (clutch) diteruskan ke transmisi (gear box) ke propeller shaft dan keroda melalui diferensial (final drive).


1. Transmisi Manual

a. Transmisi dengan roda gigi geser (sliding mesh) tiga percepatan

Roda gigi pada poros input yaitu berasal dari kopling, dipasang mati. Sedangkan roda gigi yang dipasang pada poros output dipasang geser / sliding. Roda gigi yang digunakan untuk model ini tentunya jenis spur. Pada tipe ini shift arm menggerakkan langsung roda gigi percepatan yang terpasang pada spline main shaft untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antara gigi percepatan dengan counter gear.

Keterangan :

1. Input shaft 8 Reserve gear

2. Clutch 9 Countershaft

3. Second sliding gear 10 Reserve idle gear

4. Clutch gear 11 Output shaft

5. Countershaft drive gear 12 Low and reserve idle gear

6. Second gear 13 Gear shift fork

7. Low speed gear

b. Transmisi dengan roda gigi tetap (constant mesh)

Sistem pemindahan kecepatan pada sistem ini tidak memindah roda gigi, namun dengan menambah satu perlengkapan kopling geser.

Pada tipe ini main gear selalu berhubungan dengan gigi pada counter shaft, main gear dilengkapi dengan dog gear yang akan dihubungkan dengan sleeve yang terpasang pada output shaft. Shift arm menggerakkan sleeve agar terjadi perpindahan putaran dari main gear ke main shaft
Keterangan :

A. Input shaft D. Constant mesh G. Main gear

B. Clutch gear E. Counter shaft

C. Sleeve F.Output shaft


2. Transmisi Synchronmesh

Tipe ini mempunyai keuntungan perpindahan giginya lebih halus, synchromesh berfungsi untuk menyamakan putaran roda-roda gigi yang akan berhunbungan dengan cara melakukan pengereman. Alasan perlunya sinkromesh pada transmisi

§ Tanpa sinkromesh transmisi tidak dapat dihubungkan

§ Tanpa sinkromesh menghubungkan gigi pada transmisi menunggu lama

§ Tanpa sinkromesh memerlukan pengalaman bagi setiap pengendara untuk memasukan gigi Transmisi

Macam dan Konstruksi syncronmesh :

1) Sinkromesh Borg Wagner

Keterangan :

1. Roda gigi Sinkromesh (clutch hub) : Meneruskan tenaga putar dari kopling geser ke poros Output

2. Pengunci Sinkromesh (synchronizer key) : Mencegah penggantian gigi sebelum putaran sama

3. Roda gigi tingkat kecepatan : Meneruskan tenaga putar dari gigi tingkat ke kopling geser

4. Gigi Penghubung : Tempat terhubung kopling geser

5. Konis Pengereman : Sebagai bidang gesek pengerem

6. Cincin Sinkromesh (synchronizer ring) : Menyesuaikan putaran unit sinkromesh dengan roda tingkat

7. Pegas pengunci (synchronizer spring) : Memegang pengunci-pengunci dengan roda gigi sinkromesh

8. Kopling Geser (hub sleeve) : Menghubungkan roda gigi sinkromesh dengan roda gigi tingkat

Prinsip Kerja :

· Posisi Netral :
  • Roda gigi sinkromesh duduk dan berhubungan dengan poros out put
  • Kedua roda gigi tingkat bebas berputar pada poros output
  • Kopling geser berhubungan dan dapat bergerak sepanjang alur gigi sinkromesh

· Posisi mengerem / sinkronisasi

  • Kopling di dorong kiri
  • Cincin sinkromesh ikut terdorong dan berhubungan dengan konis pengereman roda gigi tingkat
  • Terjadi pengereman (sinkronisasi)
  • Putaran unit sinkromesh sama dengan putaran roda gigi tingkat

· Posisi menghubung :

  • Kopling geser di gerakkan lebih jauh
  • Kopling geser menghubungkan roda gigi sinkromesh dengan roda gigi tingkat
  • Roda gigi tingkat berhubungan dengan poros output

2) Sinkronmesh Servo

Keterangan :

1. Kopling geser 8. Gigi penghubung

2. Roda gigi sinkromesh 9. Roda gigi tingkat

3. Cincin pengunci 10. Gigi kopling geser

4. Cincin sinkromesh

5. Segmen pengerem

6. Pasak pembawa

7. Pasak pengunci

Prinsip Kerja :

· Posisi Netral :
  • Roda gigi tingkat berputar
  • Pasak, segmen pengereman dan cincin sinkromesh ikut terbawa
  • Kopling geser dan roda gigi sinkromesh diam
  • Poros output juga diam

· Posisi pengereman :

  • Kopling geser di dorong ke kanan
  • Pasak pembawa berputar beberapa derajat sehingga mendorong segmen pengerem, sedangkan ujung yang lain tertahan pada pasak pengunci
  • Segmen mengembang mendorong/mendesak cincin sinkromesh sehingga terjadi pengereman
  • Pada saat ini kopling geser tidak dapat digerakkan lebih jauh karena diameter cincin lebih besar (akibat desakan/dorongan)

