Efek Virus corona, Al Hikmah Kontest Jepara Tahun 2020 Dibatalkan

 
 Jepara - Kegiatan rutin Al Hikmah kontes Motor Jepara tahun 2020 resmi dibatalkan oleh panitia akibat  dari pandemi virus Covid-19 yang melanda di tanah air.


Ketua panitia  kegiatan Al Hikmah Kontes, Drs. Junaidi,S.Pd,.S.Pdi saat dihubungi via telp mengatakan bahwa kegiatan tersebut resmi di cancel atau dibatalkan oleh panitia kegiatan. Semula sudah beredar dipenggemar modifikasi motor tanah air bahwa AL Hikmah Kontest 2020 akan dilaksanakan pada 13 - 14 Juni 2020. Sebanyak 16 kelas utama dan 25 the best kategori akan disajikan dalam kegiatan tersebut.

"Merujuk pada imbauan pemerintah tentang pencegahan penularan virus corona atau covid 19, maka semua kegiatan Harlah di lingkungan Yayasan Al Hikmah Pelemkerep Mayong semua di cancel atau dibatalkan guna menghindari kerumunan massa." Ujar Bapak Guru Bp SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara ini.

Bapak Junaidi selaku ketua panitia kegiatan juga memohon maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat khusunya pecinta modifikasi motor seluruh Indonesia dengan dibatalkannya kegiatan tersebut. "Untuk teman teman modifikator di seluruh Indonesia, khusunya dari pulau Jawa, Bali dan Sumatra, semoga kita bisa bertemu di acara Al Hikmah Kontest Tahun 2021." tambah Pak Jun.
Share:

Satu Warga Jepara Meninggal di RS Columbia Asia Semarang Positif Covid-19

Jepara -  Salah satu warga desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara dipastikan positif Covid-19. Pasien yang dirawat di RS Columbia Asia Semarang itu diketahui sudah meninggal dunia, Jumat (3/4/2020).

Muslimin selaku Juru bicara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara  membenarkan hal ini. Namun, ia memastikan pasien yang meninggal tersebut bukan menjadi bagian dari data yang ada di pihaknya. Karena itu di web corona.jepara.go.id hal itu tidak dimasukan dalam kasus positif di Jepara.

Dijelaskan oleh Muslimin, pasien asal Kelet, Keling, Jepara tersebut diketahui melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jepara. Kemudian karena merasa mengalami masalah, yang bersangkutan kemudian melakukan pemeriksaan di RS Columbia Asia Semarang. Kemudian pada 3 April lalu, meninggal dunia.

“Kronologinya seperti itu sejauh yang kami ketahui seperti itu. Karena langsung ke Semarang, memang tidak masuk dalam PDP di data Pemkab Jepara,” ujar Muslimin, Senin (6/4/2020).

Kelanjutan dari penanganan kasus ini, istri dari yang meninggal saat ini sudah menjalani isolasi di RS Columbia Asia secara intensive. Sedangkan anggota keluarga di Kelet, juga sudah diminta mengisolasi mandiri di rumah. Petugas medis dari Puskesmas Kelet juga mengawasi proses tersebut.

“Kami masih melakukan tracing terkait kejadian ini. Semua prosedur sudah ditempuh untuk mengatasi ini. Termasuk tracing terhadap keluarga, pengantar ke Semarang dan saudara-saudaranya sudah dilakukan tracking,” ujar Muslimin menambahkan.

Sementara itu, dari sumber yang tidak bisa disebutkan namanya menyebutkan, pasien asal Jepara yang meninggal tersebut diketahui pada 16 Maret tiba di Kelet setelah pergi ke Jakarta. Kemudian pada tanggal 25 Maret yang bersangkutan disebutkan pernah memeriksakan diri di RS Rehatta Kelet, dan dinyatakan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Selanjutnya, pasien ini juga disebutkan sempat melakukan rawat jalan ke Semarang pada 26 Maret 2020. Namun sayangnya sampai saat ini belum diketahui dimana pasien ini menjalani rawat jalan. Sampai akhirnya pada 30 Maret yang bersangkutan masuk ke RS Columbia Asia untuk menjalani rawat inap. Sampai akhirnya meninggal dunia pada 3 April 2020, akhir pekan lalu.

Sumber : murianews.com
Share:

Postingan Populer

Label

Recent Posts