· Posisi terhubung :

  • Putaran menjadi sama
  • Gaya dorong terhadap pasak pembawa hilang dan segmen pengereman mendorong pasak pembawa kembali pada posisi semula (segmen bebas)
  • Diameter cincin kembali mengecil, kopling geser dapat didorong lebih jauh hingga gigi dalam kopling geser berhubung dengan gigi penghubung roda gigi tingkat

Bagian-bagian dari transmisi manual :

  • Transmission input shaft atau Poros input transmisi, yaitu komponen yang menerima moment output dari unit kopling.
  • Transmission gear atau roda gigi transmisi, yaitu Untuk mengubah input dari mesin menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan kebutuhan kendaraan.
  • Synchroniser/synchro-mesh atau gigi penyesuai, adalah perlengkapan yang memungkinkan pemindahan kecepatan pada kondisi putaran yang tinggi.
  • Gear shift lever atau Tuas pemindah presnelling dan Shift fork atau Garpu pemindah adalah komponen yang berfungsi untuk mengoperasikan transmisi oleh pengemudi.
  • Output shaft atau Poros output adalah untuk menyalur-kan moment atau tenaga yang sudah diolah melalui proses reduksi ke komponen sistem pemindah tenaga selanjutnya.
  • Shift fork atau garpu pemindah batang untuk memindah gigi atau synchroniser pada porosnya sehingga memungkinkan gigi untuk dipasang/dipindah.
  • Shift lingkage atau tuas penghubung batang/tuas yang menghubungkan tuas persneling dengan shift fork.
  • Transmission case atau bak transmisi sebagai dudukan bearing transmisi dan poros-poros serta sebagai wadah oli/minyak transmisi.
  • Extension housing atau pemanjangan bak melingkupi poros output transmisi dan menahan seal oli belakang, juga menyokong poros output.
Share:

Beberapa Jenis Sistem Pelumasan Berdasarkan Alirannya

Sistem pelumas sangat penting bagi kendaraan, mengingat fungsi dari pelumasan sangat penting bagi kendaraan. Salah satu fungsi dari pelumas yaitu untuk melumasi bagian-bagian komponen pada mesin. Pada sistem pelumasan terdiri dari beberapa macam, yaitu sistem pelumasan campur, sistem pelumasan autolube, sistem pelumasan percik dan sistem pelumasan tekan.

Sistem pelumasan campur
Pada sistem pelumasan campur ini, banyak digunakan pada mesin 2 tak pada sepeda motor. Pada sistem pelumasan campur ini pelumas atau oli samping dicampur dengan bahan bakar di dalam tangki.


Sifat-sifat pada sistem pelumasan campur ini adalah :
  • Oli yang digunakan selalu baru dikarenakan oli yang tercampur dengan bahan bakar nantinya juga akan ikut terbakar dan habis.
  • Timbul polusi yang dari knalpot atau gas buangnya berupa asap putih
  • Pemakaian oli menjadi lebih boros
  • Kandungan oli atau pelumas pada campuran bahan bakar dan oli yaitu 2 - 4 % (lebih tepatnya lihat spesifikasi pabrik)
  • Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 2 tak

Sistem pelumasan autolube


Pada sistem pelumasan autolube ini juga digunakan pada mesin 2 tak, prinsipnya sama dengan sistem pelumasan campur, yaitu mencampur oli samping dengan bahan bakar, tetapi bedanya pencampuran ini tidak dilakukan langsung pada tangki bahan bakar melainkan oli samping dan bahan bakar nantinya akan dicampur pada ruang engkol. Pada sistem pelumasan autolube ini, oli ditempatkan pada wadah tersendiri yang nantinya oli akan masuk ruang engkol karena dipompa oleh pompa oli.


Sifat-sifat pada sistem pelumasan autolube sama dengan sistem pelumasan campur yaitu :

  • Oli yang digunakan selalu baru dikarenakan oli yang tercampur dengan bahan bakar nantinya juga akan ikut terbakar dan habis.
  • Timbul polusi yang dari knalpot atau gas buangnya berupa asap putih
  • Pemakaian oli menjadi lebih boros
  • Kandungan oli atau pelumas pada campuran bahan bakar dan oli yaitu 2 - 4 % (lebih tepatnya lihat spesifikasi pabrik)
  • Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 2 tak
  • Memerlukan wadah untuk menampung oli samping

Sistem pelumasan percik


Pada sistem pelumasan percik ini, memanfaatkan gerakan putar dari poros engkol untuk memercikkan oli kebagian-bagian mesin yang memerlukan pelumasan. Pada sistem pelumasan percik ini, pada bagian poros engkol dibagian bawahnya menyerupai sendok, sehingga ketika poros engkol berputar, oli yang berada dikarter akan terbawa dan dipercikkan oleh bagian poros engkol


Sifat-sifat pada sistem pelumasan percik ini adalah :

Penggantian oli atau pelumas ini dilakukan pada jarak waktu atau jerak tempuh kilometer tertentu.
Pelumasan kurang baik karena hanya bagian-bagian tertentu saja yang dapat dijangkau oleh percikkan olinya.


Sistem pelumasan tekan


Pada sistem pelumasan tekan ini, pelumas atau oli akan disirkulasikan ke seluruh bagian mesin oleh pompa oli. Pompa oli pada sistem pelumasan ini berfungsi untuk memompa atau menekan oli, agar oli dapar bersirkulasi ke seluruh bagian mesin sehingga semua bagian mesin mendapatkan pelumasan


Sifat-sifat pada sistem pelumasan tekan ini adalah :
  • Pelumasannya merata dan teratur
  • Sistem pelumasan ini dapat digunakan pada mesin 4 tak maupun 2 tak
  • Penggantian oli atau pelumas ini dilakukan pada jarak waktu atau jerak tempuh kilometer tertentu
Sumber :teknik-otomotif.com
Share:

Pelumasan Pada Mesin / Engine

Sistem pelumas harus ada pada sebuah mesin pada kendaraan. Di dalam mesin kendaraan bila kendaraan tersebut menyala pastinya terdapat komponen komponen yang saling bersinggungan. Sehingga diperlukanlah sistem pelumasan pada kendaraan.

Sistem pelumas ini sangat penting, mengingat fungsi sistem pelumasan bagi mesin yang sangat riskan. Sistem pelumasan pada kendaraan memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

Sebagai pelumas

Fungsi yang pertama yaitu pelumas berfungsi sebagai pelumasan yaitu melumasi bagian-bagian yang saling bersinggungan. Hal ini dilakukan untuk mencegah keausan berlebih ketika bagian-bagian tersebut saling bergesekkan (bersinggungan).

Minyak pelumas akan membentuk lapisan oli film pada bagian yang dilumasi, sehingga komponen-komponen yang saling bersinggungan tidak akan langsung bersinggungan karena adanya lapisan oil film.

Sebagai pendingin

Fungsi yang kedua adalah minyak pelumas sebagai pendingin. Minyak pelumas akan mengalir ke seluruh sistem atau bagian di dalam mesin yang bergerak.

Komponen yang bergerak dan saling bergesekkan tersebut akan menimbulkan panas. Minyak pelumas yang mengalir ke komponen tersebut akan menyerap panas yang ditimbulkan sehingga minyak pelumas berfungsi sebagai pendingin komponen-komponen mesin.

Sebagai pembersih

Fungsi yang ketiga adalah minyak pelumas sebagai pembersih. Komponen di dalam mesin kebanyakan terbuat dari bahan logam sehingga bila komponen-komponen tersebut saling bergesekkan maka akan menimbulkan keausan (karena keausan tidak dapat dicegah namun dapat dikurangi).

Keausan akan menyebabkan adanya bram-bram besi ini harus dibersihkan dari komponen yang saling bergesekkan tersebut agar tidak menyebabkan keausan yang berlebih. Pembersihan bram-bram besi ini dilakukan oleh pelumas, karena pelumas bersirkulasi pada bagian-bagian mesin yang saling bergesekkan.

Pelumas yang mengalir tersebut akan membawa bram-bram (kotoran) besi ke bagian karter (penampung oli).

Pada karter, bram-bram besi ini akan disaring dan ditangkap oleh magnet yang dipasang pada bagian karter. Minyak pelumas sebelum disirkulasikan ke bagian-bagian mesin juga mengalami proses penyaringan terlebih daulu. Penyaringan ini dilakukan oleh komponen filter oli.

Sebagai perapat


Fungsi yang keempat adalah minyak pelumas sebagai perapat. Minyak pelumas yang melumasi bagian-bagian mesin yang presisi yang menjadi perapat yang mencegah terjadinya kebocoran gas atau blow by gas. Contohnya yaitu saat pelumas melumasi bagan piston dan dinding silinder, pada bagian ini pelumas berfungsi sebagai perapat yang mencegah terjadinya kebocoran gas pada ruang diatas piston ke bagian bawah piston.

Pencegah karat

Fungsi yang kelima adalah minyak pelumas sebagai pencegah karat. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa komponen-komponen mesin sebagian besar terbuat dari logam. Komponen yang terbuat dari logam akan berkemungkinan terjadi karat. Jika karat ini terjadi pada komponen-komponen di dalam mesin akibatnya akan mudah membuat mesin rusak.

Oleh sebab itu komponen-komponen di dalam mesin harus bebas dari karat sehingga pelumas harus mampu mencegah timbulnya karat pada komponen-komponen di dalam mesin.

Sehingga pemeriksaan minyak pelumas pada mesin harus dilakukan dengan baik, penggantian minyak pelumas harus dilakukan secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pabrik.

Penggantian minyak pelumas harus disesuaikan kekentalannya (viskositasnya) sesuai yang disarankan oleh pabrik. Jangan gunakan minyak pelumas yang terlalu kental ataupun terlalu encer.
Share:

Sistem Kopling dan Komponennya

Kopling (clutch) terletak di antara motor dan transmisi, dan berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran motor ke transmisi.

Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (Engine) kesistem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ke transmisi (Gear Box) ke propeller shaft dan ke roda melalui differensial (Final Drive).

A. Syarat kopling :
  • Harus dapat memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut
  • Harus dapat memindahkan tenaga mesin dengan tanpa slip
  • Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat
B. Jenis-jenis kopling :
Ditinjau dari jumlah piringan / plat yang digunakan kopling dibedakan menjadi :
  1.  Kopling plat tunggal : unit kopling dengan jumlah piringan koplingnya hanya satu.
  2.  Kopling plat ganda atau banyak : unit kopling dengan jumlah piringan lebih dari satu.
Ditinjau dari lingkungan / media kerja dibedakan menjadi :
  1. Kopling basah adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) terendam cairan / minyak.
  2. Kopling kering adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) tidak terendam cairan / minyak (dan bahkan tidak boleh ada cairan / minyak).
Ditinjau dari pegas penekannya kopling dibedakan menjadi :
  1. Kopling pegas spiral atau coil spring : unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk spiral.
  2. Kopling pegas diaphragma : unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk diaphragma.
Ditinjau dari mekanisme penggeraknya :
  1. Kopling mekanik / manual : unit kopling dimana mekanisme penggeraknya menggunakan kabel, batang
  2. Kopling hidrolik : unit kopling dimana mekanisme penggeraknya menggunakan mekanisme fluida hidrolik
Konstruksi Sistem Kopling

Komponen pengoperasian kopling sistem mekanik :
  1. Pedal kopling berfungsi untuk menyalurkan tenaga pengemudi melalui injakan kaki dalam upaya mengendalikan kerja kopling.
  2. Kabel kopling berfungsi untuk memindahkan gerakan tenaga injakan kaki pengemudi pada pedal kopling ke tuas pembebas kopling.
  3. Batang ulir pada ujung kabel kopling yang berhubungan dengan tuas pembebas berfungsi untuk mengatur gerak bebas tuas pembebas.
  4. Pegas pengendali pedal kopling berfungsi untuk mengembalikan posisi pedal kopling setelah dipergunakan untuk mengoperasikan kopling.
Komponen pengoperasian kopling sistem hidrolis adalah sebagai berikut :

1. Master silinder
Fungsi :

untuk merubah gerak mekanis dari pedal kopling menjadi tekanan minyak hidrolis.

Komponen :
  • Push rod
  • Piston
  • Conecting rod
  • Compression spring
  • Reservoir tank
  • Conical spring
  • Inlet valve
2. Pipa hidrolis 
berfungsi untuk menyalurkan tekanan hidrolis yang dihasilkan dari master silinder kopling.

3. Release silinder

Fungsi merubah tekanan hidrolis dari master silinder menjadi gerak mekanis yang disalurkan ke push rod dan diteruskan ke tuas pembebas kopling.

Komponen :
  • Conical spring
  • Cylinder body
  • Piston
  • Cylinder cup
  • Push rod
4. Boster kopling
Fungsi :

untuk meringankan tenaga injakan pedal kopling. Komponen ini hanya dipergunakan pada kedndaraan berat.

Komponen utama unit kopling

1. Plat kopling (clutch disc)

Fungsi untuk meneruskan tenaga mesin dari fly wheel dan plat penekan ke input shaft transmisi.

Komponen plat kopling :
A. Clutch hub
Berfungsi sebagai tempat perkaitan unit plat kopling dengan input shaft transmisi yang memungkinkan unit plat kopling dapat bergerak sedikit maju dan mundur.

B. Disc plate

Berfungsi sebagai rangka utama dari unit plat kopling untuk menahan beban kerja.

C. Torsion dumper

Berfungsi untuk meredam hentakan atau puntiran saat kopling mulai menghubungkan atau meneruskan putaran dan pada saat akselerasi maupun deselerasi

D. Kampas kopling / facing

Berfungsi untuk memperbesar gesekan, sehingga effisiensi pemindahan tenaga dan daya mesin optimal.

E. Cushion plate

Berfungsi untuk dudukan facing atau kampas kopling serta memperhalus kerja kopling.

F. Paku keling / rivet

Berfungsi untuk menyatukan kampas kopling dan cushion plate serta menyatukan cushion plate dan disc plate.

2. Rumah kopling / tutup kopling (clutch cover)
Berfungsi untuk dudukan komponen-komponen unit kopling, sebagai tumpuan tuas penekan serta untuk memungkinkan terjadinya pemutusan dan penghubungan tenaga mesin dengan akurat dan cepat.

3. Plat penekan (pressure plate)

Berfungsi untuk menekan plat kopling terhadap fly wheel dengan adanya tekanan pegas penekan.

4. Pegas penekan (pressure spring) :

Berfungsi untuk memberikan gaya tekan kepada plat penekan

Pegas penekan tipe spiral

Pegas penekan tipe diafragma

5. Tuas penekan (release lever)

Berfungsi untuk meneruskan gaya pedal kopling yang melalui bantalan pembebas untuk menekan pegas penekan.

6. Bantalan pembebas (release bearing / clutch release atau throwout bearing)

Berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork ke tuas pembebas / pegas diaphragm pada saat pedal kopling ditekan.

7. Garpu pembebas (release fork)

Berfungsi untuk meneruskan gaya dorong / tarik dari pedal kopling untuk menekan bantalan pembebas.

D. Mekanisme Penggerak Kopling

1. Mekanisme kopling mekanik

  • Linkage mechanism (mekanik batang)
Mekanisme batang mempunyai keuntungan elastisitas bahan lebih kecil sehingga kuat dan spontanitas kerja lebih baik. Kelemahan / kekurangan sistem ini adalah karena media penerusnya adalah batang, maka untuk penempatannya menjadi lebih sulit dan perlu ruang gerak yang lebih besar.
  •  Cable mechanism (mekanik kabel)
Menggunakan media sebuah kabel baja untuk meneruskan gerakan pedal ke garpu pembebas. Keuntungan dari mekanisme ini adalah konstruksinya sederhana dan karena sifat kabel yang fleksible maka penempatannya juga fleksible dan tidak memerlukan ruang gerak yang besar. Mekanisme ini mempunyai kerugian gesek yang besar antara kabel dan selongsongnya, apalagi jika banyak belokan/ tekukan. Elastisitas bahan kabel menyebabkan mekanisme ini tidak bekerja dengan spontan dan kurang kuat untuk beban berat.

2. Hidrolic mechanism (mekanisme hidrolik)

Komponen sistem hidrolik lebih banyak dibandingkan sistem mekanik, tetapi mempunyai keuntungan yang mampu mengatasi kekurangan sistem penggerak mekanik yaitu : kehilangan tenaga karena gesekan lebih kecil sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan, penekanan pedal kopling jauh lebih ringan, pemindahan tenaga lebih cepat dan lebih baik, penempatan fleksibel karena fluida dialirkan melalui fleksible hose. Kekurangan dari sistem hidrolik adalah konstruksinya rumit dan dapat terjadi kegagalan fungsi jika terdapat udara di dalam sistem. Pengoperasian kopling sistem hidrolis ini memanfaatkan tekanan hidrolis minyak.

Pedal kopling dalam berfungsi untuk menekan minyak pada master silinder dan selanjutnya disalurkan ke silinder kopling. Tekanan minyak mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan menekan pegas diafragma. Proses ini menyebabkan kopling memutuskan hubungan antara mesin dengan sistem pemindah tenaga.
Share:

Fungsi Sistem Pengisan dan Komponen Sistem Pengisian

Fungsi sistem pengisian (alternator) pada kendaraan untuk merubah energi mekanik yang didapatkan dari putaran mesin melalui pulley menjadi energi listrik guna :

Menyediakan energi listrik untuk seluruh kebutuhan energi listrik pada kendaraan selama mesin hidup
Mengisi baterai agar kondisi baterai dalam keadaan baik

Konstruksi Sistem Pengisian (Alternator) dan Komponennya

KOMPONEN ALTERNATOR

1. Rotor

Fungsi untuk membangkitkan medan magnet melalui kutub magnet (pole core).

Medan magnet dibangkitkan oleh kumparan rotor (rotor coil). Pada beberapa jenis alternator fan dijadikan satu dengan rotor sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan ringan. Jika arus dialirkan melalui rotor coil maka sebagian dari kutub pada core terpolarisasi menjadi N (north) dan bagian yang lain terpolarisasi menjadi S (south). Kutub-kutub pada rotor dibentuk melengkung yang memungkinkan rotor dapat berputar di dalam stator.

2. Stator

Fungsi untuk membangkitkan arus listrik bolak - balik

Stator mempunyai tiga independent coils, yang masing-masing menginduksi suatu electro motive force (emf) yang berubah-ubah. Ketiga kumparan tersebut satu sama lain terpisah 120°, sehingga outputnya juga terpisah 120°.

Pada umumnya kumparan dililit dengan konstruksi bintang tiga phase, bagian tengah yang menjadi satu merupakan pusat gulungan yang sering disebut dengan titik netral (neutral point) atau biasa disebut terminal N. Pada bagian ujung kabel yang lain akan menghasilkan arus bolak-balik (AC) tiga phase.

3. Dioda (Rectifier)

Fungsi untuk menyearahkan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh stator coil menjadi arus searah (DC). Dioda holder berfungsi untuk meradiasikan panas

Arus bolak-balik tidak cocok digunakan pada sistem kendaraan listrik dan harus dirubah atau diralat menjadi arus searah. Arus bolak-balik yang diinduksi dalam stator coil dirubah oleh rectifier.

Dioda-dioda rectifier adalah komponen semi konduktor yang mengalirkan arus ke satu arah meskipun pada tegangan yang kecil, tetapi menahan arus yang mengalirdari arah yang berlawanan.

Rectifier pada kendaraan juga menahan arus dari batere ke altenator apabila tegangan yang dihasilkan altenator lebih rendah dari tegangan batere, sebagai contoh, mesin dalam keadaan diam. Hal ini mencegah batere dari pengosongan yang sia-sia.


4. Rumah alternator (frame)

Fungsi untuk memegang bagian bagian alternator dan menyediakan tempat berputar bagi alternator atau stator dengan celah sekecil mungkin.

5. Kipas Pendingin (fun)

Fungsi untuk mendinginkan diode beserta kumparan pada alternator.

Pada beberapa jenis alternator fan ada yang dijadikan satu dengan rotor.

6. Pulli (pulley)

Fungsi untuk memindahkan tenaga putar dari mesin dan menentukan perbandingan putaran mesin.

Pulley yang dihubungkan dengan rotor coil (medan kumparan) yang diberi tenaga dan diputar dengan menggunakan daya putar mesin melalui V belt, menghasilkan kekuatan elektromotif AC (AC electromotive force) dalam stator coil. Perbandingan crankshaft pulley dengan alternator pulley biasanya 1:1.8 sampai 2.2. Alternator berputar pada kecepatan sekitar dua kali kecepatan mesin.

7. Regulator

Fungsi : untuk mengatur besar arus listrik yang masuk ke dalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan alternator tetap konstan sesuai harga yang telah ditentukan walaupun putarannya berubah-ubah serta untuk mematikan tanda dari lampu pengisian secara otomatis apabila alternator sudah menghasilkan arus listrik.

Share:

Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian adalah rangkaian kelistrikan didalam mesin yang berfungsi mengubah listrik menjadi percikan bunga api untuk kemudian digunakan saat proses pembakaran.

Kita mengenal busi sebagai komponen yang memercikan bunga api, tapi busi tersebut sebenarnya hanya konduktor. Sementara untuk memperoleh percikan api, maka perlu dibuat rangkaian penguat tegangan yang kemudian disebut sistem pengapian.

Secara singkat, ada 4 macam sistem pengapian yang paling populer yakni ;
  • Sistem pengapian konvensional
  • Sistem pengapian CDI
  • Sistem pengapian transistor
  • Sistem DLI
Yang paling banyak digunakan adalah nomor 2 dan 4. Karena CDI digunakan hampir pada semua sepeda motor silinder tunggal sementara DLI digunakan pada hampir semua mobil berteknologi injeksi.

Namun dari keempat jenis pengapian diatas, semuanya berawal dari sistem pengapian konvensional. Karena prinsip kerja penguat tegangan didalam sistem pengapian, itu paling bisa dipahami pada jenis pengapian konvensional.

Oleh sebab itu, diartikel ini akan kita ulas secara detail skema dan cara kerja sistem pengapian konvensional.

Rangkaian Pengapian Konvensional Mesin 4 Silinder


Sebelum kita mengulas bagaimana proses kerjanya, terlebih dahulu anda harus memahami bagian-bagian penting pada sistem pengapian konvensional.

Disini menekankan pada dua komponen, yakni
  • Ignition coil
  • Breaker point/platina
1. Ignition coil


Ignition coil adalah komponen yang berfungsi menguatkan atau menaikan tegangan primer aki dari 12 Volt menjadi 20 KV. Prinsip kerja ignition coil, itu mirip trafo step up. Dimana ada dua lilitan, lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan lilitan primer. Sehingga tegangan sekunder lebih besar.

Tapi perbedaannya, ada pada penempatan lilitan. Pada ignition coil, lilitan sekunder terletak didalam lilitan primer. Peletakan ini, disesuaikan dengan kebutuhan pada sistem pengapian yang hanya membutuhkan tegangan tinggi pada satu waktu, jadi tipikal ignition coil dapat menaikan tegangan dengan durasi kurang dari satu detik.

2. breaker point


Beberapa orang lebih menyebutnya platina, fungsinya sebagai pemutus arus primer dari coil. Mengapa harus diputus ? ini berhubungan dengan desain ignition coil.

Saat arus listrik melewati lilitan, maka akan terbentuk medan magnet dengan arah tertentu. Saat arus listrik tersebut diputus secara tiba-tiba, maka akan terjadi efek close wave. Yakni dimana medan medan magnet yang sebelumnya terbentuk pada sekitar lilitan bergerak secara cepat ke inti lilitan.

Hal diatas, diaplikasikan pada coil. Saat arus pada lilitan primer diputus secara tiba-tiba, maka medan magnet akan bergerak kearah dalam secara cepat. sementara itu, didalam lilitan primer terdapat lilitan sekunder, sehingga gerakan medan magnet tersebut akan menginduksi lilitan sekunder.

Hasilnya, tegangan akan naik karena jumlah lilitan pada lilitan sekunder lebih banyak.

Lalu bagaimana cara pemutusan arus pada breaker point ?
Ini menggunakan mekanisme cam, seperti gambar yang ditujukan diatas. Breaker point terdiri dari sebuah lengan, kaki kecil yang terhubung ke camshaft, lalu ada contact point diujungnya.

Saat camshaft berputar, maka nok juga akan berputar. Saat nok ini menyentuh kaki platina, otomatis contact point akan terangkat/ada celah. Sehingga arus pada lilitan primer terputus.

Sekarang mari kita pelajari proses lengkap sistem pengapian konvensional dari mesin mati hingga mesin menyala.

Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional

1. Saat kunci kontak ON
Saat kunci dimasukan kemudian diputar pada posisi ON, maka arus dari baterai mengalir melalui fuse, relay, dan masuk ke dalam ignition coil.

Arus listrik ini, akan mengaliri kedua lilitan baik lilitan primer maupun sekunder.

Output dari coil, ada dua yakni output lilitan primer dan sekunder. Output lilitan primer mengalir ke breaker point sementara output lilitan sekunder mengalir ke busi.
Pada tahap ini, sudah terbentuk medan magnet pada lilitan primer ignition coil. Tapi karena platina belum bergerak, dengan kata lain belum ada pemutusan arus maka tidak ada pergerakan medan magnet. Sehingga percikan api belum terbentuk.

2. Saat starter
Saat anda memutar kunci ke posisi ST, maka motor starter akan bekerja. Ini memicu poros engkol berputar, dan karena camshaft pada platina terhubung ke poros engkol mesin maka saat poros engkol berputar, camshaft juga berputar.

Disinilah pemutusan arus terjadi, ketika cam menyentuh kaki platina maka platina akan membuka/contact point tidak menempel. Sehingga arus primer coil akan terputus secara tiba-tiba. Hal itu akan memicu close wave yang bergerak ke arah lilitan sekunder.

Sehingga tegangan pada lilitan sekunder naik hingga 20 KV dengan interval sangat singkat. Ketika cam menjauhi kaki platina, maka contact point akan kembali menutup/menempel. Sehingga arus lilitan primer coil kembali tersambung. Ini menyebabkan medan magnet pada lilitan primer kembali terbentuk, dan saat cam kembali menyentuh kaki platina maka pemutusan arus akan terjadi dan induksi pada lilitan sekunder kembali terjadi.

Siklus diatas akan berulang terus menerus selama kunci kontak masih ON.
Bagaimana listrik tegangan tinggi menjadi percikan api ?

Mungkin beberapa dari anda ada yang masih bingung, output sistem pengapian itu hanya listrik bertegangan tinggi. Tapi mengapa sampai diujung busi, bentuknya berubah menjadi percikan api ?

Percikan api pada ujung busi tersebut sebenarnya wujud dari elektron yang loncat dari elektroda busi (kutub positif) ke ground (kutub negatif), memang elektron ini tidak terlihat tapi kalau tegangannya sangat tinggi maka elektron mampu loncat pada celah sempit.

Apabila anda mendekatkan sumber arus (tegangan tinggi misal 220 V) pada masa, maka sebelum sumber arus tersebut menempel akan ada pecikan. Konstruksi busi pun demikian, dimana ada celah antara elektroda dan masa. Sehingga ketika ada listrik bertegangan tinggi pada elektoda busi, percikan api dapat terbentuk.

Bagaimana dengan timming pengapian ?

Satu lagi mengenai timming pengapian, kalau kita memahami siklus pengapian konvensional diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang menentukan timming atau yang menentukan kapan busi mengeluarkan api itu ada pada saat pembukaan platina.

Dan yang mempengaruhi pembukaan platina, adalah nok. Sehingga timming ini dipengaruhi oleh sudut nok terhadap sudut kaki platina.
Share:

Penyanyi Dangdut Ayu Vaganza Ditangkap Bersama Seorang Pria Saat Berdua di Kontrakan

Penyanyi  dangdut Pantura Ayu Vaganza mendadak geger di media sosial. Perempuan asal Semarang ini ditangkap karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis inex.

Ayu Vaganza ditangkap kepolisian Kudus, Semarang, saat bersama seorang pria berinisial W (30) di sebuah kontrakan di desa Dersalam kecamatan Bae Kudus.

"Ayu Vaganza dan W. W ini temannya bersama-sama kita amankan," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Kamis (2/7), dilansir detikcom.

Kasus ini sebelumnya heboh karena adanya foto seorang perempuan mengenakan pakaian tahanan yang akhirnya diketahui bahwa sosok tersebut adalah Ayu Vaganza.

"Jadi pada Selasa (30/6) sekitar pukul 16.30 WIB untuk di dalam rumah kontrak. TKP-nya di Desa Dersalam Kecamatan Bae," lanjut Aditya.

Lalu siapakah Ayu Vaganza? Perempuan ini ternyata sangat populer di Instagram. Ia aktif sebagai penyanyi dangdut dan juga aktif di dunia hiburan malam.

Perempuan yang laman Instagram-nya ini dipenuhi foto vulgar dan seksi ini lahir di Semarang pada 1997. Di usia yang masih muda, Ayu sudah sangat populer dan memiliki followers sebanyak 500 ribu lebih.



Share:

Efek Virus corona, Al Hikmah Kontest Jepara Tahun 2020 Dibatalkan

 
 Jepara - Kegiatan rutin Al Hikmah kontes Motor Jepara tahun 2020 resmi dibatalkan oleh panitia akibat  dari pandemi virus Covid-19 yang melanda di tanah air.


Ketua panitia  kegiatan Al Hikmah Kontes, Drs. Junaidi,S.Pd,.S.Pdi saat dihubungi via telp mengatakan bahwa kegiatan tersebut resmi di cancel atau dibatalkan oleh panitia kegiatan. Semula sudah beredar dipenggemar modifikasi motor tanah air bahwa AL Hikmah Kontest 2020 akan dilaksanakan pada 13 - 14 Juni 2020. Sebanyak 16 kelas utama dan 25 the best kategori akan disajikan dalam kegiatan tersebut.

"Merujuk pada imbauan pemerintah tentang pencegahan penularan virus corona atau covid 19, maka semua kegiatan Harlah di lingkungan Yayasan Al Hikmah Pelemkerep Mayong semua di cancel atau dibatalkan guna menghindari kerumunan massa." Ujar Bapak Guru Bp SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara ini.

Bapak Junaidi selaku ketua panitia kegiatan juga memohon maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat khusunya pecinta modifikasi motor seluruh Indonesia dengan dibatalkannya kegiatan tersebut. "Untuk teman teman modifikator di seluruh Indonesia, khusunya dari pulau Jawa, Bali dan Sumatra, semoga kita bisa bertemu di acara Al Hikmah Kontest Tahun 2021." tambah Pak Jun.
Share:

Satu Warga Jepara Meninggal di RS Columbia Asia Semarang Positif Covid-19

Jepara -  Salah satu warga desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara dipastikan positif Covid-19. Pasien yang dirawat di RS Columbia Asia Semarang itu diketahui sudah meninggal dunia, Jumat (3/4/2020).

Muslimin selaku Juru bicara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara  membenarkan hal ini. Namun, ia memastikan pasien yang meninggal tersebut bukan menjadi bagian dari data yang ada di pihaknya. Karena itu di web corona.jepara.go.id hal itu tidak dimasukan dalam kasus positif di Jepara.

Dijelaskan oleh Muslimin, pasien asal Kelet, Keling, Jepara tersebut diketahui melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jepara. Kemudian karena merasa mengalami masalah, yang bersangkutan kemudian melakukan pemeriksaan di RS Columbia Asia Semarang. Kemudian pada 3 April lalu, meninggal dunia.

“Kronologinya seperti itu sejauh yang kami ketahui seperti itu. Karena langsung ke Semarang, memang tidak masuk dalam PDP di data Pemkab Jepara,” ujar Muslimin, Senin (6/4/2020).

Kelanjutan dari penanganan kasus ini, istri dari yang meninggal saat ini sudah menjalani isolasi di RS Columbia Asia secara intensive. Sedangkan anggota keluarga di Kelet, juga sudah diminta mengisolasi mandiri di rumah. Petugas medis dari Puskesmas Kelet juga mengawasi proses tersebut.

“Kami masih melakukan tracing terkait kejadian ini. Semua prosedur sudah ditempuh untuk mengatasi ini. Termasuk tracing terhadap keluarga, pengantar ke Semarang dan saudara-saudaranya sudah dilakukan tracking,” ujar Muslimin menambahkan.

Sementara itu, dari sumber yang tidak bisa disebutkan namanya menyebutkan, pasien asal Jepara yang meninggal tersebut diketahui pada 16 Maret tiba di Kelet setelah pergi ke Jakarta. Kemudian pada tanggal 25 Maret yang bersangkutan disebutkan pernah memeriksakan diri di RS Rehatta Kelet, dan dinyatakan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Selanjutnya, pasien ini juga disebutkan sempat melakukan rawat jalan ke Semarang pada 26 Maret 2020. Namun sayangnya sampai saat ini belum diketahui dimana pasien ini menjalani rawat jalan. Sampai akhirnya pada 30 Maret yang bersangkutan masuk ke RS Columbia Asia untuk menjalani rawat inap. Sampai akhirnya meninggal dunia pada 3 April 2020, akhir pekan lalu.

Sumber : murianews.com
Share:

Kelas Painting & Simple Airbrush, Kelas Baru di Ajang Al Hikmah Kontest 2020

 
Jepara - Al Hikmah kontes adalah acara tahunan yang sudah diselenggarakan SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pada tahun ini, Kegiatan itu sudah dilangsungkan selama 16 kali. Banyak peserta yang muncul di ajang modifikasi motor tersebut. Tercatat pada tahun 2019 sejumlah 240 motor modif ikut berpartisipasi.


Humas kegiatan Al Hikmah Kontes, H. Abdul Hamid, M.Pd saat dihubungi via telp mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 13 - 14 Juni 2020. Sebanyak 16 kelas utama dan 25 the best kategori akan disajikan dalam kegiatan tersebut.

Mengambil tema  Al Hikmah Kontes Jepara "Creative Modify For Sustainability" 2020, kegiatan ini masih mempertahankan pakem kegiatan dengan mengambil jumlah pemenang sampai dengan 6 terbaik. dari ke 6 terbaik tersebut semuanya mendapatkan uang pembinaaan.

Selain itu, ada kelas baru yang diharapkan mampu menjadi menyemangat modifikator pemula untuk  berani tampil di ajang yang sudah banyak dinanti modifikator di seluruh tanah air ini.

"Ada kelas Painting & Simple Airbrush, kelas baru yang menggantikan kelas Airbrush. diharapkan kelas ini mampu menjadi magnet modifikar pemula agar berani tampil di kegiatan ini" Ujar Kaji Hamid.
Share:

Postingan Populer

Label

Recent Posts